Selasa, 27 Agustus 2013

Planologi Bukan Tentang Tanaman (atau Luar Angkasa) -___-

Errr... gue gak pernah cerita soal jurusan gue ya.

Mungkin. 1. Karena gue terlalu bego buat ngerti jurusan gue kayak apa. 2. Gue Cuma terlalu males buat ngetik di blog. 3. Atau karena gue masih semester tiga dan itu sesuatu yang harus lo wajarkan. Atau. 4. Karena memang jurusan gue sulit buat di jelaskan. Dengan kosakata yang mudah di mengerti.


Jadi sejak gue kuliah. Gue udah terbiasa banget dengan pertanyaan.

“Kuliah dimana?”

“Untar, tante.” (kalo yang nanya tante2.)

“Oh, semester berapa, dek?”

“Tiga, tante.”

“Jurusan apa?”

Sampe hari ini, setiap kali gue ditanya. “Jurusan apa?” itu selalu menjadi tantangan tersendiri buat gue. Seolah itu adalah pertanyaan tersulit sepanjang hayat hidup gue. Mungkin akan lebih susah daripada pertanyaan “Apa resiko membesarkan dada dengan silikon?”

Gue akan berpikir keras setiap kali gue ditanya jurusan apa. Bukan karena gue terlalu bego (atau mungkin iya) tapi gue pikir karena jurusan gue terdiri dari banyak kata. Well ya, oke. Sebetulnya lo bisa dengan jelas mengatakan. “Planologi.” Tapi jawaban itu akan menjadi bertambah rumit, ketika si tante-tante kepoh tadi mengajukan pertanyaan yang semakin aneh

Simulasi situasi:

“Jurusan apa, dek?”

“Planologi tante..”

“Ohh! Yang tentang tanaman itu, ya? Kamu belajar pertanian?”

“Bukan, tante. Itu...”

“Tentang luar angkasa? Astronomi?!”

“Bukan, tante.. itu..”

“Obat-obatan ya? Farmasi?!”

........

BUNUH GUE BUNUH!

Jadi, beberapa waktu belakangan, gue mulai membiasakan diri gue untuk tidak menjawab dengan “Planologi.” Melainkan, “Perencanaan wilayah dan kota konsentrasi real estate.”

Mungkin hidup gue akan lebih mudah ketika gue masuk jurusan komunikasi dimana sepertinya semua manusia di muka bumi ini ngerti apa artinya komunikasi. Atau hukum?! Maksud gue semua orang ngeh hukum yang berbau undang-undang.

Nah, dengan jurusan sepanjang “Perencanaan wilayah dan kota konsentrasi real estate.” Tentu aja gue akan berpikir keras setiap kali gue ditanya gue masuk jurusan apa. Bukan, bukan karena gue bego, tapi gue butuh waktu mengingat. Lo harus tau rasanya jadi gueh!

Dan bahkan ketika gue menjelaskan jurusan gue dengan nama sepanjang tadi. You should know that.. ORANG ORANG TETEP GAK NGERTI DAYM!

Well ya, ada beberapa yang sok ngerti dan ngangguk-ngangguk seolah-olah dia adalah dosen  perencanaan kota gue. Dan tanggapan seperti itu selalu membuat gue antusias, sekali lagi, karena gue pikir DIA BENERAN NGERTI.

“Oh, tante ngerti jurusan saya?”

“Enggak...”

..........

*jambak bulu ketek*

Hiya. Terserah deh.

Gue sendiri juga masih belum ngerti konsep jurusan gue.

Tapi intinya. Lo harus tau, kalo lo baca blog gue, dan lo punya kenalan yang jurusannya sama gue. Plis deh. Bilang aja.. “Oh, perencanaan kota, ya? Yang kayak gubernur ya?”

Buat gue itu cukup.

Ngomong-ngomong, berhubung gue punya kenalan planologi tapi anak negeri, gue bener-bener berasa “konsentrasi real estate” dari jurusan gue itu berasa banget. (baca lagi paragraf di atas, jurusan gue gak Cuma tentang kota.) dan buat gue itu sangat keren. Karena gue belajar properti, gue belajar akuntansi, gue belajar pajak, dan tugas-tugas gue sangat beda di banding temen gue tadi, selain gue jalan-jalan ngelilingin kota, gue juga mulai kenal pengembang-pengembang besar jakarta. Dan (mau gak mau) berkecimpung di dalamnya demi tugas dengan survey dan sebagainya.

Dan kalo lo bingung anak planologi nanti kalo udah gede bakal jadi apa, pekerjaan utamanya adalah sebagai planner. Planolog. Perencana. Kita merencanakan. Kita memerhitungkan. Kita mendesain kota (kalo memang lo interest di bidang itu) kita mengatur wilayah. Tapi sekali lagi, karena di kampus gue gak hanya tentang kota, pilihan bidang profesi gue jadi lebih luas. Bla bla bla. Pokoknya banyak.

Mungkin semester lima nanti gue akan post tentang jurusan gue, atau tugas gue secara spesifik. Iya, tugas yang gila-gila itu. Dan beberapa temen gue. Anyway, gue kan udah punya junior. Dan ceritanya angkatan 2013 itu Cuma ada 26 orang. Iya bro, mamen. Seangkatan dua puluh enem orang. Sedikit. Emang.

Jadi gue selaku orang optimis meskipun sekarang gue mulai admit kalo gue Cuma survive di jurusan gue tanpa passion yang nyata. (seriously...) minimal, seharusnya orang-orang yang masuk jurusan gue itu spesial. Jadi gue optimis gue beruntung bertemu dengan orang-orang spesial. (karena sekali lagi, mereka masuk planologi. Jurusan yang anggotanya sedikit banget itu.)

Sekian tentang jurusan gue. Semoga lo mendapat sesuatu dari posting kali ini (meskipun sepertinya enggak.) (dan serius deh gue masih mikir2 pindah ke seksologi. Kayaknya gue cocok. -____-)

Salam roti!



9 komentar:

Anonim mengatakan...

Planologi jurusan keren kok asal abis tamat gak buat kota jakarta makin semerawut aja ahahaha

Tiffany Frederika mengatakan...

Awalnya juga gue mikir planologi itu tentang tanaman. Soalnya kan kalo secara verbal, orang pikir tulisannya 'plant' tanaman, bukan 'plan' rencana.

Anyway, selamat udah jadi senior. Hahah.

Anonim mengatakan...

wew....udah semester tiga aja ni anak.
Keren bgt ya jurusannya.
Bisa dong ngerencain jakarta jd kaya seoul ato bandung kayak venice.
Lanjutkan perjuanganmu

~tante di bandung~

Anonim mengatakan...

tante2 kan cuma kepo basa-basi nanya.
tapi masak anak muda sekarang nggak tahu planologi sih ? ignorant abis.

jurusan gw kosakatanya gampang tapi tetap aja orang suka nuduh ke jurusan tetangga. oh iya, teman gw ada yang jurusan aktuaria. tau nggak? nggak boleh google lho.

-commentolog (if such word exists)

Marisa Roti mengatakan...

ano1: SETUJU SAMA KAMU! secara itu jurusan gue ya. hahahaha
Fan2: TUH KAN GUE BILANG JUGA APA?! Sebetulnya waktu pertama diceritain koko gue soal itu, gue juga mikir itu ttg tanam2an sih..

Tante dari bandung: ih senengnya dikomenin tante... *muka merayu menggemaskan (atau menggelikan whatev)

ano4: kayak2nya gue tau nih gaya2 bahasa lo. mahahahahahahaha. anywaaayyy, gue seneng kalo ternyata anak muda banyak yang tau plano juga. yeaaahhh..

Anonim mengatakan...

koq gw diaddress pake ano4 sih? di kolom komen, anonimnya cuma 3.

oh, ini pertama kalinya gw komen di blog lo. and i don't know you in person. tapi bisa aja lo kenal gw. #resikopublicfigure

gak penting mungkin, but just in case ada orang yang lo accused komen di blog lo padahal dianya nggak. hehe..

-commentolog

Anonim mengatakan...

planologi prospek cerah kok mar. tenang aja, lo bisa kaya melalui jurusan Perencanaan Wilayah dan Kota Konsentrasi Real Estate. *tiiing*

Anonim mengatakan...

Mar udh semester 6 nih. Ceritain dong

Marisa Roti mengatakan...

anonim: Kamu mau diceritain apa? Bilang aja, ntr aku ceritain semuanya buat kamu.