Senin, 13 Oktober 2014

Welcome, Jackie

Ceritanya, setelah ngidam beberapa lama pada akhirnya rumah gue beneran punya anjing lagi. Fyi, dulu bokap gue itu peternak herder. Jadi kebayanglah tanah gue yang terletak di pinggiran kota itu isinya beneran anjing semua. Salah satu alasan gue ngeliat anjing kampung yang sok-sok galak malah jadi keliatan culun.


Anyway, bokap gue dulu nggak pernah mau pelihara anjing kecil karena bukan hobi. Waktu dia kecil dulu, kungkung gue pernah piara herder untuk jaga rumah dan ngusir tikus dari masih bayi sampe akhirnya mati karena tua. Sejak itu bokap gue certainly have a thing sama anjing herder, kalau kata dia itu anjing paling setia dan instingnya paling tajam untuk ngejaga barang.

Agak OOT dari dua paragraf di atas, akhir-akhir ini gue sering nonton video-video penyelamatan anjing di www.hopeforpaws.org kalian benar-benar harus cek website itu, karena gue berani meyakini orang-orang yang beraksi di sana adalah penyayang binatang. Karena butuh rasa sayang yang begitu besar sama binatang untuk bisa ngangkut anjing dari tumpukan sampah dalam keadaan penuh dengan penyakit kulit sampe agak berdarah kulitnya dan ditaruh di bangku mobil, tepat di sebelah dia nyupir tanpa jijik sedikit pun.

Gue juga sangat menyarankan kalau elo sudah membuka website itu untuk mendonasikan uang yang sedikit tapi bisa berarti banget, meski gue juga belum ngerti gimana caranya, tapi yang pasti bisa dicari tahu. Organisasi itu non-profit. Jadi nggak ada badan apapun yang membiayai kegiatan mereka.

Gue juga senang banget baca tweet-tweet dari @alberthieneE dia punya anjing-anjing yang lucu dan sehat, awalnya gue pikir memang seperti itu keadaan si anjing ketika dia pelihara mereka, dan belakangan baru gue tau. Anjing-anjing itu juga tadinya berada dalam keadaan yang menyedihkan, entah yang disiksa sama majikan yang dulu, etc. Terus dia sanggup ngerawat anjing-anjing itu sampai selucu sekarang.

Alberthiene pernah bilang, memelihara anjing itu adalah komitmen seumur hidup. Sama kayak ketika elo memutuskan untuk menikah ataupun punya anak. Sayang banyak orang yang nggak ngerti hal itu (gue juga baru ngerti ketika baca tweetnya tentang itu), dulu gue juga nggak ngerti. Ketika anjing gue dikasih ke orang, gue nggak ngerti kalau itu sama aja kayak gue mutusin pacar gue gitu aja, atau nyeraiin pasangan gue tanpa pembagian harta. Karena anjing itu udah nyaman dan terbiasa sama pola hidup majikannya, lalu begitu aja lo menghibahkan dia pada orang lain.

*Ini akan jadi postingan panjang, karena topik tentang anjing adalah curhat bertahun-tahun yang dikompilasi jadi satu postingan aja*

Dulu gue punya satu anjing kesayangan namanya Moppy, nah sayangnya gue nggak pernah foto dia karena pada saat itu handphone gue belum ada kameranya. Tapi yang jelas dia itu anjing kampung, beda sama pomeranian yang kecil, Moppy kayaknya ada campuran pom tapi entah dari engkongnya yang keberapa. Makanya waktu kecil dia lucu, tapi dia bertumbuh besar dan makin “kampung” dibanding anjing-anjing bokap gue yang lain.

Ceritanya Moppy itu anjing pertama gue, sebelum bokap gue memutuskan untuk ternak anjing. Gue rasanya sampai hari ini masih kesel sih, karena setelah bokap gue punya beberapa anjing ras asli, dia memutuskan untuk ngebuang si Moppy karena “ga ada harganya” dan takut kawin sama pejantan lain,yang ada malah hamil dan ngerepotin.

Kurang ngeselin apa coba, tapi anyway, gue udah bodo amat dan berusaha ikhlas Moppy gue dikasih ke orang. Padahal gue udah pelihara dia sekitar satu sampai dua tahun. Kalo diinget-inget lagi rasanya gue masih dendam banget soal anjing gue itu.

 Salah satu hal menyebalkan lainnya ketika lo seorang breeder adalah, lo nggak boleh menyayangi anjing yang lo pelihara. Karena anjing itu nggak beda sama komoditi yang menghasilkan uang. Jadi ketika dia sakit dan biaya pemeliharaannya nggak sebanding sama keuntungan yang bisa dia hasilkan, ya... berarti dia bukan komoditi yang menguntungkan lagi. Istilah kasarnya begitu.

Depan: Odine (kiri) Kimon (kanan) Idol (belakang)

Juga ketika anjing-anjing lo melahirkan anak yang lucu-lucu dan lo mulai sayang sama anak-anak anjingnya itu, lo juga harus siap-siap segera kehilangan mereka karena anak anjing itu produk paling menguntungkan. Bisa dijual mahal dan banyak orang yang milih untuk ngerawat anjing dari kecil. Jadi harganya lumayan tinggi, apalagi kalau ras asli.

Gue nggak tau apa hubungannya ini sama tujuan si bokap untuk mengajarkan, “Segala sesuatu harus mengandalkan logika.” Tapi yang jelas menurut gue, bukan urusan logika atau perasaan. Menghargai makhluk hidup lainnya itu udah menyangkut hati nurani elo sebagai manusia. Itu satu-satunya ajaran bokap yang nggak pernah masuk otak gue ketika anjing ada yang sakit dan nggak dibawa ke dokter sampe akhirnya anjing gue mati Cuma karena “apa-apa nggak boleh pake perasaan.”




Alfa yang mati karena pembengkakan skrotum


Iya, gue masih dendam atas anjing-anjing yang mati dan terlantar.

Ngomong-ngomong, kemarin gue kedatangan anjing baru. Jadi dua anjing rottweiler gue yang kemarin akhirnya mati karena tua, gue sekarang pelihara anjing campuran pomeranian entah sama apa lagi. Namanya Jackie.

Aura dan Elis yang udah setia jaga rumah selama beberapa tahun. Hasil hibahan dari teman bokap

Jackie ini anjing yang over-excited kalo ketemu orang. Padahal gue nggak pernah ketemu sama dia sebelumnya, tapi doi udah lompat-lompat aja begitu ngeliat gue (dan belakangan baru gue sadari dia ngajak kawin karena naik-naikin kaki gue terus goyang-goyangin pantatnya. Kampret emang). Jadi setelah gue elus-elus, ikatannya gue buka dan gue ajak keliling-keliling seluruh rumah biar dia tau tempat tinggalnya.

Semoga sih ini nggak keulang kayak yang dulu-dulu. Karena Jackie ini bisa dibilang anjing nyokap gue, yang ngurus juga nyokap gue. Se-cuek2nya nyokap gue dia tetap ngasih makan dan minum, nggak pake sok-sokan “bunuh aja anjingnya biar logis.” Wtf.







6 komentar:

Lidya Renny Chrisnawaty mengatakan...
Komentar ini telah dihapus oleh pengarang.
Lidya Renny Chrisnawaty mengatakan...


Aku suka banget guguk. Tapi terpaksa kehilangan guguk berkali2. Rasanya jadi dendam.Pengen segera punya rumah sendiri supaya bisa pelihara guguk yang banyakkk.... T___T

Marisa Roti mengatakan...

kak Ren: beneran kak ren jg piara anjing? btw, ci orin tuh anjingnya lucu lucu bangeeeettt!

Lidya Renny Chrisnawaty mengatakan...


Akuuu sukaaa bangeeet guguuk. Punya guguk itu bikin bahagiaaa. Sayang belum bisa pelihara lagi. Dulu pernah punya Moli, Nicky, Cookie, Chico, Chiko dan Milky. Yang paling sedih Chico, masih usia 3 bulan sudah rip kena distemper padahal cakep dan luthu banget. Hikss... Iyaa, lucu banget guguk2nya Ci Orinn... bikin pengeenn ;)

Lidya Renny Chrisnawaty mengatakan...


Jackiee cakeeep dan lucuuu yaaaa.... peyuuukkk :D

Marisa Roti mengatakan...

SETUJUUUU
piara anjing memang bikin bahagia. Salah satu impianku punya rumah yang banyak anjingnyaaaa! :)