Tampilkan postingan dengan label Remaja. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Remaja. Tampilkan semua postingan

Rabu, 27 Juli 2016

Mitha : The Absurd-est Human Being

Mitha itu...

Absurd.

Lukisan monalisa kalah sama dia. Dia itu, the absurdest to the highest level of human being.

Jadi untuk pembukaan, karena gue jarang sebut nama Mitha di blog gue, karena dia hina sejujurnya. Gue emang baru sering jalan sama dia sekitar dua semester belakangan ini. Karena dia komoditas yang menyenangkan (anak kosan yang ga protes kalo ditumpangin buat ngerjain tugas), suka dugem (bisa gue tanya-tanya soal dunia malam, in case of novel research atau biar gue bisa sok gaul aja kalo ngomong sama orang-orang), dan paling murah kalo diajak jalan. I mean, dia selalu bisa diajak jalan. Hahahahaha.

Sabtu, 02 Juli 2016

Being Underestimated

Being underestimated is a good thing.

Ga percaya?

Tanya aja sama Imas yang dapet lirikan sinis beberapa orang waktu ambil topik studi pengembangan properti as if dia nggak akan mampu ngerjain skripsinya, turns out dipuji oleh semua dosen penguji di ruang sidang. Tanya aja Mitha yang suka dikatain goblok sama gue, yang taunya lulus PDP II (nggak sih, Mit. Ini mah gue ngehibur lu doank).

Kamis, 23 Juni 2016

Imas

It should be a good day. Hari ini gue sidang skripsi. It should be a good day but I cried. Gue nggak bisa jelasin kenapa-kenapanya. Lagian bakal jadi ga relevan juga sama judul gue di atas. Gue paling ga suka nangis di tempat umum. Ya, karena malu-maluin. Jadi gue akan pergi ke pojokan dan diem sendirian.

Minggu, 12 Juni 2016

Random Thoughts

Gue sidang sekitar 12 hari lagi. Sidang tugas akhir. I know, it might not be a big deal for some people. But for me it is. Bukan, bukan karena itu adalah hal yang momentum dan sangat penting di hidup gue, well it is sebetulnya at some point, karena ini adalah momen terakhir kuliah gue di PWK, but tbh, mainly because ada 7 analisis yang harus gue buat dan baru 3 analisis yang 100%. HAHAHAHAHA.

I am a lazy person, and a procrastinator. Yang bikin gue suka ternganga ngeliat orang-orang kaya beberapa temen gue yang Ipnya 3,8 ke atas di kampus. Yang kalo ngomong dan bikin rencana harian itu jelas, “Gue harus ngerjain tugas dari jam segini sampe jam segini.”

“Gue harus jadi ketua organisasi.”

“Gue udah siapin waktu buat jalan minggu ini ama kalian.”

Very organized, planned, and have been thought thoroughly. Every gesture, every decision, in everything they do.

No, that’s not me. Jadi buat beberapa pembaca blog yang punya persepsi delusional akan gue. Plis... Sadarlah secepatnya.

But gue juga bukan mereka yang bisa ngelepas segalanya like they have nothing to lose. Yang nggak peduli akan berapa IP mereka dan nggak peduli sama deadline dosen. Like they don’t really need this degree. Itu juga bukan gue.

Yang bisa ninggalin temen-temen sekelompoknya dan lepas tangan sepenuhnya ketika ada tugas kelompok. Itu sama sekali bukan gue. I know my responsibility, but I’m lack of dicipline for myself. I want to have credibility and integrity tapi kadang nggak punya konsistensi atas apa yang gue ungkapin ke orang-orang dan apa yang gue lakuin.

Laziness and procrastination is not what successful people do. But, gue juga ngeliat temen-temen gue yang disiplin, berprestasi, but lack of vision. I’m all about visions and goals but lack of dicipline and stuff.

Auk, ah. Gue mau ngerjain analisis dulu.


Wish the best for me. Doa itu efektif. So you may do it for my sake.

P.s. I love fasting season. Terutama di hari minggu kaya gini, gue bisa jajan sepuasnya di sekitar rumah. Lusa gue beli timbangan

P.s.s. Gue nggak deg-degan. Tapi gue stress setengah mati. Kebawa mimpi, sakit perut, yang muncul tiba-tiba. I just realized ciri-ciri gue stress emang sakit dan kebawa mimpi.

Jumat, 20 Mei 2016

I'm Switzerland

It’s been long since the last time I posted something here. Sebetulnya ini karena dilema males buka laptop, asal lo tau aja. Laptop gue itu udah keyboardnya rusak (jadi gue harus colok-colok keyboard eksternal), baterenya rusak. Jadi kalo mau si Wang nyala gue harus nyolok dulu, nyolok keyboard. Duh pokoknya ribet kaya antrian sembako.

Jumat, 11 Maret 2016

Wang, CV, dan Office Kesayangan

*Seolah ada yang peduli sama hidup gue*

Anyway, many things happen lately. And I thank the universe for that, because what is life if there’s nothing change, right? Pertama, adalah kemaren laptop gue rusak entah keinjek siapa. Emang dasar kampret, but I still love Wang, because he is my first laptop dan gue belom ada duit buat ganti juga. Jadi kerusakan Wang kemarin cukup mengagetkan karena layarnya retak. Lalu gue udah deg-degan bakal ditipu sama abang-abang harko dan abis sejuta buat ganti layarnya ini.

Sabtu, 20 Februari 2016

Please. Stop Your "Kepo-ness"

Momen: PMS

Ini konten bakal isinya gue nyampah dan marah-marah maksudnya.

Gue ga ngerti sama manusia-manusia di sekitar gue akhir-akhir ini. Gue rasa ini faktor PMS juga. Tapi anjir ya mengganggu banget. Kaya iritasi di vagina, insignifikan tapi bikin ga nyaman.

Selasa, 09 Februari 2016

Why Chivalry is Dead

If any of you who read this, know who Trevor Wesley is, then blessed your world. Dan anjir gue benci banget karena baru tau dia dari youtube beberapa jam lalu from one of his song Chivalry is Dead. His songs are really my muse.

Lalu gue download lagu-lagu lainnya. Dan favorit gue selain lagu tadi adalah Why. Dengan lantunan gitar dan piano. Geez, nothing can light up my mood better than this.

Trevor, you came into my life right in time I need you.

Anyway, satu lagi lagu favorit gue dari dia, Out on The Town. If you like an easy listening, soul-ish kind of song, then you might like it too. Give em a try, and you'll fall in love just like me.

Salam roti!

P.s. I might not be an ideal, outgoing, easy, person to hangout with. But I can be anything if you need me to. Things are getting weird, but I have Trevor tonight. So whatever.

Jumat, 15 Januari 2016

Them

Menurut gue setiap orang punya kriteria masing-masing untuk menentukan siapa teman yang baik buat mereka. Meski menurut gue kriteria teman yang baik secara umum pada dasarnya sama aja. That shit about “always be there for your friend when they need you” while i have to admit that its true, i dont think its 100% accurate. Kita kan manusia bukan power ranger, how could we. Even untuk keluarga sendiri kita belum tentu bisa.

Kamis, 24 Desember 2015

Punya Koko Ganteng

Here are the perks of having a (people say) handsome older brother.

Cie, Siapa tuh, Mar?

Kalo waktu sekolah, pas ketemu di koridor terus saling nyapa. Temen-temen cewek gue bakal,

 “Cie siapa tuh, Mar?”

 “Koko gue.”

 “Hah siapa?”

“Koko gue.”

“Hah? Gimana, gimana?”

“KOKO GUE!”

Minggu, 20 Desember 2015

Hina... Mereka Hina

As you all know (kalo elo baca blog gue). Gue suka bilang di kampus gue punya temen nggak pernah bener. Buktinya ada di postingan ini. Berikut kompilasi isi chat gue dan teman-teman kampus gue.

Minggu, 06 Desember 2015

Dear Coffee, Thanks

Setelah sekian bulan kuliah, akhirnya gue bangun jam 8 pagi demi kelas di hari Sabtu jam 9 pagi. Lalu ada presentasi. Ketika gue mesen abang grabbike, lalu sampe di kampus dengan muka yang makin mirip femau dan siap-siap nelen si abang Grabbike gegara dia sempet nyasar. There was only one thing on my mind. I need coffee. Or I wont survive this day.

Senin, 23 November 2015

Skill

Sebetulnya gue dapet definisi (yang menurut gue paling akurat dan aplikatif) tentang ini dari main fussball. I have said before tentang gimana culunnya gue dalam bermain fussball. Sampe dikata-katain sama adek kelas kesayangan (cie kesayangan) gue itu, kalo gue orangnya gampang nyerah segala macem.

Minggu, 15 November 2015

Status: Identifying Passion

I was writing something about passion yesterday. The first pharagraph is great, gue menyatakan opini-opini orang tentang passion itu apa dan sebagainya. Because I’m serious about this article, so I tried to state some datas and facts regarding to passion. Supaya orang bisa relate itu ke logika mereka dan lebih ngerti kenapa passion begitu penting.

Rabu, 11 November 2015

The Truth Is...

I had a conversation with one of my (brainstorming) friend. Just a few hours ago. Pokoknya membahas sesuatu tentang bagaimana tulisan bisa memotivasi anak-anak muda to stand for themselves. While di postingan gue sebelumnya adalah (menurutnya) merupakan salah satu bentuk dari "stand for themselves" tersebut. Then I realize something, really, really crucial about myself.

Here are some of our chats that I screenshots.




Kenapa gue post ini? Karena gue nggak pernah benar-benar mengakui sisi yang semacam ini sebelumnya. While postingan gue yang sebelum-sebelumnya sebetulnya nunjukin banget bahwa gue orang yang rentan insecure. This time I really admit it. There are a few of my posts that I made based on anger or insecurities. So I really hope whoever reading this blog, kritis aja. Sejujurnya, karena...

Kadang tulisan gue itu asal jeplak.

P.s. I'm working on something that really interest me.

Salam Roti!

Senin, 02 November 2015

Anak Bungsu, The Next Leader

  1. Selalu dianggap anak bungsu dengan konotasi anak kecil – anak paling kecil
  2. We get use to this sentence, “Aduh lu tuh kerja apa-apa nggak bener, sih.”
  3. Kena stereotip “Ceroboh”, “nggak bisa mandiri”, “selalu ngandelin orang”, “kelewat dimanja”, sampe, “nggak bisa apa-apa”.
  4. Nggak dianggap “pantas” memusingkan masalah-masalah yang ada.
  5. Dianggap nggak bisa megang tanggung jawab dan dipercaya
  6. Sampe-sampe orangtua lo kayanya mikir, “Yaudahlah, nih anak gue tanggung aja ampe gede daripada nggak jejuntrungan.”
  7. Padahal barangkali di luaran sana, elo lebih “dependable” dan lebih “kreatif” dibanding kakak-kakak lo. Mungkin softskill lo lebih ada, visi dan misi lo lebih jelas, dan leadership lo jauh lebih bagus.

Selasa, 20 Oktober 2015

Sarjana Teknik (Just A Lil More)

Gue berada dalam kondisi stress yang sebenarnya baru gue sadari ciri-cirinya. Biasa. Skripsi. Selalu kebentuk dalam imajinasi gue mau gimana tapi nggak pernah dikerjain. Gue sampe mikir mau pura-pura mati aja pas sidang. Barangkali kalo ada senior yang baca blog gue ini, bakal komentar, “Elah lebay amat, Mar, ama kolokium.”

Gue nggak sedang berada di kondisi tingkat kepercaya dirian yang tinggi, which is itu jarang terjadi ketika berhubungan sama tugas. I always thought that I can do it nicely segimanapun males-malesannya gue. Not this time.

Temen-temen kuliah gue mah gitu, kalo gue bilang, gue stress, pasti ada aja yang komentar, “He? Muka lu santai aja, Mar, perasaan?”

Iya, muka gue emang kaya gitu... dari pas lahir. Mukanya udah nyantai.

Because I really want this Sarjana Teknik title so bad, and I know I definitely can do it. Tapi kalo gini terus caranya, stress karena gue nggak merasa telah mengeluarkan effort ke dalam skripsi gue. Bisa mencret-mencret gue.

Jerawat gue keluar semua, ya maksudnya nggak lebay. Cuma muka gue jadi ada satu sampe tiga jerawat. Tiap tidur, Cuma skripsi yang gue pikirin. Menghantui. Nggak lebay, emang serius rasanya kaya gitu.

Gue terus mempertanyakan, apakah gue sudah memilih topik yang tepat, apakah ini beneran passion gue. Kok gue males ngerjainnya? Karena gue nggak tertarik sama topiknya atau emang dasarnya gue males aja?

Imas selalu punya jawaban untuk pertanyaan seperti itu, “Udah, Mar. Jalanin dulu aja apa yang ada. Yang penting dikerjain ga usah dipikirin.”

One step at a time. Everything will be okay.

P.s. gue bahas mengenai pengembangan kawasan pantai akhirnya untuk skripsi gue. Arahnya lebih ke perkotaan, dimana itu sesuatu yang nggak gue duga, pada akhirnya gue setuju-setuju aja ngambil ini topik. Semoga bisa terus lanjut, nggak dicut sama dosen.

P.s.s. Gue percaya doa adalah satu hal yang ampuh. Jadi doakan gue sukses untuk ini.

P.s.s.s. Setelah gue pikir-pikir lagi, orang di sekitar gue itu emang kepoh banget. Tapi kepoh adalah bentuk kepedulian, jadi setiap mereka nanya, “Eh, kolo lo gimana jadinya?” Dengan pandangan penuh kepedulian, I take it that they’re concern about their friends. And thats a good thing. Karena kolo itu sendirian, you walk alone in this, and you have to finish it. Pertanyaan sederhana kaya gitu bisa jadi salah satu bentuk cambukan dan motivasi.


Salam Roti!

Jumat, 16 Oktober 2015

ENTP-ers

Manusia itu sesuatu yang menarik buat gue. Kita berpikir, ngerasain sesuatu, berkembang, emosional, dan punya karakter. Salah satu alasan utama kenapa gue seneng banget mengobservasi orang-orang di sekeliling gue. Karena semua orang itu beda, and i like to relate with people I know. Barangkali juga kenapa gue sering disebut sebagai “A good listener”. Gue tipe orang yang akan berusaha tenang ketika lo lagi cerita, sebelum membombardir lo dengan komentar dan pemikiran gue.

Jumat, 09 Oktober 2015

Kado

Gue udah curiga, sejak si Eki bisik-bisik minta duit ama Louis, kalo mereka sebenernya patungan beli kado buat ultah gue. Gue sih ga ngarep, Cuma tiap liat mereka emang bawaannya inget terus kalo mereka emang belom ngasih kado buat ultah gue tanggal 20 kemarin. Jadi tiap mereka jalan tanpa ada gue, gue suka curiga kalo mereka lagi mau beli kado buat gue.

Contohnya:

Jumat, 02 Oktober 2015

Watch Your Daily Smartphone Intake, Carefully!

Sebagai orang yang suka ngritik nggak pake otak (kalo kata Devi, “Lo pikir lo udah sempurna?!”), gue suka impulsif ngomenin update-an status orang di twitter. Just now, gue ngeliat timeline seseorang yang udah agak lama nggak pernah kontak, never met in person, she used to be one of my wordpress reader. Begini kurang lebih bunyi statusnya, “I’m a melancholic asshole who’s always thinking about suicide but not daring to touch the needle.”