Tampilkan postingan dengan label baru. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label baru. Tampilkan semua postingan

Rabu, 23 Juli 2025

KPR, but Grateful

 Akhirnya gue memutuskan untuk beli rumah dengan cara KPR tahun 2024 lalu.


Pada akhirnya satu-satunya cara untuk karyawan kayak gue bisa beli rumah -> KPR.

Senin, 17 Maret 2025

Most to Least Favourite MBTI

So, lately, I've been spending significant amount of time, answering questions related to MBTI on Quora.

First of all, I think we should all celebrate the fact that we actually have Quora in this world. We can at least try to find an answer for our weirdly specific questions. Something like MBTI.

I think the question "Most to Least Favourite MBTI" is particularly interesting (actually, I just want to story-tell about my observation and judgement on these MBTI types), and I already wrote an answer in Quora for this one, too lazy to write a longer version, just copy paste everything. 

So for those of you interested in MBTI, these are some of my observations on the other 15 types. 

Like the infinity stones, I've finally collected all of them.

Jumat, 28 Juni 2024

Open Mic

 For some of you who actually put actual interest in MBTI shit, you guys need to know that..

I am an ENTP. It took 14 years for me to really admit, that I’m a true ENTP. Recently, I embraced it.

And what does an ENTP do when they’re bored? They start something new, something big, something life changing, something that sounds… like a good idea?

So. Yep. I think about it for quite some times (2 days), and it feels unfair if I don’t share my new endeavour in this blog. I want to do… stand-up comedy. About time.

Selasa, 20 Desember 2022

Medi's Home

 Gue mau update sesuatu...


Jadi, berhubungan sama postingan gue di waktu lalu soal KPR, dimana gue kekeuh banget bilang, KPR bikin rugi! Jangan mau KPR nanti lo rugi kena bunganya! Nggak asik hidup dikejar-kejar cicilan kayak gitu!


Medi berargumen : lah kalo nggak KPR terus gimana gue bisa beli rumah?


Lah bener juga.


Kalo lo karyawan swasta yang gajinya mungkin masih 10-15 juta per bulan, nggak punya sumber pemasukan lainnya selain dari gaji pokok, ya... gimana caranya? (Ya jangan beli rumah dulu?!) Ya bisa nabung sih... kalo nabungnya udah dari SD, terus tiap dapet angpao shincia duitnya lo simpen semua.


Sabtu, 03 September 2022

Nulis Lagi

Gue mulai nulis lagi.

Bukan nulis blog curhat kaya gini. Gue mulai nulis fiksi lagi.

Dan rasanya…. Senang. Menulis fiksi buat gue bikin gue punya dunia lain yang berbeda dari kehidupan nyata. Buat orang overthinking kaya gue, ternyata gue memang harus nulis. Karena ketika gue nggak nulis gue akan cari hal-hal nggak penting, masalah-masalah kecil, untuk dipikirin sampe itu jadi masalah besar.

Sabtu, 26 Desember 2020

The Haunting of Kosan Baru

Merry Christmas untuk semua teman-teman yang merayakan!

Semoga semua yang baca blog ini dalam keadaan sehat, dan nggak sok ide memutuskan untuk travelling jauh-jauh memanfaatkan momen libur panjang. Stay home and stay safe people! Tapi kalo mo liburan yaudah sih, asal tetap patuh protokol.

Salah satu anggota keluarga gue ada yang positif Covid, dan baru dengar kabarnya dua hari lalu. Mengalami gejala yang (sepengalaman gue denger cerita orang-orang yang gue kenal), kayanya covid banget ; hilang indera penciuman, dibarengi dengan pilek, dan berangsur indera pengecap juga ikut hilang. Semoga cepat sembuh.

Anyway, gue ingin cerita sesuatu yang nggak terkait dengan Covid-19.

Yaitu tentang kosan baru gue dan Medi.

Jadi kami baru pindah ke kosan ini di bulan September kemarin. Setelah memutuskan pindah dari kosan yang udah 3 tahun kita tempati (mon maap itu Kasur lebarnya hanya 120 cm, gue kalo tidur berdua ama Medi mesti nyamping baru muat).

Kamis, 26 September 2019

Yang Nyari Buku "Don't Tell Me Anything"

Gue mau info.

Dulu banget, gue pernah review novel (minjem hiks) thriller yang gue suka banget banget dan ditulis oleh Vasca Vannisa. Buku yang gue baca itu judulnya, "Don't Tell Me Anything". Udah lama banget sampe gue agak lupa ceritanya. Tapi bener-bener yang gue inget buku itu keren banget dan membekas sampe sekarang nuance depresifnya di otak gue. (Iya, tetep gue lupa ceritanya.)

Lalu banyak orang komen di kolom komentar kalau mereka penasaran dan pengen nyari buku itu tapi nggak ada.

Well, no worries!

Gue sudah kontak penulisnya tadi siang, dan nanya soal buku tersebut.

Jeng jeng jeng jeng (jeng jeng yang tidak membuat rasa antisipasi)

Kalian bisa order buku itu di...

Www.shiramedia.com

Dan dapet tandatangan penulisnya langsung. Jadi, bisa langsung kalian cek dan belanjakan.

Inget... jangan cari pdfpdf gratisan. Beli. Lagian kaga ada juga pdf gratisan udah gue cek.

(Hhhh. Hasrat pelit dan nggak mau rugi ini suka muncul).

https://shiramedia.com/book-author/vasca-vannisa/

Eh yang "Don't Tell Me Anything" baru akan publish sebulan lagi. Jadi sabar-sabar, ya.



Udah ah, cek sendiri aja.

Bye.

Salam Roti!

Minggu, 20 Januari 2019

Your (My) Own Version


I am 24 years old. 25 years old this year, and I have lived these past 3 years for not being myself. I am not me. I am not the best version of me. I am boring.

Setelah melalui awal umur 20an, ada banyak event penting yang terjadi di hidup gue. Bokap gue meninggal ketika gue berumur 22 tahun, pada momen skripsi, yang meyakinkan diri gue bahwa, gue harus menjalani hidup gue dengan benar setelah bokap gue nggak ada. (bukan berarti sebelum itu hidup gue nggak bener), to be on track I mean, to make his dream comes true. No pressure or anything, but I did promise him that I will be something big. I will make my life great, I will survive on my own and be successful.

Sabtu, 16 Juni 2018

French Press - Cuppy


GUE BAHAGIA.

Sebagai seorang pecinta kopi yang pelit dan nggak mau rugi, selama ini gue minum kopi simpel aja, seduh di gelas terus minum. Lalu gue mulai ngantor dan dimanjakan dengan mesin espresso punya bos gue yang boleh kita operasikan sendiri.

Sejak itu setiap sore, pasti ada aroma kopi menguar di seluruh ruang kantor, entah itu gue atau temen kantor gue lain yang bikin. Itu mantep banget. Sore-sore itu jam rawan nyemil dan jenuh kerja, karena otak lo udah dibuat mikir sepagian, abis itu makan siang. Pasti ngantuk tuh. Jadi lumayan bantu buat boost fokus kita ke kerjaan. Coffee always make your mood better, isn’t it.

Gue jadi ngerasain enaknya minum kopi nggak pake ampas. Tapi nggak mungkin kan gue beli mesin espresso jutaan kayak di kantor gue atau pembuat kopi 500 ribuan (GUE MAUNYA MURAH!). Juga, kalo kita beli kopi di daerah-daerah yang masih manual banget, tingkat kehalusan penggilingan mereka biasanya nggak bisa buat di mesin espresso, jadi antara mesin kopi 500 ribuan, manual brewing atau pake FRENCH PRESS!

Sejak gue tau ada teknologi French press di dunia yang indah ini, gue jadi kepengen banget beli buat di kosan. Simpel, murah, tapi ngopi juga jadi enak.

Setelah drama berjilid-jilid ama tukang jualan di Tokopedia karena pesanan gue nggak nyampe-nyampe, akhirnya gue memutuskan untuk beli French Press ini di toko aja. Beberapa bulan lalu, gue sama Medi pernah jalan ke Plaza Cibubur (MEDI PULANG KAMPUNG!), dan ketemu French Press itu, tapi gue ogah beli, karena gue pikir, di online bisa dapet harga lebih murah.

Akhirnya setelah kejadian Tokopedia beberapa minggu lalu, gue decide untuk… Yaudahlah, mahal dikit kita cari di Ace Hardware aja. DAN KETEMU!!!

Meskipun gue ngejelasinnya sampe harus buka google images dulu biar mas2nya ngerti apa yang gue maksud dengan French Press. Jangan-jangan dia udah mikir mau bawa gue ke tempat penggorengan kentang goreng McD.

KETEMUUUUUU!!

Gue beli, gue cium lembut, lalu gue bawa pulang. Sesampainya di kosan, gue nggak langsung pake, karena gue sama Medi berkomitmen untuk menghabiskan malam itu nonton Netflix sambil minum Soju. Nggak mungkin kan Soju gue campur sama kopi… Atau mungkin, ya?

Anyway, besoknya gue bangun pagi karena nggak sabar untuk nyobain French Press baru gue. Entah gimana ceritanya di ruang tamu kosan tergeletak kopi sidikalang gitu aja, digiling kasar, pas banget untuk diseduh pake French Press, dan… aku bahagia.

Iya, gak penting update-an gue, tapi daripada bosen malem-malem. Xixixi.

Namanya... Cuppy. Karena setelah kopinya jadi, harus dituang ke cangkir. SUKA SUKA GUE YANG KASIH NAMA! (ga nyantai lu, Mar)


Salam Roti!

Senin, 19 Maret 2018

Multitask


Waktu kecil dulu, gue sering banget dilempar remot atau tutup pulpen, abis itu gue denger orang rumah teriakin nama gue sambil marah-marah. Gue sering dikatain budeg. Apalagi sejak gue SMP gue punya hape dan sering pake headset denger lagu, makin kuatlah asumsi orang-orang kalo gue itu beneran budeg gara-gara suka dengerin headset.

Kamis, 22 Februari 2018

Resign

Selama ini gue mikir begini : my first job would be another place for me to learn, study, and a place for self improvement.

Sabtu, 13 Januari 2018

Site Inpsection : Surabaya (Sekalian Update)

So... It’s been a year and half since the first time I officialy become a property valuer.

Setelah sekian lama gue nggak update di sini, so I think this is the time to write more.

By the way, gue baru saja balik dari Surabaya kemarin malam dengan segala tragedi mimsan turun dari pesawat, dan supir taksi yang lupa ngasih struk (gue lupa nomor taksi dan nama supir. TAKSI BANDARA KE KOSAN 150 RIBU DAN GUE NGGAK BISA REINBURST KALO GA ADA STRUK SHIT!!).

Kamis, 13 Juli 2017

Site Inspection, So Far...


Jadi, seperti yang gue udah pernah cerita sebelumnya, pekerjaan gue sekarang itu require gue untuk berkeliling Indonesia, tergantung aset si klien itu ada dimana. Kegiatan survey itu adalah proses yang wajib dan prosedural dalam melakukan penilaian satu atau lebih aset. Intinya, aset itu bisa ada dimana aja. Pinggir pantai, hutan belantara, bahkan satu temen kantor gue udah pernah survey ke tambang emas kalo ga salah, which dia harus masuk dan ngecek gua-gua mengerikan itu.

Selasa, 30 Mei 2017

Ngekos

Hingga hari ini, sudah terhitung 9 kali gue bayar uang kosan. Yang mana berarti udah 9 bulan gue ngekos. Things are simpler karena gue udah kerja dan bukan anak kuliahan. Jadi maksudnya gue punya gaji sendiri untuk biaya hidup gue sendiri. Ya emang sebetulnya cukup banget sih. Dasar guenya aja boros, jadi keabisan terus tiap bulan. Salahkan tokopedia dan ayam goreng bang aswin yang enak banget itu. Hmn, salahkan gue yang suka makan malem dan jajan malem juga!

Ada beberapa perubahan signifikan yang gue rasakan semenjak ngekos ini, berikut diantaranya:

Jumat, 14 April 2017

Work Life, People

My job need a detail, on schedule, dicipline, precise, consistent people. Which  is not me at all. Turns out ini jadi sedikit tantangan buat gue dalam menghadapi pekerjaan gue sendiri. The weird stuff is, I enjoy my job. I enjoy the challenge. I’m not saying be a property valuer is my passion. It’s not precisely so. Karena somehow, gue tetap craving aktivitas-aktivitas yang gue katakan sebagai passion gue dalam keseharian gue. Seperti nulis dan nyanyi. Yah dan sejenisnyalah. People say my job is boring.

Sabtu, 25 Maret 2017

Such a "Good" Night

So this is how I spent my that so called “TGIF”.

Ketahan Ngeprint

Jadi gue ada janji sama temen gue dan teman-temannya buat nonton acara Payung Teduh di Markas yang super alay itu. Acaranya start jam 7. Gue udah siap-siap mau pulang tiba-tiba karena satu dan lain hal, gue ketahan di kantor. Oke, it’s okay telat. Yang penting di sana bisa chill dan bakal asik. Jadi begitu gue bisa pulang, gue langsung lari buru-buru nyari uber dan sebagainya.

Ubernya Jauh

Tada. Bukan uber namanya kalo di SCBD gue bisa dapet uber dalam jangkauan kurang dari 500 meter. Pasti berkilometer jauhnya. Which mean, gue harus nunggu. Gue nunggu driver pertama, cancel kejauhan, begitu juga dengan tiga driver selanjutnya. Sampe driver terakhir posisinya ada di panglima polim akhirnya dia mau jemput ke kantor gue. That’s okay, guys. Gue membayangkan chillin sambil nonton Payung Teduh yang gue sebenernya ga suka suka banget itu. Hell, I don’t even know/care about that song, about the hype of that so well known Payung Teduh ini.

That so well known “Payung Teduh”

The point here, I don’t really give a shit about Payung Teduh. Tujuan gue adalah bisa nyantai ngobrol sama temen-temennya si temen gue itu. Wrong decision. Seharusnya gue udah duga si band itu fansnya banyak banget. Dan acaranya gratis, how come gue mikir gue bakal bisa nyaman di sana. Bener aja. Begitu sampe banyak kimcil-kimcil anarkis yang teriak-teriak di bawah tangga minta biar bisa naik. Padahal setau gue untuk bisa masuk harus reserve, dan seharusnya si temen gueitu udah reserve dan masuk duluan.

Jadi gue langsung line orangnya, “Kalo 10 menit gue ga bisa masuk gue pulang.”

Pada saat itu gue mikir sampe berulang-ulang, betapa begonya gue, bela-belain dateng ke daerah Tanjung Duren Cuma demi band yang gue ga suka-suka banget, ketemu orang yang gue juga ga kenal, dalam kondisi buru-buru pula. Dan beginilah keadaannya. Shizh.

Jadi gue ikutan kerumunan alay itu naik tangga sambil megangin tas gue takut kecopetan. Tiba-tiba temen gue ngeline dia mau keluar ngejemput gue. Di sana bener-bener  ga ada udara sama sekali. Itu gue desak-desakan sampe masuk ke pintu, dan di pintu dalem temen gue langsung teriak nyuruh gue untuk keluar aja karena di dalem parah banget.

Lalu kita ke whatsapp kafe berdua. Si temen-temennya temen gue itu masih ada di dalem. Yang mana bikin gue amaze sekali, gila. Sesuka itukah lo pada band itu sampe berani ada di dalam situ tanpa takut mati keinjek-injek, keabisan napas, atau kecopetan, perampokan. Omg.

Turns out mereka ga tahan juga. Dan nyusul ke whatsapp cafe

At this point gue udah bete setengah mati sama kejadian semaleman.

Lalu gue pesen makanan di situ dan... ga enak. Lalu lama. Jadi gue Cuma makan dua suap setelah itu gue ga makan lagi. Can you imagine, seorang gue membiarkan sepiring makanan teronggok gitu aja? Mungkin rasa makanannya nggak segitu buruknya, tapi bete gue udah sampe ke ubun-ubun,.

The night was just a mess. Gue bahkan sebetulnya udah ga ada mood sama sekali untuk bersosialisasi.

Keabisan Cash

Jadi pas makan gue nanya salah satu karyawannya yang gue ga tau otaknya terbuat dari apa. Debit CIMB bisa apa enggak. Karena ga semua mesin bisa pake debit gue. Dia bilang bisa, jadi gue mesen dengan tenang meskipun ga ada duit di dompet. Bisa pake kartu.

Waktu di kasir, ternyata nggak bisa. Gue nanya ATM terdekat. Adanya BRI. Akhirnya gue ke BRI, dan gue baru inget CIMB ga bisa ngambil di BRI.

Jadi gue balik lagi dan ngutang ama temen gue.

Gue yang udah segitu nggak mood dan keselnya, decide untuk misah aja dari mereka dan pulang duluan. Jadi gue minta diturunin di satu tempat terus gue bisa pulang sendiri. Gue minta diturunin di sevel, supaya bisa sekalian ngambil duit (ATM gue Cuma ada di sevel dan sejenisnya).

Gue bahagia banget pas turun di Plaza Festival karena ada ATM gue. Jadi gue langsung bergegas dan ngantri di belakang orang-orang. Begitu kelar, dan giliran gue tiba-tiba ada tulisan gini. “MOHON MAAF MESIN SEDANG DALAM PEMELIHARAAN”

Gimana gue nggak rasanya pengen teriak anjing di situ?

Gue nanya sama orang yang sebelum gue, dia bilang pas dia bisa Cuma lelet banget. Dan begitu gue tiba-tiba mesinnya rusak. Can you imagine what was going on there? Hari gue lagi sial banget.

Lalu gue pesen uber untuk pulang, tadinya gue udah niat nongkrong tapi gue takut mati, dengan segitu banyak kesialan terjadi dalam satu malam, I’d better go home and stay there.

Lalu masuklah line temen gue. Bilang sorry segala macem, entah nyindir apa bilang sorry beneran. In the end gue disalahkan karena misah secara paksa dan tanpa pemberitahuan sebelumnya. Really? Gue masih bertahan sejak 10 menit sebelum pintu dibuka aja udah keajaiban mayn. Dengan segala kesialan-kesialan itu.

Pesen Uber yang Jauhnya kek Setan

Lagi-lagi gue dapet uber yang jauhnya kek setan. Gue Cuma duduk dan merenungi kejadian semalam itu. Bahkan gue dapet uber yang sejauh itu pun gue Cuma pasrah aja nungguin. Shitty.

Ya, I know, we all experience this kind of constant unluckiness in one day. Ya, I know. Cuma menduga-duga aja, kejahatan apa yang gue lakukan siangnya sampe malemnya kek gitu.

In the end gue sampe di kosan dengan aman. Ya, masih untung ga keserempet nenek-nenek di jalan. Jadi gue berusaha menikmati malam ini dengan rasa jengkel setengah mati.

So here I am.

Tempat curhat dan bersandar paling bisa diandalkan.

Nulis.

I love Blog Roti so much.

Semoga nggak ada yang mengalami malam sabtu kaya gue ya teman-teman. Semoga juga kalian nggak sekurang kerjaan itu bela-belain nonton Payung Teduh di kafe alay itu gratisan.


Salam Roti!

Rabu, 14 Desember 2016

Buku

Buat gue buku adalah sumber wawasan terbaik (despite gue jarang baca buku ya, saudara-saudara). Iya, lo bisa dapet wawasan dari manapun. Youtube, wikihow, ngobrol sama orang, dateng ke seminar, anything. Tapi buat gue, buku adalah satu-satunya karya yang membutuhkan komitmen panjang dan pemikiran secara menyeluruh untuk menyampaikan suatu teori, paham, ataupun informasi.

Jadi menurut gue, untuk mendapatkan pemahaman akan sesuatu secara lebih dalam dan mendetail, buku adalah jawabannya. Misalnya agama, lo mau tahu tentang satu agama dan mau paham tentang agama tersebut, maka cara terbaik adalah baca bukunya, baca kitabnya. That’s the reason kita sekolah pake buku. Menetapkan peraturan pake buku. Karena di dalam buku, semua yang mau disampaikan dapat disampaikan dengan lebih menyeluruh.

Berangkat dari pemahaman itu, gue berpikir bahwa kita bisa memelajari banyak hal hanya dari buku. Kita bisa tahu tentang banyak konsep dan teori, dari buku. Ga harus buku teori, bisa buku-buku yang lebih menarik atau entertaining untuk dibaca.

Beberapa bulan lalu, di grup kampus ada yang ngeshare website untuk download buku-buku (versi pdf) yang related ke Urban Planning dan Arsitektur secara gratis. Karena penasaran gue buka-buka, lalu gue download satu-satu. Ya who knows kan apa gunanya ilmu dan informasi ini buat gue. Lagian, gue pikir dengan rutinitas yang gue jalanin sekarang, I need something to stimulate myself, to enrich my brain. Di kantor gue belajar banyak banget. Gue juga baru sadar gue bego banget. That’s why I need something else for my learning phase, di luar bidang pekerjaan yang lagi gue gelutin sekarang.

Ya dan supaya...

Keliatan lebih pinter aja kalo ngomong sama orang. Wehehehe.

 Anyway, gue baca dua buku arsitektur yang cukup recommended, satu ‘Architecture without Architect’, karangan Bernard Rudofsky dan ‘Architecture of the City’ karangan Aldo Rossi. Gue baru ngeh ternyata buku kedua itu relate ke field Urban Planning gue karena dia membahas arsitektur dari persepsi arsitek sebagai komponen kota, dan gimana konsep arsitekturan dari masing-masing bangunan ngebentuk satu kota. Logically, it makes sense.

Dua-duanya belom kelar, entah bakal kelar entah enggak. Yang penting dimulai aja dulu buat ngisi waktu.
 Yaudah gitu aja Cuma mau pamer gue lagi baca buku berat, ini kan blog pencitraan.
Bye

Salam Roti!

Minggu, 06 November 2016

Slow Down

Well, I’m a mess.

So unorganized, so dirty like a pig, and so... impulsive.

Like, everything has to be done in a rush. Gue terlalu mengimplementasikan, “Ayo cepet, cepet.” Di segala aspek hidup gue. Makan, kerja, mikir. I need to slow down a little and see things through. Because when I move fast, when I try to be fast, I tend to make mistake. I tend to be unorganized and messy. So..

Rabu, 28 September 2016

Life is Good

Situation changed. In a way I always hope it should be. In a slow-paced, controlled, and stable way. Transisi dari anak kuliahan, pengangguran, dan mendapat gaji kedua gue beberapa hari lalu. Things changed. Kadang bukan Cuma tanggung jawab besar yang ada di depan mata, but more about... what can I do more for my future.

Minggu, 04 September 2016

Stupid and Restless







If anyone remember about caca, salah satu temen kuliah gue yang pernah gue bahas waktu awal semester satu, yang gue kagumin banget karena kepintarannya itu. You know... she is a really good brainstorming friend. Really, really, really good one. She knows everything. Like... everything. She has thought and perception about what she knows also. Which make us a really good discussion team.

So people, be stupid and restless forever.

Salam Roti!