Jumat, 16 Oktober 2015

ENTP-ers

Manusia itu sesuatu yang menarik buat gue. Kita berpikir, ngerasain sesuatu, berkembang, emosional, dan punya karakter. Salah satu alasan utama kenapa gue seneng banget mengobservasi orang-orang di sekeliling gue. Karena semua orang itu beda, and i like to relate with people I know. Barangkali juga kenapa gue sering disebut sebagai “A good listener”. Gue tipe orang yang akan berusaha tenang ketika lo lagi cerita, sebelum membombardir lo dengan komentar dan pemikiran gue.


Itu juga yang bikin gue terobsesi banget sama yang namanya “personality test”. Kemarin gara-garanya gue sempet baca tweet Clara Ng tentang Jung and Brigg personality test, and you should try it. Karena gue udah maksa semua temen gue untuk nyobain tes itu, mereka ngerasa tes itu yang paling ngertiin diri mereka. Kenapa gue berani bilang, tingkat akurasinya tinggi.

Lucunya, waktu pertama kali ikut tes itu. Gue dapet ENTJ (Ekstrovert, intuitif, thinking, judging) gue seneng banget, karena gue nggak nyangka kalo personality gue bisa sekeren itu (setelah baca deskripsinya). Then it got weird, karena gue merasa “kok personality gue bisa sekeren itu”, jadi gue melakukan tes ulang langsung. Beneran, gue jujur jawab pertanyaan-pertanyaannya. Then I got ENTP. Or you can say “The Debater”. While that’s how i usually identify myself, gue tetap ngerasa ENTJ lebih keren.

Jadi gue tes lagi.

Then I got ENTP, lalu gue tes lagi... Another ENTP.

Dari 10 tes yang gue lakukan pada saat itu, 8 adalah ENTP dan 2 ENTJ.

Then I stop thinking about my personality. Karena gue sebel gue bukan ENTJ.

ENTP sering disebut sebagai “Devil’s advocate” dalam beberapa pernyataan yang gue baca. Pendebat, argumentatif, but they (we) do it for fun. Bisa dibilang profokatif juga, sih. Karena suka ngajak berantem secara verbal. Gue juga udah sering bahas gimana banyaknya gue berubah sekarang dibanding dulu, lucu ternyata ketika melakukan tes kepribadian istilah “pendebat” itu masih nempel di gue. Padahal asli deh, sekarang gue lebih suka diem daripada debat if someone doesnt have the same perception as i do. Because it is annoying.

Inovator, karena selalu punya pemecahan untuk segala masalah. And we definitely know how to deliver it. But don’t always want to execute it.

Dulu gue pernah ngobrol sama seorang temen gue, ceritanya tentang feeling gue akan suatu hal, and she said this, “Elo bukan tipe orang yang pake perasaan. Lo terlalu logis buat pake feeling nilai orang.”

Seorang biksu (sumpah biksu), pernah mesenin gue gini, “Nggak semua hal bisa elu nilai pake logika, Mar. Kalo orang jahat mau begoin lu dan dia pinter banget. Gampang aja, dia bikin lu percaya pake logika. Kadang kita harus punya feeling juga.”

Gue bener-bener nggak lagi ngomongin apapun yang berhubungan sama hati dan logika sama si biksu itu terus tiba-tiba dia komentar gitu. Elah, om.

Jadi gue rasa dari apa yang orang-orang ngomong tentang gue, maybe i can say that I’m logical and rational. Didikan bokap gue berhasil ya?

Btw, gue seringkali mikir, kalo karakter dan sifat orang itu bisa berubah karena keadaan tertentu. Jadi setelah bertahun-tahun gue nggak tes, gue coba tes lagi. And... another ENTP. So, maybe I have to accept myself as an ENTP-ers.

Konsisten, gue terus-terusan dapet ENTP, despite sekarang hasrat mendebat gue semakin terkendali. Bahkan gue sempet mikir bahwa itu udah ilang dari gue sepenuhnya.

Gue tunjukin itu ke Caca (she’s an INTJ btw, iya populasi 1 % di seluruh dunia itu. But she complements me nicely in a conversation. Alasan gue suka tiba-tiba duduk di sebelah dia di kampus), terus dia sambil baca sambil... “Oh iya, iya. Ini lo banget.”

Tapi nggak begitu dengan tes temperamen gue.

Dulu gue inget banget waktu ambil tes temperamen (kolerik, plegmatis, sanguine, dan melankolis). Persentase yang dominan adalah sanguine. Sementara yang ga dominan kolerik.

Itu waktu gue SMA, setelah gue menjalani masa kuliah. Mungkin lingkungan membuat temperamen gue berubah. So just now, I took the test. 3 kali.

Dapet hasil yang sama. Berubah jauh dari waktu gue SMA.


Kolerik gue 40%, dan plegmatis gue 27%. Tingkat domineering gue meningkat, sanguine gue menurun drastis tergantikan oleh plegmatis. Weird. Gue nggak pernah berpikir bisa menyentuh istilah plegmatis dan mengidentifikasikan gue sebagai hal itu. I always identify phlegmatic as a lazy, soft, loser (always take the first step back in an argument), calm, and ignorant individuals. If I told you that you’re maybe a phlegmatic, then I identify you just so.

Gue baru sadar sesuatu, I used to talk a lot, dulu waktu SMA. Someone once told me, “Coba deh. Sekali aja. Kamu diem. Dengerin orang lain.” I was so full of myself And that person knows me really well. Lalu gue berubah. Gue belajar mendengarkan orang lain genuinely. Bukan karena gue kepoh pengen dapet gosip baru doank, atau gatel pengen nyari kesalahan dia dan ngritik. But because I want to help them with something. Gue bahkan bahas di pos-pos sebelumnya, kita nggak akan pernah tau seberapa banyak kita ngebantu orang itu dengan hanya mendengarkan.

Aneh ya gue tiba-tiba bahas ini. Tapi menurut gue ini seru. Kita nggak akan pernah tau sejauh apa kita berubah. Tes kepribadian ini bisa jadi satu acuan, juga bisa jadi satu cara kita untuk semakin kenal diri kita sendiri. So I have no problem with that.

Btw, kalo elo penasaran dengan tes ini. Bisa coba di:

Personality test jung and brigg: http://www.humanmetrics.com/hr/jtypesresult.aspx


ENTP-ers??? Angkat tangannya!

Salam Roti!


9 komentar:

Fradita Wanda Sari mengatakan...

Tried the test and I got.. INTJ. Haha beneran 1% doang tuh? Mungkin baiknya dicoba berkali2 ya dengan kondisi jiwa berbeda kayak lo jadi hasilnya lebih akurat :)

Marisa Roti mengatakan...

Wuih serius dapat INTJ? Hahaha seru deh. Intj setau gue termasuk spesies yang paling sedikit, Clara Ng juga dapatnya INTJ. You may try it once more. Kalo sama, maybe you are. Hehe

Rita Amrina mengatakan...

Seru nih kak, i'm ENTP-ers too🙋
Btw pernah tes personality genetic pakai konsep stifin?

Gita Ayu mengatakan...

wah...sebagai INTJ aku ngerasa ngiri sama ENTP karena mereka bisa ngutarain apa yang ada di fikirannya....wkwkwk

Angelica Maratu mengatakan...

Q sama denganmu om

Angelica Maratu mengatakan...

Q sama denganmu om

Anonim mengatakan...

I got INTP ��

Mutiara Faroka mengatakan...

Your blog's interesting.. keren... baca postingan ini entah kenapa berasa mirip dengan saya juga.. wkwk , awalnya test ENTJ juga n i think as the same you are, that's cool.. tapi setelah test lagi jadi ENTP n berulang kali test tetep dapet itu juga.. :D
sama juga kyak yg test temperamen xP .. awalnya dulu SMA lebih ke plegmatis , tapi entah kenapa sekarang koq jadi lebih ke koleris x_x

Toko Digital mengatakan...

gw ENTJ-A bro