Rabu, 22 Januari 2014

Mungkin Nanti

Diskusi singkat bareng Emha melalui message facebook, bikin gue teringat sama Cloud Atlas, film yang cukup berkesan. Enggak, gue gak mau review. Cuma mau sekedar mengeluarkan... apa ya. Keresahan setelah nonton film itu. Eh! Bukan keresahan juga dink.

Itu film yang memang harus ditonton banget, selain karena setting yang keren, ide yang menurut gue... fantastis (gak akan jadi hiperbola ketika gue puji film itu). Gue serius. Ada banyak adegan dengan setting waktu yang berbeda (bahkan setelah bumi kiamat) dan masing-masing kisah memiliki benang merah satu dengan yang lainnya. Sebetulnya ada kisah yang bikin hati gue mencelos, kisah boneka robot Korea cewek yang bekerja di sebuah restoran dan gak sadar kalau dirinya robot, sampe suatu hari seorang cowok nyelametin dia.

Lo harus tau, adegan ketika si robot cewek itu mati, dan mereka terpisah. Bener-bener bikin gue nangis dan mencelos. Tapi kemudian, digambarkan lagi mereka di negara yang berbeda, bukan orang Korea, melainkan berkebangsaan Inggris, menikah dan bahagia. Seolah-olah, mereka jodoh dalam semua zona waktu dan peradaban. Imajinasinya gila banget. Kalo lo mau tau cinta selama-lamanya, nah itu tuh! Beneran cinta dan ketemu di semua jaman.

Oh iya, ceritanya Emha lagi bikin novel tentang tentara pionist dan tentara Cyborg yang bersitegang di jaman medieval Timur Tengah. NAH BAYANGIN GAK LO. Udah medieval pake Timur Tengah, kayaknya bakal canggih banget nih, secanggih tentara-tentaranya!

Gue tunggu aja novelnya terbit. Mihihihihihihi.

P.S. Gue mau ngomong ini..

Kalau kita gak berjodoh di jaman ini, gue tetep percaya kalo kita berjodoh. Jadi biarkan kisah kita sama kayak mereka yang ketemu dalam zona waktu berbeda, mungkin jenis kelamin yang berbeda. Who knows.


*Lagi ngomong sama langit-langit kamar, menunggu jodoh jatuh dari atas*

2 komentar:

emha eff mengatakan...

Ish. Marisa pake bilang-bilang soal proyek novelku. Masih tahap konsep. It's a subject to change. Dan itu bukan pionist ya, tapi psionis... Biarpun aku pikir emang mesti diganti pake istilah yang lebih akrab di lidah sih...

Anyway, kalo tiba-tiba si komposer gay jatuh dari langit-langit kamar, gimana reaksimu? :P

Marisa Roti mengatakan...

Emha: Dia... bakal gue jadiin temen tidur! Porno gak tuh?!