Tampilkan postingan dengan label kerja. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label kerja. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 12 September 2020

Beli Rumah Di Bawah Umur 30 Tahun? KPR Banget?

Kebanyakan nulis report kerjaan, bikin tangan kaku nge-blog.

Gue dari kemarin pengen banget nulis blog tentang topic yang berhubungan ama hidup gue sekarang, atau berhubungan sama properti. Tiap mau ngetik di blog, “Gue pengen ngasih pendapat soal...” yang keketik malah, “Terkait kondisi yang terjadi saat ini, maka konsultan menyarankan….”

Rrrrrr.

Jadi untuk nulis satu paragraf di atas, gue udah menghabiskan 30 menit dalam hidup gue.

Baiklah, supaya kebiasaan nulis report dan keinginan gue nulis blog bisa bersatu padu dan berharmoni, gue mau bahas soal properti aja. (properti, huruf kecil. GA USAH HURUF GEDE KAYA DI LAPORAN MARISA!).

Barusan gue nonton youtube dari salah satu channel arsitektur di Indonesia. Kebetulan pada saat itu dia bahas topic soal beli rumah di bawah umur 30. Lalu gue penasaran, tips and trick seperti apa nih yang mau dia kasih untuk orang-orang seperti gue yang mau beli rumah.

Lagi-lagi… solusi lo punya rumah di bawah umur 30 tahun cuman satu : KPR.

Minggu, 20 Januari 2019

Your (My) Own Version


I am 24 years old. 25 years old this year, and I have lived these past 3 years for not being myself. I am not me. I am not the best version of me. I am boring.

Setelah melalui awal umur 20an, ada banyak event penting yang terjadi di hidup gue. Bokap gue meninggal ketika gue berumur 22 tahun, pada momen skripsi, yang meyakinkan diri gue bahwa, gue harus menjalani hidup gue dengan benar setelah bokap gue nggak ada. (bukan berarti sebelum itu hidup gue nggak bener), to be on track I mean, to make his dream comes true. No pressure or anything, but I did promise him that I will be something big. I will make my life great, I will survive on my own and be successful.

Senin, 10 Desember 2018

Tes Ginjal


Hari ini gue seharusnya kerja. Tapi gue ijin dengan berat hati karena pinggang nggak mau berkompromi. Badan nggak bisa bangun dan gerak dikit pinggang gue rasanya mau patah. Penyakit pinggang ini sebetulnya udah kerasa dari bulan Oktober kemarin, lalu gue diemin aja. Pikir gue, entar jg ilang sendiri. Ternyata tidak. Sekitar 3 hari lalu sakitnya makin parah, gue nggak bisa bangun ataupun duduk tanpa meringis sakit.

Sabtu, 16 Juni 2018

French Press - Cuppy


GUE BAHAGIA.

Sebagai seorang pecinta kopi yang pelit dan nggak mau rugi, selama ini gue minum kopi simpel aja, seduh di gelas terus minum. Lalu gue mulai ngantor dan dimanjakan dengan mesin espresso punya bos gue yang boleh kita operasikan sendiri.

Sejak itu setiap sore, pasti ada aroma kopi menguar di seluruh ruang kantor, entah itu gue atau temen kantor gue lain yang bikin. Itu mantep banget. Sore-sore itu jam rawan nyemil dan jenuh kerja, karena otak lo udah dibuat mikir sepagian, abis itu makan siang. Pasti ngantuk tuh. Jadi lumayan bantu buat boost fokus kita ke kerjaan. Coffee always make your mood better, isn’t it.

Gue jadi ngerasain enaknya minum kopi nggak pake ampas. Tapi nggak mungkin kan gue beli mesin espresso jutaan kayak di kantor gue atau pembuat kopi 500 ribuan (GUE MAUNYA MURAH!). Juga, kalo kita beli kopi di daerah-daerah yang masih manual banget, tingkat kehalusan penggilingan mereka biasanya nggak bisa buat di mesin espresso, jadi antara mesin kopi 500 ribuan, manual brewing atau pake FRENCH PRESS!

Sejak gue tau ada teknologi French press di dunia yang indah ini, gue jadi kepengen banget beli buat di kosan. Simpel, murah, tapi ngopi juga jadi enak.

Setelah drama berjilid-jilid ama tukang jualan di Tokopedia karena pesanan gue nggak nyampe-nyampe, akhirnya gue memutuskan untuk beli French Press ini di toko aja. Beberapa bulan lalu, gue sama Medi pernah jalan ke Plaza Cibubur (MEDI PULANG KAMPUNG!), dan ketemu French Press itu, tapi gue ogah beli, karena gue pikir, di online bisa dapet harga lebih murah.

Akhirnya setelah kejadian Tokopedia beberapa minggu lalu, gue decide untuk… Yaudahlah, mahal dikit kita cari di Ace Hardware aja. DAN KETEMU!!!

Meskipun gue ngejelasinnya sampe harus buka google images dulu biar mas2nya ngerti apa yang gue maksud dengan French Press. Jangan-jangan dia udah mikir mau bawa gue ke tempat penggorengan kentang goreng McD.

KETEMUUUUUU!!

Gue beli, gue cium lembut, lalu gue bawa pulang. Sesampainya di kosan, gue nggak langsung pake, karena gue sama Medi berkomitmen untuk menghabiskan malam itu nonton Netflix sambil minum Soju. Nggak mungkin kan Soju gue campur sama kopi… Atau mungkin, ya?

Anyway, besoknya gue bangun pagi karena nggak sabar untuk nyobain French Press baru gue. Entah gimana ceritanya di ruang tamu kosan tergeletak kopi sidikalang gitu aja, digiling kasar, pas banget untuk diseduh pake French Press, dan… aku bahagia.

Iya, gak penting update-an gue, tapi daripada bosen malem-malem. Xixixi.

Namanya... Cuppy. Karena setelah kopinya jadi, harus dituang ke cangkir. SUKA SUKA GUE YANG KASIH NAMA! (ga nyantai lu, Mar)


Salam Roti!

Minggu, 10 Juni 2018

Olahraga Hari Ini


I was about to write about my holiday to Pontianak last month. Bareng Medi. Semua isinya tentang makanan, lalu gue tiba-tiba bosan di tengah artikel, lalu gue mikir, “Ah, udahlah. Males lanjutin nulisnya. Jadi nggak menarik lagi.”

Rabu, 21 Februari 2018

Fengshui dan Arsitektur

Ini judul blog gue udah kayak mau nulis artikel majalah desain interior ya?

Nggak sih. Anda salah.

Kalo lagi nyari tips desain rumah dengan asas fengshui, close aja buruan. Gue mau bahas yang nggak penting.

Sabtu, 13 Januari 2018

Site Inpsection : Surabaya (Sekalian Update)

So... It’s been a year and half since the first time I officialy become a property valuer.

Setelah sekian lama gue nggak update di sini, so I think this is the time to write more.

By the way, gue baru saja balik dari Surabaya kemarin malam dengan segala tragedi mimsan turun dari pesawat, dan supir taksi yang lupa ngasih struk (gue lupa nomor taksi dan nama supir. TAKSI BANDARA KE KOSAN 150 RIBU DAN GUE NGGAK BISA REINBURST KALO GA ADA STRUK SHIT!!).

Minggu, 25 Juni 2017

No Choice

When we were kids, we have no choice but to go to school - well some of us. It's a good kind of "no choice" though. Karena pendidikan itu penting dan menentukan masa depan. Hmn. Sekolah juga lingkungan dimana kita mengembangkan karakter dan menemukan diri kita sendiri.

Jumat, 14 April 2017

Work Life, People

My job need a detail, on schedule, dicipline, precise, consistent people. Which  is not me at all. Turns out ini jadi sedikit tantangan buat gue dalam menghadapi pekerjaan gue sendiri. The weird stuff is, I enjoy my job. I enjoy the challenge. I’m not saying be a property valuer is my passion. It’s not precisely so. Karena somehow, gue tetap craving aktivitas-aktivitas yang gue katakan sebagai passion gue dalam keseharian gue. Seperti nulis dan nyanyi. Yah dan sejenisnyalah. People say my job is boring.

Sabtu, 25 Maret 2017

Such a "Good" Night

So this is how I spent my that so called “TGIF”.

Ketahan Ngeprint

Jadi gue ada janji sama temen gue dan teman-temannya buat nonton acara Payung Teduh di Markas yang super alay itu. Acaranya start jam 7. Gue udah siap-siap mau pulang tiba-tiba karena satu dan lain hal, gue ketahan di kantor. Oke, it’s okay telat. Yang penting di sana bisa chill dan bakal asik. Jadi begitu gue bisa pulang, gue langsung lari buru-buru nyari uber dan sebagainya.

Ubernya Jauh

Tada. Bukan uber namanya kalo di SCBD gue bisa dapet uber dalam jangkauan kurang dari 500 meter. Pasti berkilometer jauhnya. Which mean, gue harus nunggu. Gue nunggu driver pertama, cancel kejauhan, begitu juga dengan tiga driver selanjutnya. Sampe driver terakhir posisinya ada di panglima polim akhirnya dia mau jemput ke kantor gue. That’s okay, guys. Gue membayangkan chillin sambil nonton Payung Teduh yang gue sebenernya ga suka suka banget itu. Hell, I don’t even know/care about that song, about the hype of that so well known Payung Teduh ini.

That so well known “Payung Teduh”

The point here, I don’t really give a shit about Payung Teduh. Tujuan gue adalah bisa nyantai ngobrol sama temen-temennya si temen gue itu. Wrong decision. Seharusnya gue udah duga si band itu fansnya banyak banget. Dan acaranya gratis, how come gue mikir gue bakal bisa nyaman di sana. Bener aja. Begitu sampe banyak kimcil-kimcil anarkis yang teriak-teriak di bawah tangga minta biar bisa naik. Padahal setau gue untuk bisa masuk harus reserve, dan seharusnya si temen gueitu udah reserve dan masuk duluan.

Jadi gue langsung line orangnya, “Kalo 10 menit gue ga bisa masuk gue pulang.”

Pada saat itu gue mikir sampe berulang-ulang, betapa begonya gue, bela-belain dateng ke daerah Tanjung Duren Cuma demi band yang gue ga suka-suka banget, ketemu orang yang gue juga ga kenal, dalam kondisi buru-buru pula. Dan beginilah keadaannya. Shizh.

Jadi gue ikutan kerumunan alay itu naik tangga sambil megangin tas gue takut kecopetan. Tiba-tiba temen gue ngeline dia mau keluar ngejemput gue. Di sana bener-bener  ga ada udara sama sekali. Itu gue desak-desakan sampe masuk ke pintu, dan di pintu dalem temen gue langsung teriak nyuruh gue untuk keluar aja karena di dalem parah banget.

Lalu kita ke whatsapp kafe berdua. Si temen-temennya temen gue itu masih ada di dalem. Yang mana bikin gue amaze sekali, gila. Sesuka itukah lo pada band itu sampe berani ada di dalam situ tanpa takut mati keinjek-injek, keabisan napas, atau kecopetan, perampokan. Omg.

Turns out mereka ga tahan juga. Dan nyusul ke whatsapp cafe

At this point gue udah bete setengah mati sama kejadian semaleman.

Lalu gue pesen makanan di situ dan... ga enak. Lalu lama. Jadi gue Cuma makan dua suap setelah itu gue ga makan lagi. Can you imagine, seorang gue membiarkan sepiring makanan teronggok gitu aja? Mungkin rasa makanannya nggak segitu buruknya, tapi bete gue udah sampe ke ubun-ubun,.

The night was just a mess. Gue bahkan sebetulnya udah ga ada mood sama sekali untuk bersosialisasi.

Keabisan Cash

Jadi pas makan gue nanya salah satu karyawannya yang gue ga tau otaknya terbuat dari apa. Debit CIMB bisa apa enggak. Karena ga semua mesin bisa pake debit gue. Dia bilang bisa, jadi gue mesen dengan tenang meskipun ga ada duit di dompet. Bisa pake kartu.

Waktu di kasir, ternyata nggak bisa. Gue nanya ATM terdekat. Adanya BRI. Akhirnya gue ke BRI, dan gue baru inget CIMB ga bisa ngambil di BRI.

Jadi gue balik lagi dan ngutang ama temen gue.

Gue yang udah segitu nggak mood dan keselnya, decide untuk misah aja dari mereka dan pulang duluan. Jadi gue minta diturunin di satu tempat terus gue bisa pulang sendiri. Gue minta diturunin di sevel, supaya bisa sekalian ngambil duit (ATM gue Cuma ada di sevel dan sejenisnya).

Gue bahagia banget pas turun di Plaza Festival karena ada ATM gue. Jadi gue langsung bergegas dan ngantri di belakang orang-orang. Begitu kelar, dan giliran gue tiba-tiba ada tulisan gini. “MOHON MAAF MESIN SEDANG DALAM PEMELIHARAAN”

Gimana gue nggak rasanya pengen teriak anjing di situ?

Gue nanya sama orang yang sebelum gue, dia bilang pas dia bisa Cuma lelet banget. Dan begitu gue tiba-tiba mesinnya rusak. Can you imagine what was going on there? Hari gue lagi sial banget.

Lalu gue pesen uber untuk pulang, tadinya gue udah niat nongkrong tapi gue takut mati, dengan segitu banyak kesialan terjadi dalam satu malam, I’d better go home and stay there.

Lalu masuklah line temen gue. Bilang sorry segala macem, entah nyindir apa bilang sorry beneran. In the end gue disalahkan karena misah secara paksa dan tanpa pemberitahuan sebelumnya. Really? Gue masih bertahan sejak 10 menit sebelum pintu dibuka aja udah keajaiban mayn. Dengan segala kesialan-kesialan itu.

Pesen Uber yang Jauhnya kek Setan

Lagi-lagi gue dapet uber yang jauhnya kek setan. Gue Cuma duduk dan merenungi kejadian semalam itu. Bahkan gue dapet uber yang sejauh itu pun gue Cuma pasrah aja nungguin. Shitty.

Ya, I know, we all experience this kind of constant unluckiness in one day. Ya, I know. Cuma menduga-duga aja, kejahatan apa yang gue lakukan siangnya sampe malemnya kek gitu.

In the end gue sampe di kosan dengan aman. Ya, masih untung ga keserempet nenek-nenek di jalan. Jadi gue berusaha menikmati malam ini dengan rasa jengkel setengah mati.

So here I am.

Tempat curhat dan bersandar paling bisa diandalkan.

Nulis.

I love Blog Roti so much.

Semoga nggak ada yang mengalami malam sabtu kaya gue ya teman-teman. Semoga juga kalian nggak sekurang kerjaan itu bela-belain nonton Payung Teduh di kafe alay itu gratisan.


Salam Roti!

Minggu, 06 November 2016

Slow Down

Well, I’m a mess.

So unorganized, so dirty like a pig, and so... impulsive.

Like, everything has to be done in a rush. Gue terlalu mengimplementasikan, “Ayo cepet, cepet.” Di segala aspek hidup gue. Makan, kerja, mikir. I need to slow down a little and see things through. Because when I move fast, when I try to be fast, I tend to make mistake. I tend to be unorganized and messy. So..

Rabu, 19 Oktober 2016

Pengen Sombong

Okay. Life as a young executive. So let me update it here.

First of all, gue sangat suka… sangat, sangat suka, tempat perusahaan gue bekerja. This is what I tell to all of my friends. Bahwa untuk memutuskan bekerja dan berkomitmen di suatu tempat, lo harus berdasarkan tiga hal berikut ini:

  1. Tempat kerja itu bisa bikin lo nyaman
  2. Lo bisa memberikan potensi terbaik lo bagi tempat kerja lo
  3. Lo bisa belajar banyak dari tempat kerja lo.