Rabu, 19 Oktober 2016

Pengen Sombong

Okay. Life as a young executive. So let me update it here.

First of all, gue sangat suka… sangat, sangat suka, tempat perusahaan gue bekerja. This is what I tell to all of my friends. Bahwa untuk memutuskan bekerja dan berkomitmen di suatu tempat, lo harus berdasarkan tiga hal berikut ini:

  1. Tempat kerja itu bisa bikin lo nyaman
  2. Lo bisa memberikan potensi terbaik lo bagi tempat kerja lo
  3. Lo bisa belajar banyak dari tempat kerja lo.



Menurut gue, factor nomor satu adalah yang terpenting, karena ketika lo tidak merasa nyaman, maka kemungkinan besarnya lo tidak akan memiliki dua hal di bawahnya. That’s why gue menaruh itu di peringkat yang pertama.

I always tell and think about this. Bekerja pada suatu perusahaan sama seperti menjalani suatu hubungan. Ada take and give. You can take, and you can give. Kadang bukan Cuma tentang gaji. We’re not that shallow, and we shouldn’t be that shallow Dan gue selalu berpatokan serta memasang mindset pada “ilmu” bukan kepada “salary”. Karena kita masih muda, pengetahuan dan ilmu jauh lebih berharga daripada uang (you all can shout that I am a hypocrite, tapi gue lagi serius ini).

Okay, kita masuk kepada poin kedua. Hal ini lebih relate kepada dua hal. Semangat dan kemampuan. Untuk bisa melakukan poin kedua, menurut gue lo harus memiliki dua hal di atas. We won’t talk about commitment, integrity, etc here. Anggap aja, gue emang masih belum ngerti tentang poin-poin tersebut dalam dunia kerja.

Ketika lo punya semangat kerja yang baik, dan kemampuan yang memadai untuk pekerjaan tersebut, gue yakin lo bisa memberikan potensi terbaik lo bagi tempat kerja. Istilah kasarnya, lo punya skill di bidang intrinsik, lalu bekerja di bidang eksak. Dan lo ga suka. Which makes apa yang lo berikan kepada perusahaan menjadi tidak maksimal.

Dua hal tersebut juga pada akhirnya bergantung ke diri lo sendiri, barulah bisa masuk ke dalam etika, integritas, dan sebagainya. So yeah, semangat dan kemampuan, people.

Ketiga, adalah ilmu yang lo dapet dari perusahaan lo. Perusahaan lo harus bisa membuat lo belajar. Well, ya, semua pekerjaan pasti ada ilmu dan pembelajaran masing-masing. Tapi manakah perusahaan yang bisa memberikan lo ilmu secara optimal, dan efektif bagi visi lo kedepannya.

Gue sudah mengalami titik dimana gue bilang, “I want to work in this company for a long term period”. Because, can you imagine, suatu momen gue lagi mengalami masalah keluarga yang cukup… menyebalkan katakanlah. And the only thing that enlighten my day adalah, gue bisa dateng ke kantor, ketemu orang-orangnya, diskusi, dan buka worksheet kerja gue. So… relieving. Senyaman itulah gue.

Soal ilmu, nggak usah lagi lah kita bahas. This company is the most well-known property consultancy di Indonesia. If you’re familier with the field I’m working in, lo pasti tau perusahaan apa yang gue maksud. Xixixi.

Nggak ada ruang untuk galauin hal-hal yang nggak perlu. I need a progress. Ketemu dengan orang-orang yang decisive dan visioner. Jangan lagi kita ngomong soal kemampuan mereka di bidang eksak (I am a young valuer now, if you’re wondering).

Property valuer to be exact. Pekerjaannya adalah… menghitung nilai property dengan basis ilmu appraisal.

This time, I have to explore myself and my potention. As aggressive as I can be. This is the time. Gue tidak mau menyia-nyiakan keputusan gue untuk ngekos (dengan berbagai masalah yang terjadi dan sebagainya) untuk buang-buang waktu gue. I’m working with many great people now, so I have to keep up and be great as well. Just how I always picture my life would and should be.

So great.

Life is great, everything is great.

P.s. Masih ada satu cita-cita jangka pendek gue yang belum kesampaian. Kurus.

P.s.s. Ngomong-ngomong soal galau, yah namanya cewek. Nggak segitunya amat lah ga pernah galau. Galau sih galau, tapi akhir-akhir ini yang ganggu konsentrasi gue bukan galau kalo lagi meeting. Tapi anu-anuan. Lagi ngomongin kamu, nih… iya, kamu dan kupingmu.

P.s.s.s. Gue kerja bareng sama satu teman kampus gue. Fyi, pas kuliah dulu dia selalu jadi ketua. Mantan ketua DPM Teknik, selalu mengetuai berbagai acara kemahasiswaan, dan gue selalu mikir anaknya songong anjing. Ternyata menghabiskan 8 jam sehari sama anaknya, yah... gitu lah. goblog dan hina.


Salam Roti!

8 komentar:

Anonim mengatakan...

Smangat terus yah! dan sering2 curhat ke blog yah, wkwkwkwk, ga brasa, dari zaman SMA skr sudah eksekutif muda... wihhh~

Marisa Roti mengatakan...

anon: Iyaaahh! wah ngikutin ya. Thanks for reading!

Anonim mengatakan...

iya, ngikutin dari zaman si marisa ini pengen banget jadi anak hukum, pengen jadi pengacara, terus nyasar ke planologi, hahaha~

Marisa Roti mengatakan...

Anon: wanjer hahahahha. yah hidup. Gitu, lah.

Rika Priwantina mengatakan...

Halo Mar! Ciye banget eksekutif muda dan ga nyangka juga hidup udah sejauh ini. Entah sih, kenapa beberapa hal polanya sama kayak aku. Jangan-jangan kita sebenernya satu jiwa dengan tubuh yang berbeda?

Yha.

Suka banget sama "I want to work in this company for a long term period". Lagi nyaman-nyamannya sama kantor dan segala hal disekitarnya. Bahkan di tanggal tua sekalipun. Kayak sekarang. Hiks.

Marisa Roti mengatakan...

HAHAHA, seriously, Rika?? I keep wondering also sih, gimana mungkin pola hidup kita sama.

Eh makanya, sekarang kita harus manage keuangan nih, biar ga harus ngerasain sengsara tanggal tua. Right???

callmemary mengatakan...

Good for u. Even idk what do i really want rite now. Haft.

Marisa Roti mengatakan...

@callmemarry what happened to you and your colerism (if there's such word), eh?