Akhirnya gue memutuskan untuk beli rumah dengan cara KPR tahun 2024 lalu.
Pada akhirnya satu-satunya cara untuk karyawan kayak gue bisa beli rumah -> KPR.
Akhirnya gue memutuskan untuk beli rumah dengan cara KPR tahun 2024 lalu.
Pada akhirnya satu-satunya cara untuk karyawan kayak gue bisa beli rumah -> KPR.
So, lately, I've been spending significant amount of time, answering questions related to MBTI on Quora.
First of all, I think we should all celebrate the fact that we actually have Quora in this world. We can at least try to find an answer for our weirdly specific questions. Something like MBTI.
I think the question "Most to Least Favourite MBTI" is particularly interesting (actually, I just want to story-tell about my observation and judgement on these MBTI types), and I already wrote an answer in Quora for this one, too lazy to write a longer version, just copy paste everything.
So for those of you interested in MBTI, these are some of my observations on the other 15 types.
Like the infinity stones, I've finally collected all of them.
For some of you who actually put actual interest in MBTI shit, you guys need to know that..
I am an ENTP. It took 14 years for me to really admit, that
I’m a true ENTP. Recently, I embraced it.
And what does an ENTP do when they’re bored? They start
something new, something big, something life changing, something that sounds…
like a good idea?
So. Yep. I think about it for quite some times (2 days), and it feels unfair if I don’t share my new endeavour in this blog. I want to do… stand-up comedy. About time.
Gue mau update sesuatu...
Jadi, berhubungan sama postingan gue di waktu lalu soal KPR, dimana gue kekeuh banget bilang, KPR bikin rugi! Jangan mau KPR nanti lo rugi kena bunganya! Nggak asik hidup dikejar-kejar cicilan kayak gitu!
Medi berargumen : lah kalo nggak KPR terus gimana gue bisa beli rumah?
Lah bener juga.
Kalo lo karyawan swasta yang gajinya mungkin masih 10-15 juta per bulan, nggak punya sumber pemasukan lainnya selain dari gaji pokok, ya... gimana caranya? (Ya jangan beli rumah dulu?!) Ya bisa nabung sih... kalo nabungnya udah dari SD, terus tiap dapet angpao shincia duitnya lo simpen semua.
Gue mulai nulis lagi.
Bukan nulis blog curhat kaya gini. Gue mulai nulis fiksi
lagi.
Dan rasanya…. Senang. Menulis fiksi buat gue bikin gue punya dunia lain yang berbeda dari kehidupan nyata. Buat orang overthinking kaya gue, ternyata gue memang harus nulis. Karena ketika gue nggak nulis gue akan cari hal-hal nggak penting, masalah-masalah kecil, untuk dipikirin sampe itu jadi masalah besar.
Merry Christmas untuk semua teman-teman yang merayakan!
Semoga semua yang baca blog ini dalam keadaan sehat, dan
nggak sok ide memutuskan untuk travelling jauh-jauh memanfaatkan momen libur
panjang. Stay home and stay safe people! Tapi kalo mo liburan yaudah sih, asal
tetap patuh protokol.
Salah satu anggota keluarga gue ada yang positif Covid, dan
baru dengar kabarnya dua hari lalu. Mengalami gejala yang (sepengalaman gue
denger cerita orang-orang yang gue kenal), kayanya covid banget ; hilang indera
penciuman, dibarengi dengan pilek, dan berangsur indera pengecap juga ikut
hilang. Semoga cepat sembuh.
Anyway, gue ingin cerita sesuatu yang nggak terkait dengan
Covid-19.
Yaitu tentang kosan baru gue dan Medi.
Jadi kami baru pindah ke kosan ini di bulan September kemarin. Setelah memutuskan pindah dari kosan yang udah 3 tahun kita tempati (mon maap itu Kasur lebarnya hanya 120 cm, gue kalo tidur berdua ama Medi mesti nyamping baru muat).
![]() |
| Namanya... Cuppy. Karena setelah kopinya jadi, harus dituang ke cangkir. SUKA SUKA GUE YANG KASIH NAMA! (ga nyantai lu, Mar) |