Tampilkan postingan dengan label novel. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label novel. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 03 September 2022

Nulis Lagi

Gue mulai nulis lagi.

Bukan nulis blog curhat kaya gini. Gue mulai nulis fiksi lagi.

Dan rasanya…. Senang. Menulis fiksi buat gue bikin gue punya dunia lain yang berbeda dari kehidupan nyata. Buat orang overthinking kaya gue, ternyata gue memang harus nulis. Karena ketika gue nggak nulis gue akan cari hal-hal nggak penting, masalah-masalah kecil, untuk dipikirin sampe itu jadi masalah besar.

Kamis, 26 September 2019

Yang Nyari Buku "Don't Tell Me Anything"

Gue mau info.

Dulu banget, gue pernah review novel (minjem hiks) thriller yang gue suka banget banget dan ditulis oleh Vasca Vannisa. Buku yang gue baca itu judulnya, "Don't Tell Me Anything". Udah lama banget sampe gue agak lupa ceritanya. Tapi bener-bener yang gue inget buku itu keren banget dan membekas sampe sekarang nuance depresifnya di otak gue. (Iya, tetep gue lupa ceritanya.)

Lalu banyak orang komen di kolom komentar kalau mereka penasaran dan pengen nyari buku itu tapi nggak ada.

Well, no worries!

Gue sudah kontak penulisnya tadi siang, dan nanya soal buku tersebut.

Jeng jeng jeng jeng (jeng jeng yang tidak membuat rasa antisipasi)

Kalian bisa order buku itu di...

Www.shiramedia.com

Dan dapet tandatangan penulisnya langsung. Jadi, bisa langsung kalian cek dan belanjakan.

Inget... jangan cari pdfpdf gratisan. Beli. Lagian kaga ada juga pdf gratisan udah gue cek.

(Hhhh. Hasrat pelit dan nggak mau rugi ini suka muncul).

https://shiramedia.com/book-author/vasca-vannisa/

Eh yang "Don't Tell Me Anything" baru akan publish sebulan lagi. Jadi sabar-sabar, ya.



Udah ah, cek sendiri aja.

Bye.

Salam Roti!

Minggu, 27 Maret 2016

Review: Miss Peregrine's Home for Peculiar Children - Ransom Riggs (2011)

I think I have to, must, write my opinion about this book here. Ada dua alasan, karena satu it left an uneasy feeling inside me after I’ve done. Dua, sebenernya karena alasan pertama aja, sih, tapi mungkin disebabkan karena open ending di halaman terakhir. Bukan titik, bukan akhir kisah. Semacam rasa gusar tapi bikin lo senyum lalu menutup cerita dengan rasa tidak ikhlas karena kisah karakternya harus berakhir. Anyway, gue menghabiskan buku ini dengan lantunan lagu dari playlist Billie Holiday, baru sadar that she’s an awesome singer. Baru sadar juga gue ada playlistnya bersandingan sama Frank Sinatra. (My favourite, Solitude and Just The Way You Look Tonight).