Selasa, 05 Maret 2013

Mesos-Manis-Tersakiti-Eky Shu.


Sebelum masuk di berita utamanya, gue Cuma mau cerita. Satu lagi orang yang gue kenal, menghamili pacarnya di luar nikah. Bahasa simpelnya, saudara gue yang cowok ini ngehamilin ceweknya, dengan keadaan ekonomi yang pas-pasan, dan masih maksa keluarganya buat nikah. Sounds awful. Sampai hari ini, dan gue masih bersyukur gue lahir di keluarga yang strict dengan penanaman kesadaran bahwa keperawanan adalah segalanya, minimal, gue lebih pintar untuk membiarkan cowok gak tajir menghamilii gue. *ini realistis*


Bla bla bla

Gue norak. Gue lagi seneng main sama Super Wang, dan apdet blog adalah salah satu cara gue main sama dia. Anyhow, gue pengen sharing tentang yang gue janjikan di post kemarin tentang temen-temen kuliah gue yang aneh. Gue sekelas dengan 33 orang yang akan terus bersama-sama sampe semester delapan nanti. Gue percaya sih masing-masing kita memiliki karakter dan kepribadian yang berbeda, seperti yang gue bilang. 

Masuk kuliah itu seperti kecemplung dalam melting polt dimana gue melihat manusia-manusia beragam. Dan entahlah. Unik bagi gue.

Sesuai mata kuliah statistik, gue mengambil sampel dari 33 populasi manusia tersebut yang memang akhir-akhir ini lagi NGEJRENG di pikiran gue. Maksudnya memang mereka tengah memegang peranan penting, entah sebagai penghibur, peramai, atau menyebalkan. Whatever.

1.       Cowok Dramkor Metroseksual.

Yang sangat mengagetkan gue waktu pertama kali ketemu dia dengan logat Riau yang khas oriental, dan mata super sipit mirip artis-artis Korea. Ini adalah tipe cowok yang marah-marah sama temennya gara-gara hampir ngotorin sepatu beludru mahalnya yang di beli di Singapur.

*Suatu siang di dalam mobil* “Eh serius ya, sepatu gua jangan sampe kotor. Sekali kotor itu gak bisa dibersihin. Cuma bisa gua buang, dan itu belinya di Singapur.”

*teman-teman* “Oke, Lu...”

*Siang lainnya* *Ceritanya dia pake kemeja kotak-kotak ungu dan kaus abu-abu. Sepertinya dia merasa kurang matching hari itu*. “Ehm, Mar. Apa gue siapin baju cadangan aja ya di bagasi gue?”

“Hah? Buat apaan??”

“Jadi kalo baju gue gak matching, gue bisa langsung ambil baju di mobil biar matching.”

Gue: *speechless*

Seringkali menjadi korban “lelucon homo” yang selalu gue lakukan dari jaman SMA, *ngeledekin temen-temen cowok gue yang normal, dengan sebutan homo*. Dan gue Cuma ngeledekin orang yang normal, itu berarti dia gak homo. Serius, homo itu Cuma lelucon gue.

Sebelom gue dilempar pake sepatu branded dia gara-gara baca postingan ini, biarkan gue sedikit nge-share tentang sisi positif dari cowok mesos ini. Dia cute, dia polos, dia childish, dan buat beberapa cewek yang memiliki selera pedofil semacam ini, dia sangat potensial. Ehm. Maksud gue, buat cewek-cewek yang cukup dewasa, dia adalah calon potensial.

Dengan muka polos dan senyum imut itu, dia selalu care sama temen-temennya, dan kadang disampaikan dengan cara menyebalkan. Kadang terdengar songong atau sedikit self-centric, tapi gue tau dia care. Cowok super resik yang bakal pake antis sebelom megang setir mobil. Karena katanya dunia luar itu penuh kuman, dan dia selalu butuh sterilisasi. Gue rasa, mesos dan resik adalah dua variabel tak terpisahkan. Bahkan gue (cewek) jauh lebih jorok daripada dia.

2.       Cowok Manis Melankolis

Jadi ceritanya Monic ternyata adalah teman satu SMA, dari si cowok melankolis ini. Menurut gue sih dia coklat-coklat manis ala sawo matang gitu. Berkumis, dan baru-baru ini rambutnya baru dibentuk mohawk tanggung. Suaranya selembut pangeran Semarang (kalau Semarang punya pangeran, ya), yang lagi sariawan. Pokoknya maniiiiissss banget deh. Sampe dia mengeluarkan tawa membahana yang errr.. yang ya membahana itu.

Dibalik rasa manisnya itu. Dia salah satu tipikal cowok yang suka PHP, yang mana kalo menurut gue sih, mungkin dia memilih orang-orang yang gak bisa diyakini untuk jadi pacar dia. Bukan karena dia yang belom siap berkomitmen. Si manis ini adalah tipikal cowok dewasa yang disenangi banyak orang. Gak pernah marah, sekalinya marah pun manisnya gak ilang-ilang. Sampe melankolisnya mencuat dan dia mulai ngambek akan sesuatu. Ha ha ha ha ha.. (Piss!! Pisss! Jangan marahin gue plisss)

Gue dan dia adalah team tepat kalo untuk masalah ngeledek-ledekin si “Cowok metroseksual” sebelumnya. Selalu aja ada bahan untuk bikin kita ketawa(in) bareng. Sserius, dan itu semua kita lakukan karena...

Kita.sayang.cowok mesos itu.

Apapun itu, cowok manis berkumis ini adalah teman ideal yang sangat disenangi.

3.       Cewek Cantik Tersakiti.

“Aduh, gue gak bisa akun. Gue gak tau harus gimana... gue salah jurusan. Biarin aja lah nilai gue jelek. Gue gak perduli lagi...”

“Marr, gue diputusin. Salah gue ya? Apa salah gue? Kenapa gue diputusin?”

Suatu hari gue ngomong gini: “Lo nyadar gak sih kalo kita lagi jalan suka banyak cowok ngeliatin lo?”

Reaksinya: “Kenapa? Emang gue aneh ya?”

Gue: “Ya karena lo cantik lah, dodol.”

Gue gak ngerti apa yang menyebabkan si cewek cantik ini jadi super minder dan anxious soal diri dia sendiri. Yang padahal menurut gue, gak ada sedikitpun hal untuk bikin dia khawatir sama keadaan sekitarnya. Cause she is pretty. Berdasarkan observasi gue dan seorang teman, dia itu tipikal cewek yang (kurang) selektif dalam masalah percintaan yang seringkali mengakibatkan kisah cintanya kandas dengan jejak yang kurang baik.

Dan itu, adalah alasan konkrit dia jadi dirinya yang selalu khawatir seperti sekarang ini. Sebetulnya dia adalah salah satu teman favorit gue di kampus. Dia lucu, dia asik, dan sering kali direbutin temen-temen lain buat ajak dia jalan. Mungkin karena dia asik dan dia cukup talkative. However, gue suka teman yang satu ini.

Fyi, dia orang yang sama, yang gue tulis tentang patah hati beberapa minggu lalu di tips move on dan patah hati bukan kiamat (klik)

4.       Eky Shu.

“Mar, ayo Mar, masukin gue ke blog lo. Serius. Pasang foto gue deh, pasang foto gue yang cantik ini...”

“Panggil gue. Eky Shu ya teman-teman...”

Atau.

“Lo naksir ya sama gue? Pasti lo naksir kan sama gue? Ngaku deh kalo lo naskir sama gue!” *suatu hari, si cewek dengan sebutan Eky Shu ini menuding seorang temen sekelas cowok gue saat kelas sedang hening sentosa, kasian cowok tak berdosa itu*

Gue: *mengernyit aneh*

Eky Shu itu semacam nama panggung yang dia ciptakan sendiri akhir-akhir ini. Kayaknya sih, dia mau nyaingin popularitas Vicky Shu yang penyanyi itu. Cewek yang gak pernah jaim, dan selalu bertingkah seperti jomblo haus kasih sayang pria, yang mana belakangan ini gue tau itu gak benar.

Bahasa alus untuk mendeskripsikan cewek ini adalah. Unik. (Kalo bahasa kasarnya, ya aneh). Dia unik dengan segala lelucon dia yang selalu lucu. Beda dengan gue yang kalo ngelucu, bisa bikin sekelas bengong dan mikir. The hell. Gue ngelucu, orang bukan ketawa tapi malah mikir. Tapi enggak dengan Eky, dia selalu tau cara bikin semua orang ketawa.

Si cewek yang bikin gue syok waktu pertama kali kenal sama dia, gara-gara suka mojokin cowok di pintu kelas buat digoda-godain kayak..

“Jadi cowok gue ya? Mau kan? Mau kan??”

 Sumpah, awalnya gue pikir dia benar-benar jomblo kekurangan kasih sayang. Belakangan gue baru tau, itu Cuma salah satu cara dia bersenang-senang. Justru, salah satu hal yang gue suka dari dia. Selain leluconnya yang selalu lucu itu. Dia tipikal cewek independen, dan semakin gue pelajari kian hari. Gue sampe berani memprediksikan bahwa dia bukan cewek yang cocok untuk jadi ibu rumah tangga. Mungkin wanita karir bakal lebih nyambung.

Karena ngegodain cowok, dan bersikap (seolah) dia menggilai seorang senior menurut gue Cuma kebisaan dia bikin lelucuan dan bikin semua orang ketawa. Seperti kamuflase untuk sesuatu yang lebih mendalam yang ada pada si cewek ini. Dan sampe hari ini gue masih belum tau, ya. Someday. (gue tau ki lo baca, gue tau.)

Eufh, sebetulnya banyak tokoh-tokoh lain yang pengen gue share, tapi berhubung gue males dan tingkat capek gue udah nyampe limit maksimal, kayaknya gue cerita tentang empat orang unik ini dulu aja.

P.s. Kalo kalian baca. Plis, gue jangan diapa-apain. Murni untuk sekedar hiburan, dan ini postingan udah gue saring se-saring-saringnya biar gak menjelek-menjelekan nama siapapun. (meskipun niat utama gue menjelekan kalian. Ha ha ha ha ha)

Sekian untuk hari ini...

Salam roti!

4 komentar:

Anonim mengatakan...

marisa, kurang lengkap kurang lengksp kurang lengkap ga ada bagian gue selalu disakitin si ke 1!!! (if u know what i mean)

Anonim mengatakan...

Enak aja..
Kapan gw sakitin lu ?
Plis jangan ngerusak nama baik gw !

Anonim mengatakan...

Najong, maleslah gue sama si nomor 1

Tiffany Frederika mengatakan...

Klo baca cerita lo begini, temen-temen lo juga keliatannya asik, Mar. Mana janji lo mau kenalin gue sama temen-temen cowok lo? =p