Minggu, 24 Februari 2013

There Always A Reason


First, ada banyak sekali kabar yang terjadi dengan gue, selain netbook gue yang telah koma dan sekarang gue harus beli netbook baru blab la bla. Gue mulai menikmati jurusan gue dengan segala tugas yang menurut gue semakin seru. Kayak impian gue waktu SMA, dimana sebagian besar waktu lo belajar itu bukan di kelas, tapi justru sebaliknya. Dan semoga, jurusan gue adalah impian itu.


So far, gue banyak survey ke beberapa daerah di Jakarta, yang mana sungguh aneh. Mengingat gue pergi ke alfamart di ujung kompleks, dan bisa nyasar waktu pulang. Gue rasa, masuk ke jurusan ini pada akhirnya adalah hikmah. Karena mau gak mau gue harus tau jalan, tau lokasi, dan harus tau persis tentang angkot dan teman-temannya.

Gue berkenalan dengan satu orang special (cieeee). Enggak, enggak. Gue masih jomblo, dan terakhir ngabisin valentine bareng soulmate gue, siapa lagi kalo bukan fan-fan yang entah kenapa juga masih jomblo. Jangan-jangan kita memang belahan jiwa yang ditakdirkan memiliki satu sama lain dan jomblo bersama hingga nanti.. (fan-fan amit-amit di rumahnya). Oke, terlepas dari temen-temen kuliahnya (anak anak psikologi) yang entah kenapa jadi ledekin gue dengan sebutan “Miss Complicated..” membuat otak gue makin complicated. (akan gue bahas nanti). Dia punya temen-temen baru yang asik, yang mana juju raja sempet bikin gue takut, kalo gue kalah asik dibanding mereka. Well, gue memang kalah asik dibanding mereka, terutama fan-fan lebih banyak ngabisin waktu sama temen-temen jurusannya. BLA BLA BLA. Gue gak mau mewek.

Balik lagi ke orang special tadi. Ehm. Jadi gini, dia itu salah satu teman yang menurut gue sangat baik dan ngasih gue banyak banget pelajaran tentang kedewasaan. Kisah hidupnya yang bikin gue merefleksikan keadaan gue dan orang-orang di sekitar gue.

Gue gak tau, tapi dari san ague belajar bersyukur, dan sekarang gue jadi semakin menikmati kehidupan gue. Teman gue ini, bikin gue mengambil satu kesimpulan baru tentang hidup gue. Bersyukur. Sejelek apapun itu, sejelek apapun masa lalu, bersyukur aja. Gue bukan tipikal orang relijius, yang percaya Tuhan, tapi gue percaya semua hal terjadi karena suatu alasan. Dan teman baru gue ini, orang yang berhasil membuktikan itu ke gue.

“Masa lalu gue, bukan lagi habis gelap terbitlah terang, tapi memang bener-bener gelap.”

Dan dia akhirnya menemukan titik terang buat hidupnya yang mana bikin gue sangat bersyukur pada saat ini. Seperti teori yang gue emban, kalo satu teman memberi satu pelajaran, nah teman baru gue inilah salah satunya. Yang ngojok-ngojokin gue buat berani menelaah “apa yang tengah gue rasain”, karena entah kenapa sekarang gue jadi sadar, kalo gue terlalu pengecut buat maju dan ambil resiko dalam hal apapun. (serius baru nyadar??)

Oh iya, begini, gue lagi keranjingan sama Faberry, itu. Rachel Berry dan Quinn Fabray di Glee. Mereka digambarin sebagai musuh di filmnya Rachel yang dianggep looser dengan orang tua yang gay, terlalu bertalenta, egois, self-centric, dan selalu banyak omong, hingga memberi kesan annoying, sedangkan Quinn si ketua chearleaders yang super bitchy dan ngeselin, musuh bebuyutan Rachel. Gue ketemu satu fanfic berjudul I’ll Be ini, dengan 20 chapter yang setiap chapternya bisa sepanjang khotbah dosen ekonomi gue di sore hari.

Puaanjjaaannnggg banget. Tapi yang bikin gue tergila-gila sama fanfic ini adalah alur cerita yang sebetulnya terlalu aman, tapi perkembangan karakternya bener-bener berasa menurut gue. Dimulai dari hari kelulusan, saat Rachel dapet beasiswa di NYADA, dan bisa keluar dari Lima, Ohio, dengan beasiswa. Dia keluar dari kehidupan SMA, tanpa cerita mengesankan dengan semua temen-temen sekelas yang iri dan sebel sama dia.
Quinn, yang gak memiliki kesempatan untuk dapet beasiswa di manapun, dan dengar soal kepergian Rachel mulai memikirkan cara buat memanipulasi si Rachel dan dia bisa ikut ke New York, akhirnya menyatakan bahwa dia jatuh cinta sama Rachel, dan janji asal Rachel ajak dia ke New York, dia akan ngelakuin apa aja. 

Gue suka perkembangan cerita, dari pertama Rachel yang awalnya nolak untuk ajak Quinn (si musuh tersupernya waktu sekolah) akhirnya pulang, karena dia depresi dan kesepian di New York. Serius, hidup tanpa seorangpun teman di kota megapolitan, dan kesadaran bahwa lo bukan satu-satunya orang berbakat di sana memang bisa jadi cukup berat.

Karakternya berkembang, ini fanfic terkeren yang pernah gue baca juju raja. Mereka gak stagnan dengan kisah cinta yang gitu-gitu aja. Tapi kehidupan mereka berubah, terus meningkat, sampe akhirnya mereka sampai pada tahap kaya, sukses, dan super terkenal.

Ada satu kalimat yang gue suka, dimana waktu mereka diwawancarain, dan si host (Kurt) bilang betapa sempurnanya kehidupan mereka.

Gue suka sudut pandang author yang menggambarkan, hidup mereka memang sempurna sekarang, tapi dulu. Waktu mereka SMA, bullying, slushie, ataupun Quinn yang hamil diluar nikah, diusir sama orang tuanya yang religious, dan dicampakin sama pacarnya, bisa jadi masa lalu yang ironis.

Intinya, gue mengaitkan cerita di fanfic ini dengan kisah temen gue. Like I said, semua terjadi karena suatu alasan. Ini terlalu fanfic-ish sih memang, tapi sayangnya gue memang tipikal orang yang percaya happy ending. Happy ending atau bukan itu pilihan lo menurut gue.

Masa lalu yang ironis atau buruk buat lo, gak menjamin gimana masa depan lo. Anggaplah masa lalu yang buruk itu untuk mengganti masa depan lo yang akan super indah nantinya. Semua terjadi karena suatu alasan. Itu yang gue percaya. Kenapa gue disini, menulis ini, terlahir di keluarga gue, gue percaya semua itu ada alasan.

Okay, semoga teman gue baca ini.. (PASTI LAH! Awas aja dia gak baca….)

Gue berharap yang terbaik buat lo. Apapun itu bentuknya. Lo mengajarkan banyak hal buat gue, dan semoga gue melakukan hal yang sebaliknya.

By the way, buat lo yang suka glee atau faberry boleh cek ceritanya di sini.. tapi dalam bahasa inggris ya teman-teman.

Sekian postingan hari ini.

Salam roti!

4 komentar:

Sagalapedia mengatakan...

pgn bisa nulis ky kamu,hehe..
salam kenal ya.

Tiffany Frederika mengatakan...

Hahaha. Galau? Tenangg aja, ga ada yang bisa ngegantiin kamu di hatiku ♥ XD

Katanya lo mau kasih gw link fraberry yang mereka nyasar ke masa depan?

kalong mengatakan...

Maarisaa,
waktu gue lg tumblr-an, tiba2 nemu poster fanmade I'll be kece loh hahahahahahaha here's the link -> http://harmonyjune.tumblr.com/post/46851886871/faberry-fan-fictions-fan-poster-ill-be-by
btw, ada website kece yg bisa bikin fanfic jadi e-book coy! itu sumpah kece abis. udah tau kah? kalo belom, nama web nya www.flagfic.com hehehehe..
contoh downloadable e-book nya adalah sbb
http://www.mediafire.com/view/?y6fhqmsf3xu8j39
*bah loh tambah banyak kan list nya hahaha*
anywaays, hope you enjoy hehehehehehe...

Marisa Roti mengatakan...

CIEEEE... KANGEN DEH SAMA KAMU. hhehehehehe

kemana aja lo? ga pernah kasih2 gue link begituan lagi. hahahahaha..

gue udah cek nih, dan soal I'll Be. SHITTTT.. ITU KEREEENNN AKU SUKA!! sumpah gue suka banget cerita itu, cerita sepanjang itu dan gue udah baca tiga kali. TIGA KALI SAUDARA-SAUDARA. gue suka sama endingnya yang terlalu happy itu. well, i think thats life, you can achieve your own happy ending if you say so. JREEENNG. hehehehe..