Minggu, 17 Juli 2016

Language(s)

Waktu itu gue lagi di dalam transjakarta. Lupa mau kemana. Tepat di sebelah gue ada dua orang, satu orang indonesia, dan satu bule. Mereka kayanya mau ke museum-museum di Jakarta (tapi gue beneran nggak inget waktu itu gue mau kemana). Gue rasa peran si orang Indonesia ini semacam guide untuk si bule itu. Dan waktu gue nengok, ternyata ada sekitar 3 bule dengan 3 orang Indonesia dan mereka saling kenal.

Senin, 11 Juli 2016

Enjoy, shall we?

Good books, bad books. Thrilling movies, boring movies. Who am i to judge? Not a critic, nor a professional editor. What I know is, whether I like them or not.

Ini sebetulnya pernyataan gue tentang subjektifitas gue ketika menilai beberapa hal. Karena buku dan film untuk dinikmati, bukan untuk dianalisis. Anyway, penilaian buku itu layak disukai atau enggak nggak selalu karena embel-embel “International Bestseller”, meskipun bisa jadi salah satu acuan bahwa buku itu disukain banyak orang.

Individu punya kriteria masing-masing untuk memutuskan mereka suka atau enggak sama hal tersebut. Pengalaman pribadi, impian, sudut pandang, genree, bahkan aktor dan artis yang berperan. Laku keras bukan berarti kita suka, nggak laku bukan berarti kita nggak suka. Even the worst books you have ever encountered, if it tells about your life, you will somehow intrigued by it.

Random thoughts.

Intinya, we love books and movies, so let’s enjoy it the way it’s suppose to be enjoyed.


Salam Roti!

Sabtu, 09 Juli 2016

The Alchemist, though

So... Di tengah balada yang dialami kebanyakan pengangguran (which is a state that I’m in right now) adalah memusingkan masa depan, apakah rencana sudah settle, apakah rencana yang sudah settle itu sudah yang terbaik, apakah yang dilakukan sekarang untuk rencana yang sudah settle dan entah itu adalah yang terbaik adalah hal yang tepat? Kata temen gue, “Sekali-kali ngobrol sama hati lo sendiri.”

Sabtu, 02 Juli 2016

Being Underestimated

Being underestimated is a good thing.

Ga percaya?

Tanya aja sama Imas yang dapet lirikan sinis beberapa orang waktu ambil topik studi pengembangan properti as if dia nggak akan mampu ngerjain skripsinya, turns out dipuji oleh semua dosen penguji di ruang sidang. Tanya aja Mitha yang suka dikatain goblok sama gue, yang taunya lulus PDP II (nggak sih, Mit. Ini mah gue ngehibur lu doank).

Kamis, 23 Juni 2016

Imas

It should be a good day. Hari ini gue sidang skripsi. It should be a good day but I cried. Gue nggak bisa jelasin kenapa-kenapanya. Lagian bakal jadi ga relevan juga sama judul gue di atas. Gue paling ga suka nangis di tempat umum. Ya, karena malu-maluin. Jadi gue akan pergi ke pojokan dan diem sendirian.

Kamis, 16 Juni 2016

Save Me

I’m sick. Batuk yang entah karena bakteri atau virus. Just tossing and turning around in bed, lalu jalan, keliling rumah, buka kulkas tapi ga ada yang bisa dimakan. Buka laptop, nonton youtube. Nggak ada tenaga ngeliat judul “Bab V Analisis”. Sore-sore ditelpon Eki Cuma buat ngasih tau akhir bab 5 udah harus ada zona pengembangan. Agak malem di-line Mitha nanyain desain sketch up. Kepala gue buyar sebentar lagi. Karena gue baru ada di titik 5.5 dari bab 7, kesimpulan.

At this point, I’m trully, asking myself. With full honesty, dan dengan kelembutan, “Why on earth, Marisa. Waktu pemilihan topik lo milih penataan? Why? Ada ratusan mall di Jakarta ini yang butuh pengelolaan dengan baik. Then your last semester would be simple.”

Setiap gue ngeluh semua orang jawab, “Tenang, Mar. Gue yakin lu pasti kelar.”, mungkin jawaban semua orang yang ga tau mau jawab apa.

Tanpa mereka bener-bener tau gimana males dan tukang nundanya gue.

Tanpa mereka bener-bener tau gimana bencinya gue sama objek studi gue yang alay dan trashy itu.

Dimana, hari senin gue udah harus ada desain tapak entah via sketchup or autocad. Gue nggak tau sejak kapan syarat desain tapak itu jadi “wajib” untuk anak penataan.

P.s. In a stressful situation, however still find a way to watch “How to make a delicious italian ricotta cheesecake.” I think i wanna be a chef instead.

P.s.s. 3 days before deadline. Dan masih nggak tau analisis pasar gue harus diapain. I think i really like this part the most. Turns out...

P.s.s.s. I’m definitely a PRO-procrastinator.


Someone save me.

Minggu, 12 Juni 2016

Procrastinators

I just found something interesting on youtube, a talk by Tim Urban for TedX. Very recommended for you to watch. He delivered it in a funny way, realistic examples, that we all experience in our everyday life. Espescially for an almost bachelor graduate like me. (F*ck).

https://www.youtube.com/watch?v=arj7oStGLkU

Anyway...

I procrastinate again.

Seharusnya gue liat analisis. Bukan buka youtube.

But. Fuck this.

P.s. Procrastinators start by the word "Pro"... HAH!

Salam Roti!

Random Thoughts

Gue sidang sekitar 12 hari lagi. Sidang tugas akhir. I know, it might not be a big deal for some people. But for me it is. Bukan, bukan karena itu adalah hal yang momentum dan sangat penting di hidup gue, well it is sebetulnya at some point, karena ini adalah momen terakhir kuliah gue di PWK, but tbh, mainly because ada 7 analisis yang harus gue buat dan baru 3 analisis yang 100%. HAHAHAHAHA.

I am a lazy person, and a procrastinator. Yang bikin gue suka ternganga ngeliat orang-orang kaya beberapa temen gue yang Ipnya 3,8 ke atas di kampus. Yang kalo ngomong dan bikin rencana harian itu jelas, “Gue harus ngerjain tugas dari jam segini sampe jam segini.”

“Gue harus jadi ketua organisasi.”

“Gue udah siapin waktu buat jalan minggu ini ama kalian.”

Very organized, planned, and have been thought thoroughly. Every gesture, every decision, in everything they do.

No, that’s not me. Jadi buat beberapa pembaca blog yang punya persepsi delusional akan gue. Plis... Sadarlah secepatnya.

But gue juga bukan mereka yang bisa ngelepas segalanya like they have nothing to lose. Yang nggak peduli akan berapa IP mereka dan nggak peduli sama deadline dosen. Like they don’t really need this degree. Itu juga bukan gue.

Yang bisa ninggalin temen-temen sekelompoknya dan lepas tangan sepenuhnya ketika ada tugas kelompok. Itu sama sekali bukan gue. I know my responsibility, but I’m lack of dicipline for myself. I want to have credibility and integrity tapi kadang nggak punya konsistensi atas apa yang gue ungkapin ke orang-orang dan apa yang gue lakuin.

Laziness and procrastination is not what successful people do. But, gue juga ngeliat temen-temen gue yang disiplin, berprestasi, but lack of vision. I’m all about visions and goals but lack of dicipline and stuff.

Auk, ah. Gue mau ngerjain analisis dulu.


Wish the best for me. Doa itu efektif. So you may do it for my sake.

P.s. I love fasting season. Terutama di hari minggu kaya gini, gue bisa jajan sepuasnya di sekitar rumah. Lusa gue beli timbangan

P.s.s. Gue nggak deg-degan. Tapi gue stress setengah mati. Kebawa mimpi, sakit perut, yang muncul tiba-tiba. I just realized ciri-ciri gue stress emang sakit dan kebawa mimpi.

Rabu, 01 Juni 2016

Funerals

I  come to many funerals, but never of my beloved one.

Gue jarang nangis di pemakaman. Bahkan di kematian kakek yang seharusnya relatif dekat hubungan darahnya sama gue. Terakhir gue nangis histeris di pemakaman amah gue. Itu pun waktu gue kecil, gue belum ngerti artinya kematian. Yang gue tau, kalo nanti udah waktunya tutup peti dan penguburan, I will never see her anymore. Jadi gue nangis.

Jumat, 20 Mei 2016

I'm Switzerland

It’s been long since the last time I posted something here. Sebetulnya ini karena dilema males buka laptop, asal lo tau aja. Laptop gue itu udah keyboardnya rusak (jadi gue harus colok-colok keyboard eksternal), baterenya rusak. Jadi kalo mau si Wang nyala gue harus nyolok dulu, nyolok keyboard. Duh pokoknya ribet kaya antrian sembako.