Senin, 01 Agustus 2016

"Nggak Tau"


Bayangkan lo terlibat dalam sebuah percakapan yang seru di satu pesta, or anything that’s boring, seperti seminar “Penanggulangan Limbah Tai Kucing dengan Mengubah Karakteristik Sosial Penduduk Jakarta” (Jayus, but it sounds academic enough right?), dengan kumpulan para profesional dan akademisi di dalamnya, you’re feeling good, and smart enough to keep up with their topic. Then, suddenly, salah satunya melayangkan pertanyaan yang tidak lo tahu jawabannya. Iya, di tengah-tengah orang pinter yang tau segalanya.

Kamis, 28 Juli 2016

Asal Usul Kancut


Mitha, 22 tahun, sedang memelajari asal usul kata dalam bahasa indonesia.

Rabu, 27 Juli 2016

Mitha : The Absurd-est Human Being

Mitha itu...

Absurd.

Lukisan monalisa kalah sama dia. Dia itu, the absurdest to the highest level of human being.

Jadi untuk pembukaan, karena gue jarang sebut nama Mitha di blog gue, karena dia hina sejujurnya. Gue emang baru sering jalan sama dia sekitar dua semester belakangan ini. Karena dia komoditas yang menyenangkan (anak kosan yang ga protes kalo ditumpangin buat ngerjain tugas), suka dugem (bisa gue tanya-tanya soal dunia malam, in case of novel research atau biar gue bisa sok gaul aja kalo ngomong sama orang-orang), dan paling murah kalo diajak jalan. I mean, dia selalu bisa diajak jalan. Hahahahaha.

Minggu, 17 Juli 2016

Language(s)

Waktu itu gue lagi di dalam transjakarta. Lupa mau kemana. Tepat di sebelah gue ada dua orang, satu orang indonesia, dan satu bule. Mereka kayanya mau ke museum-museum di Jakarta (tapi gue beneran nggak inget waktu itu gue mau kemana). Gue rasa peran si orang Indonesia ini semacam guide untuk si bule itu. Dan waktu gue nengok, ternyata ada sekitar 3 bule dengan 3 orang Indonesia dan mereka saling kenal.

Senin, 11 Juli 2016

Enjoy, shall we?

Good books, bad books. Thrilling movies, boring movies. Who am i to judge? Not a critic, nor a professional editor. What I know is, whether I like them or not.

Ini sebetulnya pernyataan gue tentang subjektifitas gue ketika menilai beberapa hal. Karena buku dan film untuk dinikmati, bukan untuk dianalisis. Anyway, penilaian buku itu layak disukai atau enggak nggak selalu karena embel-embel “International Bestseller”, meskipun bisa jadi salah satu acuan bahwa buku itu disukain banyak orang.

Individu punya kriteria masing-masing untuk memutuskan mereka suka atau enggak sama hal tersebut. Pengalaman pribadi, impian, sudut pandang, genree, bahkan aktor dan artis yang berperan. Laku keras bukan berarti kita suka, nggak laku bukan berarti kita nggak suka. Even the worst books you have ever encountered, if it tells about your life, you will somehow intrigued by it.

Random thoughts.

Intinya, we love books and movies, so let’s enjoy it the way it’s suppose to be enjoyed.


Salam Roti!

Sabtu, 09 Juli 2016

The Alchemist, though

So... Di tengah balada yang dialami kebanyakan pengangguran (which is a state that I’m in right now) adalah memusingkan masa depan, apakah rencana sudah settle, apakah rencana yang sudah settle itu sudah yang terbaik, apakah yang dilakukan sekarang untuk rencana yang sudah settle dan entah itu adalah yang terbaik adalah hal yang tepat? Kata temen gue, “Sekali-kali ngobrol sama hati lo sendiri.”

Sabtu, 02 Juli 2016

Being Underestimated

Being underestimated is a good thing.

Ga percaya?

Tanya aja sama Imas yang dapet lirikan sinis beberapa orang waktu ambil topik studi pengembangan properti as if dia nggak akan mampu ngerjain skripsinya, turns out dipuji oleh semua dosen penguji di ruang sidang. Tanya aja Mitha yang suka dikatain goblok sama gue, yang taunya lulus PDP II (nggak sih, Mit. Ini mah gue ngehibur lu doank).

Kamis, 23 Juni 2016

Imas

It should be a good day. Hari ini gue sidang skripsi. It should be a good day but I cried. Gue nggak bisa jelasin kenapa-kenapanya. Lagian bakal jadi ga relevan juga sama judul gue di atas. Gue paling ga suka nangis di tempat umum. Ya, karena malu-maluin. Jadi gue akan pergi ke pojokan dan diem sendirian.

Kamis, 16 Juni 2016

Save Me

I’m sick. Batuk yang entah karena bakteri atau virus. Just tossing and turning around in bed, lalu jalan, keliling rumah, buka kulkas tapi ga ada yang bisa dimakan. Buka laptop, nonton youtube. Nggak ada tenaga ngeliat judul “Bab V Analisis”. Sore-sore ditelpon Eki Cuma buat ngasih tau akhir bab 5 udah harus ada zona pengembangan. Agak malem di-line Mitha nanyain desain sketch up. Kepala gue buyar sebentar lagi. Karena gue baru ada di titik 5.5 dari bab 7, kesimpulan.

At this point, I’m trully, asking myself. With full honesty, dan dengan kelembutan, “Why on earth, Marisa. Waktu pemilihan topik lo milih penataan? Why? Ada ratusan mall di Jakarta ini yang butuh pengelolaan dengan baik. Then your last semester would be simple.”

Setiap gue ngeluh semua orang jawab, “Tenang, Mar. Gue yakin lu pasti kelar.”, mungkin jawaban semua orang yang ga tau mau jawab apa.

Tanpa mereka bener-bener tau gimana males dan tukang nundanya gue.

Tanpa mereka bener-bener tau gimana bencinya gue sama objek studi gue yang alay dan trashy itu.

Dimana, hari senin gue udah harus ada desain tapak entah via sketchup or autocad. Gue nggak tau sejak kapan syarat desain tapak itu jadi “wajib” untuk anak penataan.

P.s. In a stressful situation, however still find a way to watch “How to make a delicious italian ricotta cheesecake.” I think i wanna be a chef instead.

P.s.s. 3 days before deadline. Dan masih nggak tau analisis pasar gue harus diapain. I think i really like this part the most. Turns out...

P.s.s.s. I’m definitely a PRO-procrastinator.


Someone save me.

Minggu, 12 Juni 2016

Procrastinators

I just found something interesting on youtube, a talk by Tim Urban for TedX. Very recommended for you to watch. He delivered it in a funny way, realistic examples, that we all experience in our everyday life. Espescially for an almost bachelor graduate like me. (F*ck).

https://www.youtube.com/watch?v=arj7oStGLkU

Anyway...

I procrastinate again.

Seharusnya gue liat analisis. Bukan buka youtube.

But. Fuck this.

P.s. Procrastinators start by the word "Pro"... HAH!

Salam Roti!