Kamis, 13 Juli 2017

Site Inspection, So Far...


Jadi, seperti yang gue udah pernah cerita sebelumnya, pekerjaan gue sekarang itu require gue untuk berkeliling Indonesia, tergantung aset si klien itu ada dimana. Kegiatan survey itu adalah proses yang wajib dan prosedural dalam melakukan penilaian satu atau lebih aset. Intinya, aset itu bisa ada dimana aja. Pinggir pantai, hutan belantara, bahkan satu temen kantor gue udah pernah survey ke tambang emas kalo ga salah, which dia harus masuk dan ngecek gua-gua mengerikan itu.

Belum lagi pengalaman naik pesawatnya, karena di satu titik dalam hidup seorang penilai, lo akan mengalami yang namanya Senin ada di Bali, Selasa ada di Sidoarjo, lalu Kamisnya ada di Lampung. Segitu sering, dan khatamnya sama bandara dan pesawat. Nah, pengalaman naik pesawat ini juga ada-ada aja. ada yang turbulence sampe kencing di celana, ngelewatin badai hujan, gue paling parah sih pas balik dari Surabaya kemarin. Pesawatnya ga nyantai, lalu sayup-sayup ada yang baca ayat al quran. eh buset. 

Kalian bisa cek artikel ini, bisa menggambarkan gimana kurang lebih kerjaan seorang Penilai/Valuer/Appraiser (ditulis sama manager gue di kantor, by the way). https://id.linkedin.com/pulse/7-fakta-menarik-tentang-profesi-penilai-martie-po

So far, sebagai cewek tangguh yang entah masih dianggep cewek apa enggak di kantor, gue baru dikasih tanah-tanah kosong yang letaknya dimana-mana. Tanah itu beragam, ada yang enak di pinggir laut, bisa survey sambil menikmati alam. Ada yang letaknya di atas bukit, dan gue harus ngedaki (salah satu alasan, gue yakin. GUE BUKAN ANAK GUNUNG!) yang bikin mata gue berkunang-kunang di tengah perjalanan.

Ada yang medannya gampang ditempuh, ada yang harus naik mobil 4 wheel kalo ga mau mandek dan mogok di tengah-tengah perjalanan. Ada yang deket sama mall dan kampus, which comfy banget survey yang kayak gitu, ada yang di antara hutan karet atau kebon singkong.

Akhir-akhir ini gue dapet di daerah Jawa Barat. Baru minggu lalu, hari Selasa gue ke Sukabumi, Pelabuhan Ratu, lalu Kamis balik ke Bandung, lalu balik lagi ke Sukabumi dan nginep di sana. ISYANA CAPEEK. That’s work. Anyway, ini salah satu bagian serunya dari pekerjaan gue sebenernya. Gue jadi ngeh kenapa dulu pas interview, tiba-tiba bos gue (yang waktu itu adalah pihak user) tiba-tiba nanya,

“Do you like travelling?”

“No.” Gue jawab, membayangkan cewek-cewek anti mainstream tatoan yang misinya keliling dunia.

“Oh, really? Because in this field, we have to do site inspection, which can be all around Indonesia.”

Aaaahh. I see.......

Jadi... perjalanan pertama gue setelah gue pertama kali kerja di sana adalah...

Pontianak

Survey tanah kosong, yang ada di antara mall dan kegiatan komersial lainnya. Nothing special, selain makanan-makanan khas pontianak, dan cici-cici gemes berkeliaran di sepandangan mata. Ditambah, sebetulnya ini kampung kelahiran bokap gue, dan gue ga pernah ke sini sama sekali. Sekalinya ke sini, udah buat urusan survey. Itu pun setelah bokap ga ada.

Bandung dan sekitarnya

Yha, what can I say about it yhaaa... Bandung, Sumedang, Cimahi, itu, deh. Tau lah, ya Bandung. Enaknya buat liburan, bukan buat kerja.

Sidoarjo & Surabaya

Ga lama di Surabayanya, karena objek gue di Sidoarjo, dan gue harus pulang hari. Jadi di Surabaya Cuma buat kebutuhan ambil data aja. But you know... fun.

Lombok dan Sumbawa

Udah pernah gue ceritain di postingan sebelumnya. Gimana bagus pantainya, gimana gue harus menyebrang dengan kapal Feri yang isinya mbak-mbak dangdutan yahud. Lalu kenalan dan ketemu bule.

Sumba Barat, NTT

Fyi, ga ada pesawat dari Jakarta yang bisa langsung ke pulau ini, pas berangkat gue transit di Kupang, dan pulang transit di Bali. Ya, transit setengah jaman, ga bisa main dulu cebur-cebur kaki di laut.
Anyway ya... sumpah itu pantainya bagus banget. Gue udah cukup amaze sama bagusnya pantai di Lombok, dan gue sampe nganga begitu survey ke sini dan liat gimana pantainya mereka. Busyeeeh. Itu pantai biru bener udah kayak pake pewarna. Hastaga.

Oh iya, if any of you know Nihiwatu, ya, objek gue deket banget sama Nihiwatu, nama desanya Patialabawa. Pantai-pantai di sana itu berbatasan langsung sama Samudera Hindia, so you know... selling point. Nihiwatu ini gue denger-denger harga nginep per malam 10 juta sampe 200 juta. Banyakan bule super model yang nginep di sana.

Setelah senggang, gue main-main ke kampung lokal mereka, yang bener-bener masih otentik banget. Canggih, deh!

Pas survey, gue pake kebelet pipis, padahal itu jauh banget dari pemukiman. Well, semua rumah di sana memang jaraknya jauh-jauh sih.

Anyway, setelah gue main di kampung lokal mereka, kita ikutan acara duka mereka ada saudara yang meninggal, dan makan babi bareng mereka. Kebetulan pas itu yang survey gue sama Harry salah satu temen kantor gue, dan kita berdua non-muslim, jadi... sejahtera.

Gue main-main ke tempat mereka nenun kain. Dipaksa nyobain nyirih (pake pinang dan sirih) lalu karena gue kecentilan, gue nyoba.

Gue juga ngeliat proses pemotongan babi dan penyiksaannya. Buset deh. Ekstrim.

Dari atas pesawat, gue lupa ini Kupang apa udah Sumba. Yang jelas biru banget bray!
Kondisi tanah sekitar pantai
Lake Marosi, telaga kecil sebelum pantai lepas
Nenun manual di Kampung Tarung (tetanggaan sama Wetabar)

Pantai yang gue visit, kece abis!




Kampung Wetabar from above

Proses potong babi

So, yaaa, all is good, all is fun. Gue belajar banyak, dan yang pasti belajar bawa diri juga. Karena gue sering ada di kota yang bener-bener asing, dimana gue harus belajar budaya di sana supaya ga salah ngomong (biasanya gue pasti nanya supir yang nganter gue kemana-mana), lalu belajar menjalin hubungan dengan banyak sekali orang baru. Good thing, good thing.

By the way, Cuma buat pamer aja. Ini peta yang ada titiknya berarti gue udah pernah kencing di sana. (Secara gue beser, kencing dimana-mana).




Salam Roti!

Tidak ada komentar: