Senin, 04 Mei 2015

Review: Whiplash (2014)

Just watched the most inspiring movie in my whole life. Mungkin karena dua alasan berikut. Satu, film ini tentang drum. Dua... satu alasan udah cukup sebetulnya. Gue bahkan nggak ngerti bagaimana mungkin rating film ini bisa Cuma 8.4 di IMDB. If it were me, gue akan kasih 10.00 untuk film ini. This movie is amazing!


Pertama, gue nggak nyangka Miles Teller bisa memainkan peran Andrew dengan sebegitu passionate-nya. Terutama ketika gue tau sebetulnya nggak semua adegan nge-drum itu dia yang mainin, even dia bisa drum. Dan jangan tanya gimana akting J.K. Simmons ketika memainkan peran Fletcher yang adalah instruktur disegani di sekolah tersebut.

Di tiga puluh menit pertama film gue beneran nangis, ketika Andrew baru masuk kelas Fletcher dan digembleng dengan caranya Fletcher sampai dia nangis. Maksud gue, perasaan ketika emosi lo dimainin semacam itu oleh instruktur yang lo hormatin. Dan Andrew cowok. Nangis ketika itu menunjukan bagaimana cintanya elo pada profesi yang sedang lo kejar, dan bagaimana besarnya ambisi lo untuk ngeraih hal tersebut. Bikin gue pengen ikut nangis juga.

Gue standing applause kayaknya untuk akting Miles Teller di sini. Dengan pesona cowok naif dan driven... yang tanpa dia ngapa-ngapain aja udah berasa gitu. Hahahaha. Lalu si instruktur bajingan, Fletcher yang terlihat menjatuhkan Andrew dengan segala cara (bahkan sampe di adegan terakhir film sebelum Andrew solo drum).

I can relate with that love and hate relationship between teacher-student. Tapi chemistry mereka berdua selaku guru dan murid bener-bener bikin gue merinding.

Seperti sebuah percakapan dari film di sebuah kafe tempat Fletcher manggung,

“What if there’s a line? You know, maybe you go too far and discourage the next Charlie Parker to become a Charlie Parker?”

“No, An, Charlie Parker would never be discourage.”

Lo harus nonton film fullnya untuk ngerti kenapa gue ngerasa percakapa tadi meaningful banget. Percakapan itu terjadi pasca Fletcher dituntut (karena laporan Andrew) karena dianggap memaksa murid-muridnya sehingga nyiptain depresi dan kekhawatiran berlebihan untuk ambisi mereka. So, then, Fletcher said to Andrew, “I try hard and I will never apologize for how i tried.”

Gue nggak punya review negatif untuk film ini. Even if there is, i dont really give a shit. Hahaha.

Gue bener-bener suka tendangan motivasi yang gue dapet pasca nonton film ini. Terlalu banyak adegan-adegan yang bikin gue pengen nangis, contohnya ketika Andrew maksa bahwa dia berhak ngedapetin peran inti sebagai drummer dan nggak digantiin oleh cadangan lainnya (dalam kasus ini Fletcher marah karena Andrew terlambat lalu stik drum ketinggalan pula). Ketika si Andrew balik untuk ngambil stik drum, dia ketabrak truk.

And he pushed himself. He pushed himself in that injured condition, untuk tetap manggung sampe akhirnya dia mengacaukan bandnya karena tangannya cidera (dan beradarah-darah) untuk bisa megang stik.

Tapi seharusnya lo bayangin itu yang sebetulnya terjadi ketika lo benar-benar menginginkan sesuatu. Itu yang seharusnya terjadi.

When you think youve pushed yourself too hard, then you haven’t. Bahkan jika pemikiran semacam itu terlintas, (that you’ve pushed yourself too hard), then you don’t deserve whatever you think you deserve to have.

Gue bener-bener suka sama film ini. Telat, sih. Karena ini film tahun lalu punya.

But, really. Gue rekomen banget untuk orang-orang nonton ini juga.

Btw, gue jadi suka sama Miles Teller. Sebenarnya udah ngerasain semacam crush sama dia pas akting brengsek dan pengecut dia di Divergent sih. Hahahaha. Lucu aja pas liat dia main di film Whiplash dengan karakter semacam ini. I heart you deh, bro.


Salam Roti!

5 komentar:

Mira mengatakan...

then you need to watch his previous movie, The Spectacular Now, such a sweet guy. He played with the main character of Divergent, btw

Marisa Roti mengatakan...

Mira: wow, thank you for the recommendation, really.
Yes I know, and I really love his acting on divergent. Pengecut dan nyebelinnya brengsek abis.

Mira mengatakan...

hahaha..tapi jujur ni, kesan pertama ngeliat muka dia di Spectacular Now, "siapa dah ni aktor, ga kenal, muka ga ganteng2 amat" but doesn't matter cos he can act spectacular!

Marisa Roti mengatakan...

Mira: hmn, tbh, gue suka aktor yang ga harus ganteng untuk gue bisa relate sama dia. Means, dia aktingnya kece dan memainkan peran dengan sangat baik.

Oh in case you havent watched this, i recommend Womb (2010) staring by Eva Green and Matt Smith. Dapet rekomen dari temen, dan kalo lo nonton Doctor Who (which is gue enggak. hahaha) Matt Smith pemeran si dokternya.

Itu cowok yang bisa menyandang label "sexy geek" i guess (juga menurut salah satu teman gue). Dia nggak ganteng, tapi aktingnya passionate banget. Give it a try. Jangan nguap karena filmnya slow pace banget.

Ryna Safitri mengatakan...

I was here to push people beyond what's expected of them ..
https://www.youtube.com/watch?v=Ds1AnwS6y8Y