Minggu, 31 Maret 2013

Maret: Tutup Buku.


Hey, Hai, Halo, Hello.

31 Maret, yang berarti sebentar lagi bulan Maret akan berakhir. Sebelumnya, biar gue jelaskan kenapa judulnya itu. Gue adalah salah satu mahasiswi yang merupakan penggemar berat akuntansi (yes, gue tau itu aneh). Entah kenapa gue selalu suka istilah tutup buku yang biasanya selalu terjadi setiap akhir tahun, terdengar sangat filosofis di telinga gue. Bahwa lo akan mengevaluasi kembali kejadian serta transaksi perusahaan yang udah terjadi selama setahun.


Ketika bulan lalu, gue menyadari bahwa udah akhir Febuari (gue lupa deh tanggal berapa. Febuari selalu jadi bulan paling kompleks untuk ingatan gue), dan gue Cuma bisa bengong lalu bertanya idiot.. “Hah? Gue ngapain aja bulan ini?”. Gue merasa gak produktif ataupun berguna sih pada bulan lalu, tapi enggak bulan ini. No, bulan ini adalah bulan yang sangat berharga buat gue. Dan semoga begitu juga yang akan terjadi dengan bulan-bulan berikutnya.

Gue belajar.

Gue belajar banyak sekali hal di bulan ini.

Gue ditantang untuk mempelajari pola perasaan gue sendiri, gue belajar bahwa sebuah hal kecil (tapi penting), bisa dengan mudahnya menghambat komitmen besar yang sudah lo rancang dari jauh-jauh hari. Gue belajar, bahwa gue juga punya hati, dan gue bisa emosional karenanya. Itu bukan hal jelek, hanya pembelajaran yang lain.

Di kampus, gue bersyukur ketemu sama orang-orang yang menurut gue oke banget. (this is for you loh, Fardi, the coolest leader that ever exist in our class atau kalo terlalu lebay, anggaplah the coolest leader buat gue). Meskipun dia rada pelit ilmu *minta digampar* tapi dia memimpin segala sesuatunya dengan baik. Bahkan mungkin ketika dia gak tahu harus gimana, atau apa yang harus dilakukan, dan ini bikin gue sadar, jauh di dalam diri kita, kita semua membutuhkan sosok pemimpin dalam hidup. Mungkin kelompok gue gak jadi kelompok yang terbaik, but dia adalah leader teroke buat gue. Dan gue bersyukur, dia mungkin pelit, tapi tanpa sadar, dia udah berhasil ngasih gue banyak pelajaran tentang kepemimpinan.

Mungkin gue bukan orang yang dikasih bakat alami untuk berwibawa dan jadi seorang pemimpin seperti dia, tapi gue adalah orang yang dikasih bakat alami untuk selalu suka mencuri kemampuan orang lain dengan cara mempelajari. *hahaha*. Dan gue belajar, bahwa untuk menjadi seorang pemimpin yang baik, gue juga harus tau gimana cara untuk menjadi anak buah yang baik. Yes, you’re one of my inspiration.

Second, guebelajar. Bahwa setiap air mata yang lo keluarkan adalah pukulan untuk selalu menjadikan lo sebagai orang yang lebih baik. Ini buat temen gue yang lagi dapet cobaan berat dan tanggung jawab besar di bulan ini. What doesnt kill you, it does make you stronger, dear. Jadi selama lo gak mati karena lo harus berjuang demi adek-adek lo dan orang tua lo, itu hanya akan membuat lo lebih kuat dan lebih kuat lagi. Datang dan menangislah ke gue, karena gue akan selalu ada untuk ngata-ngatain lo cengeng. 
MAHAHAHAHAHAHA.

 Dan ini yang bikin gue ingat sama gimana enci-enci gue berjuang keras buat nguliahin biaya kuliah gue yang NAJIS MAHALNYA.  Oke. Swasta. Its okay. All in good times. All in good times. Mungkin enci gue punya pergumulan yang sama, bahwa dia harus jagain gue dan mencukupi segala kebutuhan gue. So, thanks. Gue akan membalas semua itu. Akan. Pasti. Mutlak.

Third. Bahwa dalam setiap hal untuk mencapai tujuan dan impian gue, akan selalu ada halangan-halangan kecil, yang benar ada atau bahkan Cuma ciptaan pemikiran gue sendiri. Tapi gue selalu tahu, bahwa pilihan-pilihan yang gue ambil akan terus membawa gue kesana. Menuju impian gue. Analogi yang tepat, seperti ketika gue berjalan, gue nemuin burung kecil yang terluka. Itu menghambat gue, itu bikin semua schedule gue berantakan karena pada akhirnya gue akan nolong burung yang terluka itu.

But its okay, karena perkenalan gue dengan burung yang terluka itu gak akan pernah sia-sia. Karena ketika dia sembuh dan dia bisa kembali terbang, dia juga adalah sosok yang telah memberikan gue pelajaran untuk perjalanan gue. Itu berarti ada saat untuk gue melambaikan tangan dan membiarkan burung itu pergi mencari pelajaran-pelajaran lain untuk kehidupannya. Buat gue, itu gapapa. Itu bukan masalah.

Fourth. Gue memang selalu memegang teguh analogi ini, bahwa hidup adalah sebuah perjalanan. *ini dikasih tau fan-fan deh kayaknya*. Bahwa ketika gue mengendarai mobil untuk tujuan gue, gue akan bertemu orang-orang yang mungkin akan berjalan bersama gue selama beberapa waktu. Tapi ada saat ketika dia harus pergi melalui persimpangan jalan lainnya dan berpisah dari gue. Nah, its okay for me. Karena itulah hidup. Akan ada orang-orang yang datang dan pergi memberi pelajaran.

Gue belajar melepaskan.

Gue belajar tentang manusia, bahwa kadang rasa takut yang begitu besar, untuk kehilangan atau bahkan untuk memiliki bisa membuat lo jadi super egois, dan lupa, tentang perasaan orang lain, lo mulai mencanangkan aksi “penyelamatan diri sendiri”. Itu bukan kesalahan, itu Cuma kejadian natural yang manusiawi, karena mungkin ketika gue ada di posisi itu, gue akan melakukan hal yang sama. Gak ada yang perlu disalahkan, hal-hal kecil apapun yang membawa gue kesini, buat gue bukan satu kesalahan. Karena menyalahkan segala sesuatunya Cuma kebiasaan pengecut paling hebat.

Dan yes, ini hal biasa.  Iya, ini hal biasa buat gue. Datang pergi, berubah. Hal biasa. Keputusan atau pilihan yang diambil oleh setiap orang juga hal yang biasa buat gue. Gak ada yang salah, bahkan situasipun gak pernah salah. Karena semuanya berarti buat gue.

Gue juga belajar untuk jadi pemberani, gue belajar untuk berani menghadapi perasaan gue sendiri, dan gue berani untuk melepaskan. And i do think its cool. Super cool.

Fifth, gue gak Cuma belajar melepaskan. Gue belajar mempertahankan (this is so for you loh, Fan). Gue belajar menamakan hubungan yang gak pernah mau gue namakan selama ini. Kita gak se-complicated itu, kita sahabat. Entah dengan dia, tapi buat gue, dia sahabat gue. Dan gue ngerasa idiot akhir-akhir ini.

Karena ketika fan-fan ada buat gue, gue gak selalu ada buat dia. Itu sangat memfrustasikan gue kemarin malam (yang menyebabkan situasi super awkward waktu gue berusaha ngajak bbm-an. *krik krik*). Gue berubah, dia berubah. I think thats okay. Karena semua manusia berubah, dia punya temen-temen yang asik sekarang, dan mungkin gue bukan temen paling asiknya lagi, tapi minimal, ketika dia introvert sama orang lain, gue berharap dia bisa terbuka sama gue, dan gue akan jadi THE BEST BUDDY EVER. Dan ya, gue akan melakukan apapun untuk mempertahankan itu. Karena gue tau, di perjalanan gue, gue butuh seorang teman, partner untuk bantuin gue waktu ban mobil gue bocor.

Gue butuh temen yang juga butuh gue mungkin untuk sekedar nemenin dia istirahat setelah perjalanan panjang. OKE INI MULAI GELI. Apapun itu. Gue udah jadi pemberani sekarang.

Sixth, *semoga ini gak kepanjangan*. Gue gak pernah nyangka bahwa tulisan gue bisa membawa dampak bagi orang lain, dan ini seperti bonus yang gak pernah gue sangka. Bonus yang bikin mood gue jadi cetar membahana. Bahkan ketika tulisan gue super alay dan labil dan cupu dan sampah. Ada seseorang di luar sana, yang bangkit karena tulisan (alay labil cupu sampah) itu. It relieves me, bahwa minimal, dari dunia maya, gue bisa berguna buat orang lain.

Jadi siapapun yang main ke blog roti dan baca postingan-postingan gue, please. Jangan pulang dengan tangan kosong. Ambillah sesuatu dari sini. It is for free!

TERAKHIR. (akhirnya)

Tema yang tepat untuk bulan Maret ini adalah.... jeng jeng jeng jeng..

LOVEY DOVEY MATURING MARCH!

(ERR OKE MATA GUE SAKIT LIAT IJO NORAK ITU)

April gonna be lovely, when i say so.

By the way..

Ada yang ultah loh april ini. Cie cieee.. nantikan kado spesial gue buat lo loh yaaaaaa..

Setelah Maret penuh pendewasaan ini, gue Cuma mau buat pernyataan, bahwa gue udah bertransformasi besar-besaran. Jadi...

ROTI AWESOME MATURE RANGER!

Salam roti!


7 komentar:

Anonim mengatakan...

cie cieeeee.......
biasanya orang bikin resolusi 1 thn, tapi lu bkin 1 bulan....
semoga yang bc blog lu bisa dapet share pengalaman lu, kata-kata lu bonafit ,,,, saat lu bilang "Bahwa setiap air mata yang lo keluarkan adalah pukulan untuk selalu menjadikan lo sebagai orang yang lebih baik"
that's the point of life ^^
salam hangat buat roti dalem oven.
gw tggu kiriman rotinya, selasa bawa rotinya yaa... hihihih

Anonim mengatakan...

awesome..gw br baca blog yg pling berbobot *cielahh bahasa*,, tp gw ga boong yg ttng berbobot, bnyak ilmu khidupan yg bsa gw ambil d sini, good job rot.. kayanga gw makin ngefans deh ma lo, okehh..gw tunggu tulisan slanjutnya xD

Marisa Roti mengatakan...

ano 1: hey, i know its you loh, fey. percaya atau enggak, lo mentransformasi gue total sebulan ini. Karena lo adalaha orang itu.. youre the man girls! lo adalah orang yang tau gimana cara untuk jadi serba tau. hehehehe. so thanks. my best regard for you.

ano2: dan lo, gue gak nyangka kalo post ini oke. hehehehehe. BIASANYA GA BERBOBOT MAKSUD LOOOO?? becanda-becanda. gue tau maksud lo kok. semoga ada banyak hikmah yang lo ambil dari sini ya... hehehehe

Anonim mengatakan...

tulisan ringan dg isi ga seringan yg dsangka *blibet*
salam roti

Anonim mengatakan...

Bahwa ketika gue mengendarai mobil untuk tujuan gue, gue akan bertemu orang-orang yang mungkin akan berjalan bersama gue selama beberapa waktu. Tapi ada saat ketika dia harus pergi melalui persimpangan jalan lainnya dan berpisah dari gue. Nah, its okay for me. Karena itulah hidup. Akan ada orang-orang yang datang dan pergi memberi pelajaran. bagian hampir ngebuat air mata saya tercurah hiks hiks, mewakili perasaan banget deh :D

Tiffany Frederika mengatakan...

Cie... Marisa...

Iya, soal hidup adalah perjalanan emang gue pernah cerita sama lo. Itu analogi favorit gue dari sebuah fanfiction. Yang ngarang keren banget, dah. Sekarang dia udah jadi pengacara.

Percaya nggak percaya waktu lo bilang kita sahabat, gue meneteskan air mata. Gara-gara keselek, sih, but let's just ignore that, okay?

Fighting!

Tiffany Frederika mengatakan...

Oh, BTW, temen-temen gue nggak ada yang se... enak lo kok.