Tampilkan postingan dengan label bimbang. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label bimbang. Tampilkan semua postingan

Selasa, 16 Juni 2026

Semut

Gue benci banget sama semut.

Udah pernah gue tulis juga di sini gimana bencinya gue sama semut. Terutama semut merah karena bisa gigit.

Gue juga pernah cerita di sini waktu dulu gue pernah jualan roti di sekolah, lalu stok roti gue taruh di kamar. Tiba-tiba disemutin. Yang bikin serem karena mereka kecil-kecil terus rame. Lalu semua makanan yang ditaruh sebentar dan disemutin -> ga bisa dimakan lagi. Karena semutnya pasti sampe masuk ke dalam2. In my case, roti gue jadi gabisa dijual lagi karena disemutin.

Guys. Turns out I even made a poem about ANTS!

Jumat, 23 Juni 2023

Rediscover

This blog is.. what.. 13 years old? Gue inget banget mulai nulis blog ini dari tahun 2010 waktu umur gue masih 14 tahun, karena (lagi-lagi, selalu gue ceritakan), pada saat itu senior yang gue suka banget di sekolah punya blog di friendster. Motivasi gue nulis blog cuman satu ; supaya bisa ngobrol sama senior gue lalu ada topik karena gue juga lagi nulis blog, nih. Belajar dari elo.


Keputusan yang sangat gue syukuri seumur hidup gue. This blog helps me to go through everything in my life. Gue melewati masa remaja gue, menemukan diri gue sendiri melalui tulisan-tulisan gue di blog. Dan setiap kali, setiap kali gue melewati suatu fase tertentu dalam hidup gue, gue bisa selalu ke sini menemukan kembali diri gue yang hilang.

Selasa, 20 Desember 2022

Medi's Home

 Gue mau update sesuatu...


Jadi, berhubungan sama postingan gue di waktu lalu soal KPR, dimana gue kekeuh banget bilang, KPR bikin rugi! Jangan mau KPR nanti lo rugi kena bunganya! Nggak asik hidup dikejar-kejar cicilan kayak gitu!


Medi berargumen : lah kalo nggak KPR terus gimana gue bisa beli rumah?


Lah bener juga.


Kalo lo karyawan swasta yang gajinya mungkin masih 10-15 juta per bulan, nggak punya sumber pemasukan lainnya selain dari gaji pokok, ya... gimana caranya? (Ya jangan beli rumah dulu?!) Ya bisa nabung sih... kalo nabungnya udah dari SD, terus tiap dapet angpao shincia duitnya lo simpen semua.


Selasa, 27 Agustus 2019

Lagi Latihan Nulis


Ih wow.

Udah 7 bulan sejak terakhir kali gue nulis blog.

….Dua minggu lalu, gue ketemu sama salah satu temen nulis gue yang udah lama nggak ketemu. Kadang gue suka ngerasa intimidated kalo ketemu temen nulis yang udah tahunan lamanya nggak ketemu, karena sebagian dari mereka masih nulis, sementara gue enggak. Topik mereka masih tenang tulisan, ide-ide baru mereka, sedangkan gue enggak. Jadi, ya… Nggak nyamannya itu rasanya kayak pas imlek harus ketemu saudara-saudara dan ditanya, “KOK GEMUKAN? KURUSIN LOH BADANNYA ENTAR BAHAYA.” Tapi ini pertanyaannya biasa lebih santai, “Eh lo gimana? Masih nulis nggak?”

Minggu, 20 Januari 2019

Your (My) Own Version


I am 24 years old. 25 years old this year, and I have lived these past 3 years for not being myself. I am not me. I am not the best version of me. I am boring.

Setelah melalui awal umur 20an, ada banyak event penting yang terjadi di hidup gue. Bokap gue meninggal ketika gue berumur 22 tahun, pada momen skripsi, yang meyakinkan diri gue bahwa, gue harus menjalani hidup gue dengan benar setelah bokap gue nggak ada. (bukan berarti sebelum itu hidup gue nggak bener), to be on track I mean, to make his dream comes true. No pressure or anything, but I did promise him that I will be something big. I will make my life great, I will survive on my own and be successful.

Senin, 19 Maret 2018

Multitask


Waktu kecil dulu, gue sering banget dilempar remot atau tutup pulpen, abis itu gue denger orang rumah teriakin nama gue sambil marah-marah. Gue sering dikatain budeg. Apalagi sejak gue SMP gue punya hape dan sering pake headset denger lagu, makin kuatlah asumsi orang-orang kalo gue itu beneran budeg gara-gara suka dengerin headset.

Kamis, 22 Februari 2018

Resign

Selama ini gue mikir begini : my first job would be another place for me to learn, study, and a place for self improvement.

Sabtu, 03 September 2016

Insecurities

Insecurity itu satu kata yang sangat familier buat gue. Despite akan terdengar membosankan dan klise (karena please, I talk about it very, very, often), lately gue punya pandangan baru, ya ga baru-baru banget mungkin. Like gue udah tau dampak dari rasa insecure adalah begini dan begitu. But, I see it now. Gue melihat itu terjadi dalam kehidupan nyata, pada pengalaman teman-teman gue. Soal pacar mereka, soal karir mereka, soal hidup mereka.

Jumat, 05 Agustus 2016

Too Bored to Exist

That moment when you feel like shit *ngunyah permen biar semangat*

Everything seems like an eternity of boredom. Gebetan yang lagi lo incar, ngebosenin. Kopi yang lo minum, ngebosenin. Video yang lo tonton, I’ve watched it a hunderd times already. Buku yang lo baca, too bored to read a book. Temen chat yang biasa, ahhh ngebosenin. Ketemu temen? Harus ngirit. Kan sekarang gayanya kalo ketemu di coffeeshop secangkir 50 ribu. Gue harus bertahan hidup tanpa minta sampe kerja dan dapet gaji sendiri.


Biasanya di momen kaya gini, I become an annoying person. Ngomenin semua status orang di IG, nge-like foto semua orang, satu-satunya hal menyenangkan yang gue lakukan adalah membayangkan gue ada di bathtub berhamburan uang cepecengan. Iya memang semurah itu gue. Hanya seharga uang. But it’s an awesome fantasy though. Lebih awesome daripada bengong jorok.

Maybe I need a gun to be pointed toward my throat, so I'll be grateful to have such a life. *pasca nonton Fight Club*

P.s. Baru nyadar. Seumur hidup gue belum pernah tidur di atas rumput. How does it feel?

Salam Roti!

Senin, 11 Juli 2016

Enjoy, shall we?

Good books, bad books. Thrilling movies, boring movies. Who am i to judge? Not a critic, nor a professional editor. What I know is, whether I like them or not.

Ini sebetulnya pernyataan gue tentang subjektifitas gue ketika menilai beberapa hal. Karena buku dan film untuk dinikmati, bukan untuk dianalisis. Anyway, penilaian buku itu layak disukai atau enggak nggak selalu karena embel-embel “International Bestseller”, meskipun bisa jadi salah satu acuan bahwa buku itu disukain banyak orang.

Individu punya kriteria masing-masing untuk memutuskan mereka suka atau enggak sama hal tersebut. Pengalaman pribadi, impian, sudut pandang, genree, bahkan aktor dan artis yang berperan. Laku keras bukan berarti kita suka, nggak laku bukan berarti kita nggak suka. Even the worst books you have ever encountered, if it tells about your life, you will somehow intrigued by it.

Random thoughts.

Intinya, we love books and movies, so let’s enjoy it the way it’s suppose to be enjoyed.


Salam Roti!

Sabtu, 09 Juli 2016

The Alchemist, though

So... Di tengah balada yang dialami kebanyakan pengangguran (which is a state that I’m in right now) adalah memusingkan masa depan, apakah rencana sudah settle, apakah rencana yang sudah settle itu sudah yang terbaik, apakah yang dilakukan sekarang untuk rencana yang sudah settle dan entah itu adalah yang terbaik adalah hal yang tepat? Kata temen gue, “Sekali-kali ngobrol sama hati lo sendiri.”

Kamis, 16 Juni 2016

Save Me

I’m sick. Batuk yang entah karena bakteri atau virus. Just tossing and turning around in bed, lalu jalan, keliling rumah, buka kulkas tapi ga ada yang bisa dimakan. Buka laptop, nonton youtube. Nggak ada tenaga ngeliat judul “Bab V Analisis”. Sore-sore ditelpon Eki Cuma buat ngasih tau akhir bab 5 udah harus ada zona pengembangan. Agak malem di-line Mitha nanyain desain sketch up. Kepala gue buyar sebentar lagi. Karena gue baru ada di titik 5.5 dari bab 7, kesimpulan.

At this point, I’m trully, asking myself. With full honesty, dan dengan kelembutan, “Why on earth, Marisa. Waktu pemilihan topik lo milih penataan? Why? Ada ratusan mall di Jakarta ini yang butuh pengelolaan dengan baik. Then your last semester would be simple.”

Setiap gue ngeluh semua orang jawab, “Tenang, Mar. Gue yakin lu pasti kelar.”, mungkin jawaban semua orang yang ga tau mau jawab apa.

Tanpa mereka bener-bener tau gimana males dan tukang nundanya gue.

Tanpa mereka bener-bener tau gimana bencinya gue sama objek studi gue yang alay dan trashy itu.

Dimana, hari senin gue udah harus ada desain tapak entah via sketchup or autocad. Gue nggak tau sejak kapan syarat desain tapak itu jadi “wajib” untuk anak penataan.

P.s. In a stressful situation, however still find a way to watch “How to make a delicious italian ricotta cheesecake.” I think i wanna be a chef instead.

P.s.s. 3 days before deadline. Dan masih nggak tau analisis pasar gue harus diapain. I think i really like this part the most. Turns out...

P.s.s.s. I’m definitely a PRO-procrastinator.


Someone save me.

Minggu, 12 Juni 2016

Random Thoughts

Gue sidang sekitar 12 hari lagi. Sidang tugas akhir. I know, it might not be a big deal for some people. But for me it is. Bukan, bukan karena itu adalah hal yang momentum dan sangat penting di hidup gue, well it is sebetulnya at some point, karena ini adalah momen terakhir kuliah gue di PWK, but tbh, mainly because ada 7 analisis yang harus gue buat dan baru 3 analisis yang 100%. HAHAHAHAHA.

I am a lazy person, and a procrastinator. Yang bikin gue suka ternganga ngeliat orang-orang kaya beberapa temen gue yang Ipnya 3,8 ke atas di kampus. Yang kalo ngomong dan bikin rencana harian itu jelas, “Gue harus ngerjain tugas dari jam segini sampe jam segini.”

“Gue harus jadi ketua organisasi.”

“Gue udah siapin waktu buat jalan minggu ini ama kalian.”

Very organized, planned, and have been thought thoroughly. Every gesture, every decision, in everything they do.

No, that’s not me. Jadi buat beberapa pembaca blog yang punya persepsi delusional akan gue. Plis... Sadarlah secepatnya.

But gue juga bukan mereka yang bisa ngelepas segalanya like they have nothing to lose. Yang nggak peduli akan berapa IP mereka dan nggak peduli sama deadline dosen. Like they don’t really need this degree. Itu juga bukan gue.

Yang bisa ninggalin temen-temen sekelompoknya dan lepas tangan sepenuhnya ketika ada tugas kelompok. Itu sama sekali bukan gue. I know my responsibility, but I’m lack of dicipline for myself. I want to have credibility and integrity tapi kadang nggak punya konsistensi atas apa yang gue ungkapin ke orang-orang dan apa yang gue lakuin.

Laziness and procrastination is not what successful people do. But, gue juga ngeliat temen-temen gue yang disiplin, berprestasi, but lack of vision. I’m all about visions and goals but lack of dicipline and stuff.

Auk, ah. Gue mau ngerjain analisis dulu.


Wish the best for me. Doa itu efektif. So you may do it for my sake.

P.s. I love fasting season. Terutama di hari minggu kaya gini, gue bisa jajan sepuasnya di sekitar rumah. Lusa gue beli timbangan

P.s.s. Gue nggak deg-degan. Tapi gue stress setengah mati. Kebawa mimpi, sakit perut, yang muncul tiba-tiba. I just realized ciri-ciri gue stress emang sakit dan kebawa mimpi.

Jumat, 20 Mei 2016

I'm Switzerland

It’s been long since the last time I posted something here. Sebetulnya ini karena dilema males buka laptop, asal lo tau aja. Laptop gue itu udah keyboardnya rusak (jadi gue harus colok-colok keyboard eksternal), baterenya rusak. Jadi kalo mau si Wang nyala gue harus nyolok dulu, nyolok keyboard. Duh pokoknya ribet kaya antrian sembako.

Selasa, 09 Februari 2016

Why Chivalry is Dead

If any of you who read this, know who Trevor Wesley is, then blessed your world. Dan anjir gue benci banget karena baru tau dia dari youtube beberapa jam lalu from one of his song Chivalry is Dead. His songs are really my muse.

Lalu gue download lagu-lagu lainnya. Dan favorit gue selain lagu tadi adalah Why. Dengan lantunan gitar dan piano. Geez, nothing can light up my mood better than this.

Trevor, you came into my life right in time I need you.

Anyway, satu lagi lagu favorit gue dari dia, Out on The Town. If you like an easy listening, soul-ish kind of song, then you might like it too. Give em a try, and you'll fall in love just like me.

Salam roti!

P.s. I might not be an ideal, outgoing, easy, person to hangout with. But I can be anything if you need me to. Things are getting weird, but I have Trevor tonight. So whatever.

Minggu, 15 November 2015

Status: Identifying Passion

I was writing something about passion yesterday. The first pharagraph is great, gue menyatakan opini-opini orang tentang passion itu apa dan sebagainya. Because I’m serious about this article, so I tried to state some datas and facts regarding to passion. Supaya orang bisa relate itu ke logika mereka dan lebih ngerti kenapa passion begitu penting.

Rabu, 11 November 2015

The Truth Is...

I had a conversation with one of my (brainstorming) friend. Just a few hours ago. Pokoknya membahas sesuatu tentang bagaimana tulisan bisa memotivasi anak-anak muda to stand for themselves. While di postingan gue sebelumnya adalah (menurutnya) merupakan salah satu bentuk dari "stand for themselves" tersebut. Then I realize something, really, really crucial about myself.

Here are some of our chats that I screenshots.




Kenapa gue post ini? Karena gue nggak pernah benar-benar mengakui sisi yang semacam ini sebelumnya. While postingan gue yang sebelum-sebelumnya sebetulnya nunjukin banget bahwa gue orang yang rentan insecure. This time I really admit it. There are a few of my posts that I made based on anger or insecurities. So I really hope whoever reading this blog, kritis aja. Sejujurnya, karena...

Kadang tulisan gue itu asal jeplak.

P.s. I'm working on something that really interest me.

Salam Roti!

Selasa, 20 Oktober 2015

Sarjana Teknik (Just A Lil More)

Gue berada dalam kondisi stress yang sebenarnya baru gue sadari ciri-cirinya. Biasa. Skripsi. Selalu kebentuk dalam imajinasi gue mau gimana tapi nggak pernah dikerjain. Gue sampe mikir mau pura-pura mati aja pas sidang. Barangkali kalo ada senior yang baca blog gue ini, bakal komentar, “Elah lebay amat, Mar, ama kolokium.”

Gue nggak sedang berada di kondisi tingkat kepercaya dirian yang tinggi, which is itu jarang terjadi ketika berhubungan sama tugas. I always thought that I can do it nicely segimanapun males-malesannya gue. Not this time.

Temen-temen kuliah gue mah gitu, kalo gue bilang, gue stress, pasti ada aja yang komentar, “He? Muka lu santai aja, Mar, perasaan?”

Iya, muka gue emang kaya gitu... dari pas lahir. Mukanya udah nyantai.

Because I really want this Sarjana Teknik title so bad, and I know I definitely can do it. Tapi kalo gini terus caranya, stress karena gue nggak merasa telah mengeluarkan effort ke dalam skripsi gue. Bisa mencret-mencret gue.

Jerawat gue keluar semua, ya maksudnya nggak lebay. Cuma muka gue jadi ada satu sampe tiga jerawat. Tiap tidur, Cuma skripsi yang gue pikirin. Menghantui. Nggak lebay, emang serius rasanya kaya gitu.

Gue terus mempertanyakan, apakah gue sudah memilih topik yang tepat, apakah ini beneran passion gue. Kok gue males ngerjainnya? Karena gue nggak tertarik sama topiknya atau emang dasarnya gue males aja?

Imas selalu punya jawaban untuk pertanyaan seperti itu, “Udah, Mar. Jalanin dulu aja apa yang ada. Yang penting dikerjain ga usah dipikirin.”

One step at a time. Everything will be okay.

P.s. gue bahas mengenai pengembangan kawasan pantai akhirnya untuk skripsi gue. Arahnya lebih ke perkotaan, dimana itu sesuatu yang nggak gue duga, pada akhirnya gue setuju-setuju aja ngambil ini topik. Semoga bisa terus lanjut, nggak dicut sama dosen.

P.s.s. Gue percaya doa adalah satu hal yang ampuh. Jadi doakan gue sukses untuk ini.

P.s.s.s. Setelah gue pikir-pikir lagi, orang di sekitar gue itu emang kepoh banget. Tapi kepoh adalah bentuk kepedulian, jadi setiap mereka nanya, “Eh, kolo lo gimana jadinya?” Dengan pandangan penuh kepedulian, I take it that they’re concern about their friends. And thats a good thing. Karena kolo itu sendirian, you walk alone in this, and you have to finish it. Pertanyaan sederhana kaya gitu bisa jadi salah satu bentuk cambukan dan motivasi.


Salam Roti!

Sabtu, 26 September 2015

Dear, Coffee

There are things in this world that you love so much and can’t live without, but they keep hurting you everytime you get closer. For me, it’s coffee.

Pengalaman tiga hari lalu itu traumatis banget, bagi lambung dan memori gue. Sebelumnya, entah gue udah pernah cerita atau belum, sejak beberapa bulan lalu, kopi itu udah jadi daily intake setiap pagi. Terutama waktu gue kerja praktek di Sudirman, itu gue ampe beli kopi tubruk sendiri buat gue seduh tiap pagi.

Kamis, 10 September 2015

Nggak Bakat Komitmen

I'm basically the worst person in commiting. Gue ada tendensi untuk selalu mengabaikan apapun yang ga ada untungnya buat gue. While komitmen berarti lo terikat pada sesuatu dengan atau tanpa benefit/profit dari hal tersebut.