Kamis, 24 Desember 2015

Punya Koko Ganteng

Here are the perks of having a (people say) handsome older brother.

Cie, Siapa tuh, Mar?

Kalo waktu sekolah, pas ketemu di koridor terus saling nyapa. Temen-temen cewek gue bakal,

 “Cie siapa tuh, Mar?”

 “Koko gue.”

 “Hah siapa?”

“Koko gue.”

“Hah? Gimana, gimana?”

“KOKO GUE!”

Minggu, 20 Desember 2015

Hina... Mereka Hina

As you all know (kalo elo baca blog gue). Gue suka bilang di kampus gue punya temen nggak pernah bener. Buktinya ada di postingan ini. Berikut kompilasi isi chat gue dan teman-teman kampus gue.

Minggu, 06 Desember 2015

Dear Coffee, Thanks

Setelah sekian bulan kuliah, akhirnya gue bangun jam 8 pagi demi kelas di hari Sabtu jam 9 pagi. Lalu ada presentasi. Ketika gue mesen abang grabbike, lalu sampe di kampus dengan muka yang makin mirip femau dan siap-siap nelen si abang Grabbike gegara dia sempet nyasar. There was only one thing on my mind. I need coffee. Or I wont survive this day.

Senin, 23 November 2015

Skill

Sebetulnya gue dapet definisi (yang menurut gue paling akurat dan aplikatif) tentang ini dari main fussball. I have said before tentang gimana culunnya gue dalam bermain fussball. Sampe dikata-katain sama adek kelas kesayangan (cie kesayangan) gue itu, kalo gue orangnya gampang nyerah segala macem.

Minggu, 15 November 2015

Status: Identifying Passion

I was writing something about passion yesterday. The first pharagraph is great, gue menyatakan opini-opini orang tentang passion itu apa dan sebagainya. Because I’m serious about this article, so I tried to state some datas and facts regarding to passion. Supaya orang bisa relate itu ke logika mereka dan lebih ngerti kenapa passion begitu penting.

Rabu, 11 November 2015

The Truth Is...

I had a conversation with one of my (brainstorming) friend. Just a few hours ago. Pokoknya membahas sesuatu tentang bagaimana tulisan bisa memotivasi anak-anak muda to stand for themselves. While di postingan gue sebelumnya adalah (menurutnya) merupakan salah satu bentuk dari "stand for themselves" tersebut. Then I realize something, really, really crucial about myself.

Here are some of our chats that I screenshots.




Kenapa gue post ini? Karena gue nggak pernah benar-benar mengakui sisi yang semacam ini sebelumnya. While postingan gue yang sebelum-sebelumnya sebetulnya nunjukin banget bahwa gue orang yang rentan insecure. This time I really admit it. There are a few of my posts that I made based on anger or insecurities. So I really hope whoever reading this blog, kritis aja. Sejujurnya, karena...

Kadang tulisan gue itu asal jeplak.

P.s. I'm working on something that really interest me.

Salam Roti!

Senin, 02 November 2015

Anak Bungsu, The Next Leader

  1. Selalu dianggap anak bungsu dengan konotasi anak kecil – anak paling kecil
  2. We get use to this sentence, “Aduh lu tuh kerja apa-apa nggak bener, sih.”
  3. Kena stereotip “Ceroboh”, “nggak bisa mandiri”, “selalu ngandelin orang”, “kelewat dimanja”, sampe, “nggak bisa apa-apa”.
  4. Nggak dianggap “pantas” memusingkan masalah-masalah yang ada.
  5. Dianggap nggak bisa megang tanggung jawab dan dipercaya
  6. Sampe-sampe orangtua lo kayanya mikir, “Yaudahlah, nih anak gue tanggung aja ampe gede daripada nggak jejuntrungan.”
  7. Padahal barangkali di luaran sana, elo lebih “dependable” dan lebih “kreatif” dibanding kakak-kakak lo. Mungkin softskill lo lebih ada, visi dan misi lo lebih jelas, dan leadership lo jauh lebih bagus.

Minggu, 25 Oktober 2015

Dogs

Jadi ceritanya barusan gue nonton Dog Whisperer, yang pembawa acara sekaligus pawangnya itu om-om ganteng berkumis tipis dan berambut putih. Itu loh, sumpah gue nggak tau namanya. Btw, gue nggak pernah interest nonton itu, karena gue selalu mikir bahwa semua itu di setting, seperti kebanyakan TV Show lainnya, semuanya disetting. Jadi si anjing dibuat seolah-olah galak, lantas datanglah si om-om ganteng berkumis ini.

Selasa, 20 Oktober 2015

Sarjana Teknik (Just A Lil More)

Gue berada dalam kondisi stress yang sebenarnya baru gue sadari ciri-cirinya. Biasa. Skripsi. Selalu kebentuk dalam imajinasi gue mau gimana tapi nggak pernah dikerjain. Gue sampe mikir mau pura-pura mati aja pas sidang. Barangkali kalo ada senior yang baca blog gue ini, bakal komentar, “Elah lebay amat, Mar, ama kolokium.”

Gue nggak sedang berada di kondisi tingkat kepercaya dirian yang tinggi, which is itu jarang terjadi ketika berhubungan sama tugas. I always thought that I can do it nicely segimanapun males-malesannya gue. Not this time.

Temen-temen kuliah gue mah gitu, kalo gue bilang, gue stress, pasti ada aja yang komentar, “He? Muka lu santai aja, Mar, perasaan?”

Iya, muka gue emang kaya gitu... dari pas lahir. Mukanya udah nyantai.

Because I really want this Sarjana Teknik title so bad, and I know I definitely can do it. Tapi kalo gini terus caranya, stress karena gue nggak merasa telah mengeluarkan effort ke dalam skripsi gue. Bisa mencret-mencret gue.

Jerawat gue keluar semua, ya maksudnya nggak lebay. Cuma muka gue jadi ada satu sampe tiga jerawat. Tiap tidur, Cuma skripsi yang gue pikirin. Menghantui. Nggak lebay, emang serius rasanya kaya gitu.

Gue terus mempertanyakan, apakah gue sudah memilih topik yang tepat, apakah ini beneran passion gue. Kok gue males ngerjainnya? Karena gue nggak tertarik sama topiknya atau emang dasarnya gue males aja?

Imas selalu punya jawaban untuk pertanyaan seperti itu, “Udah, Mar. Jalanin dulu aja apa yang ada. Yang penting dikerjain ga usah dipikirin.”

One step at a time. Everything will be okay.

P.s. gue bahas mengenai pengembangan kawasan pantai akhirnya untuk skripsi gue. Arahnya lebih ke perkotaan, dimana itu sesuatu yang nggak gue duga, pada akhirnya gue setuju-setuju aja ngambil ini topik. Semoga bisa terus lanjut, nggak dicut sama dosen.

P.s.s. Gue percaya doa adalah satu hal yang ampuh. Jadi doakan gue sukses untuk ini.

P.s.s.s. Setelah gue pikir-pikir lagi, orang di sekitar gue itu emang kepoh banget. Tapi kepoh adalah bentuk kepedulian, jadi setiap mereka nanya, “Eh, kolo lo gimana jadinya?” Dengan pandangan penuh kepedulian, I take it that they’re concern about their friends. And thats a good thing. Karena kolo itu sendirian, you walk alone in this, and you have to finish it. Pertanyaan sederhana kaya gitu bisa jadi salah satu bentuk cambukan dan motivasi.


Salam Roti!

Jumat, 16 Oktober 2015

ENTP-ers

Manusia itu sesuatu yang menarik buat gue. Kita berpikir, ngerasain sesuatu, berkembang, emosional, dan punya karakter. Salah satu alasan utama kenapa gue seneng banget mengobservasi orang-orang di sekeliling gue. Karena semua orang itu beda, and i like to relate with people I know. Barangkali juga kenapa gue sering disebut sebagai “A good listener”. Gue tipe orang yang akan berusaha tenang ketika lo lagi cerita, sebelum membombardir lo dengan komentar dan pemikiran gue.