Selasa, 19 Maret 2013

Virgo Itu... Gue.


Semenjak keracunan mainan tebak-tebakan zodiak ala Aisyah, (Temen yang sempat gue bahas di beberapa posting lalu), entah kenapa, sekarang, antara sadar atau enggak sadar, gue mulai percaya kalo sinkronisasi karakter dengan zodiak itu memang benar adanya. Karena waktu awal kita kenalan, dengan mengerikannya, si Aish menuding gue, trus nanya “Elo, virgo ya?”


Jreng.

Dan dia gak Cuma nebak gue dengan bener, dia juga bisa nebak teman-teman yang lainnya. Awalnya gue pikir dia semacam stalker yang tau tanggal ulang tahun gue dan teman-teman lain. Tapi semakin sini, gue mulai berpikir itu gak masuk akal. Kenyataan bahwa zodiak itu mencerminkan cara bersikap seseorang terdengar lebih... errr.. masuk akal.

Anyway, sekarang, gue bangga menjadi virgo setelah Aish membuka beberapa hal mengenai virgo. Gak lepas dari kisah cinta-cintaanya sih, tapi yang penting kan intinya...
Menurut kesaksiannya, virgo itu...
1.      
LEBAY ROMANTIS

Menurut bahasa ajaibnya waktu kita whatsapp-an. “Kalo lope2 cenderung stuck di satu orang dan dijagain abis-abisan, dan kalo udah lope2 tuh agak lebai gitu...”

Reaksi awal gue adalah..

WTF.

LEBAY?  APAAN?

Tidakkah dia tau gue orang paling logis sedunia, dengan segala pemahaman bahwa gue harus untung di segala sesuatunya. Pernyataan bahwa gue akan tergila hanya untuk satu orang dan bakal. Apa?? What? Gue jagain abis-abisan????!

Mari kita ambil sisi positifnya. Gue memang memiliki khayalan-khayalan lebay romantis semacam itu. Sisi kecil diri gue, yang bikin puisi, i dont know. Gambar-gambar sesuatu yang lucu untuk orang lain, atau ngasih hal-hal kecil seperti itu. Itu sisi kecil diri gue yang memalukan.

2.       LOGIS

Oke gue tau, nomor satu dan nomor dua ini gak memberikan gue penerangan sama sekali, jadi gue logis, tapi gue lebay dan juga romantis. Gue bisa dibudakin cinta, tapi gue juga logis. Yang mana biasanya orang logis gak akan dibudakin cinta. Begini, pernyataan dari gadis gorgeous satu itu.

“Mereka logis. Kalo berhubungan mereka pake itung-itungan. Cuma kalo itungannya udah bener dan mereka ngejalanin ya itu, ngejalaninnya abis-abisan. Ibaratnya, ‘lo itu yang terakhir, Cuma elo yang bakal jadi satu-satunya’...” itu. Mengerikan, bagi gue itu mengerikan.

Udah dibudakin, lebay romantis, apa tadi??? Ngejalanin abis-abisan.

Tapi, minimal kita lihat lagi sisi positifnya.

Gue.

Pinter matematika.

3.       TOO EASY GOING

Virgo bukanlah tipikal orang yang bisa diajak sahabatan, juga bukan tipe yang bisa dipegang terutama urusan pertemanan. Karena virgo suka menclok kesana kemari. Pembawaannya yang easy going, itu hanya karena virgo menganggap sebuah masalah gak penting untuk dipermasalahkan. Dan kayaknya, kebanyakan virgo nganggep hampir semua masalah gak penting untuk di permasalahkan. Jadi mereka lebih sering terlihat cengengesannya daripada seriusnya.
Ini..

Oke ini agak gue.

Tapi gak gue-gue banget sih, tapi ini agak gue.

Cengengesan, ngegosip di kiri kanan, meninggalkan seseorang seenak udel gue, yang mana masih dalam tahap pembelajaran untuk segera di hentikan. Segera.

4.       INTROVERT

Karena pernyataan semacam “Mereka baru butuh orang biasanya kalo udah bener-bener mentok dan itupun gak akan ngebiarin semua orang tau kalo mereka lagi ada something.”

Gue gak menganggap ini kadar gengsi yang tinggi, tapi gue lebih menganggap ini, penghargaan terhadap diri sendiri, bahwa gue gak mau siapapun tau masalah gue, bahwa ini privasi gue, dan virgo yang notabene menganggap banyak hal gak penting, tiba-tiba punya masalah? That means, masalah itu penting sekali. Entahlah, tapi ini memang gue.

Karena gue jarang curhat, kecuali ke beberapa teman yang udah melewati proses trial error, yang terbukti asik untuk dicurhatin, dan terbukti pakar dalam memberi nasihat. Mungkin seperti mood booster gue. (pinjam istilahnya)
5.      
PUNYA DUNIA SENDIRI

“Tipikal yang sulit buat bilang butuh, lebih suka hidup di dunianya sendiri..”
Sulit buat bilang butuh, itu memang gue.
Sekali lagi, bukan karena kadar gengsi yang tinggi, beberapa hari ini gue malah baru menyadari, kalo berkata butuh itu akan mengesankan sesuatu yang bukan gue, sesuatu yang terdengar lemah dan clingy, dan itu bukan gue.

Oke sekian.

Dari perbincangan panjang kita di malam itu, gue mendapat lima poin ini. Tentu aja bukan kriteria mutlak bagi lo diluar sana yang berzodiak sama dengan gue, tapi memang kakaknya sendiri memiliki banyak teman yang zodiaknya se-gue, dan memang temenan sama virgo itu capek hati, selain bosenannya dan kebiasaannya menyepelehkan segala sesuatunya. Minimal, virgo menyenangkan dan asik diajak ngobrol.

Kadang gue juga merasa virgo adalah tempat pertama ketika lo butuh seseorang untuk berkeluh kesah. 
Beneran deh, ini badan gue gede isinya bukan lemak, tapi CURHATAN! Dan gue selalu berusaha menjadi pendengar terbaik yang lo punya pada hari itu. Selain gue pikir, gue senang belajar sama orang banyak melalui curhatan tersebut.

Anyway, akhir-akhir ini gue memang lagi punya dua dukun favorit, yang satu dukun zodiak, yang satu dukun golongan darah. Kapan-kapan gue deskripsikan karakter golongan darah A. Dan dua-duanya ini telah berhasil membuat gue mengalahkan penyakit “bosenan” tersebut. Kayaknya sih. Semoga bertahan lama.
Salah satu perkembangan yang telah gue lakukan sejak terakhir kali gue bilang gue mau belajar menghargai segala sesuatu nya yang ada di sekeliling gue.

-Gue udah donlod smadav antivirus buat Super Wang, oke gue gak tau kalo sekarang dia udah gak virgin lagi di colokin USB temen-temen kelas gue di sana-sini. Jujur, hati gue menangis.

-Gue selalu inget naro dompet gue di laci kamar, dan naro kacamata di atas lemari. Jadi dua benda itu gak akan ilang.

-Gue ngerjain peer akuntansi meskipun itu udah gue ulang ribuan kali semasa SMA, simpel karena gue mau (belajar) menghargai dosennya.

-Sekarang gue seneng-seneng aja diajak temenin ke warung atau ke wc sama temen kuliah gue. Simpel, karena gue menghargai permintaan mereka.

-Gue masih dalam tahap belajar sih, tapi gue lagi dalam proses mengontrol emosi gue sendiri, untuk gak segampang itu terjerumus sama situasi yang memanjakan gue bla bla bla. Karena gue menghargai diri gue sendiri, dan gue akan lakukan apa yang terbaik buat gue terlebih dahulu, alih-alih orang lain.

-Kalo ada temen yang nyanyinya false, gue gak banyak komen yang menyakitkan seperti biasanya, karena gue tau gue gak punya suara yang bagus-bagus amat, dan gue menghargai perasaan orang lain.

-Gue belajar bales semua whatsapp, sms, ataupun bbm yang masuk (yang mana dulu Cuma gue lakukan ketika mood) karena gue tau, ketika lo whatsapp, atau sms seseorang lo mengharapkan balasannya, dan ketika gak dibales itu. Cakit. Cakit beud.

-Gue sekarang juga mulai diam dan berpikir ketika orang lain mengatakan sesuatu yang mengoposisi gue. Gue belajar berhenti ngedebat orang lain Cuma karena mereka gak sejalan. Karena gue juga mau mereka menghargai pemikiran gue, sama seperti gue yang akan menghargai pemikiran mereka.

Gue punya seorang teman yang mengajarkan gue banyak hal mengenai ini, kalo kata dia “Ini tahun, emang tahunnya lo banget, Rot.” Karena (keliatannya) gue dapet banyak hal yang gue mau bla-bla-bla. Intinya, gue tetep jomblo aja sih hari ini, dan gue seneng. Karena. Balik ke point atas, gue menghargai diri gue sendiri.

Dua temen. (oke yang satu itu, kayak musuh implisit rasa insekuritas gue sih. (halo ai) ha ha ha ha) gue ini, mengajarkan gue banyak hal di awal tahun yang baru. Mereka bukan orang yang dewasa-dewasa banget sih menurut gue untuk orang yang seharusnya udah dewasa di umur mereka. Anyway, mereka mengajarkan gue cara menikmati hidup, dan gue jadi berpikir ulang.

“Jadi sebelomnya gue gak pernah nikmatin hidup gue. Gitu????”

Dan perihal, ini tahun, tahunnya gue banget. Gue (Minimal) dapet satu hal yang gue mau sejak lama, dan gak pernah disangka-sangka muncul dengan cara elegan menjijikan semacam ini. Intinya itu rahasia. (virgo, introvert. Inget??). Gue diajarin berani untuk menata perasaan gue sendiri, dan menelaah emosi abege semacam apa yang bergejolak di dalam diri gue.

Lagian, selama ini, kalo ada orang yang bilang gue dewasa. Itu kayaknya Cuma satu kamuflase dari gue yang sebenernya ngerasa takut akan banyak hal, dan berakhir gue memutuskan bahwa itu gak terlalu penting untuk gue pikirkan. Jadi sekarang, gue tengah belajar untuk menelaah setiap detailnya dengan baik. Rasain nikmatnya jadi abege, karena bentar lagi gue 19, dan angka belasan itu gak akan bertahan lama.
Sekarang. Gue takut tua.

Apapun itu. Thanks to you guys. Proyek kita kayaknya mandet nih. Signal pesawat macet kena badai. Bikin turbulence. Tapi apapun yang terjadi, kalian tetap masuk daftar lima teratas kontak utama gue.

Salam cium spesial dari roti.

See you in another dimension. (itu alam lain selain alam sadar kita, interpretasikan sendiri itu alam apaan. -____-).

4 komentar:

monica devi mengatakan...

wah, sama2 virgo & golongan darah A ya? salam kenal.. :)

Marisa Roti mengatakan...

halo monica, temen sekelas gue ada yang anak regina pacis juga loh. hahaha. makanya kemarin sempet nanya dia, kirain kenal sama lo..

salam kenal jujaaa...

Lorisca Cessia mengatakan...

Aigoo eonnie ! :O
Persis banget masa ._.
Aku juga virgo, romantis agak kedrama-dramaan dan terlalu memuja yg namanya cinta -_-
tp tetep keras kepala, angkuh dan harus tetep logis ._. Kita emang tipe unik xD

Tiffany Frederika mengatakan...

cie...