Sabtu, 20 Februari 2016

Please. Stop Your "Kepo-ness"

Momen: PMS

Ini konten bakal isinya gue nyampah dan marah-marah maksudnya.

Gue ga ngerti sama manusia-manusia di sekitar gue akhir-akhir ini. Gue rasa ini faktor PMS juga. Tapi anjir ya mengganggu banget. Kaya iritasi di vagina, insignifikan tapi bikin ga nyaman.

Kamis, 11 Februari 2016

Effortless Love

Setting: di akang tawakal sendirian makan indomie goreng kornet karena gue terlalu males untuk ke kamar si Mitha yang ada di lantai 4. Subahanallah tangganya banyak banget.

Nowadays, love has became effortless. Teknologi mengaburkan batas dan usaha yang dulu bikin hubungan jadi spesial. Ini hipotesis bego orang ga berpengalaman kaya gue. So you can take it as a bullshit.

Selasa, 09 Februari 2016

Why Chivalry is Dead

If any of you who read this, know who Trevor Wesley is, then blessed your world. Dan anjir gue benci banget karena baru tau dia dari youtube beberapa jam lalu from one of his song Chivalry is Dead. His songs are really my muse.

Lalu gue download lagu-lagu lainnya. Dan favorit gue selain lagu tadi adalah Why. Dengan lantunan gitar dan piano. Geez, nothing can light up my mood better than this.

Trevor, you came into my life right in time I need you.

Anyway, satu lagi lagu favorit gue dari dia, Out on The Town. If you like an easy listening, soul-ish kind of song, then you might like it too. Give em a try, and you'll fall in love just like me.

Salam roti!

P.s. I might not be an ideal, outgoing, easy, person to hangout with. But I can be anything if you need me to. Things are getting weird, but I have Trevor tonight. So whatever.

Selasa, 19 Januari 2016

Malena

"Time has passed and I have loved many women. And as they've held me close and asked if I will remember them, I believed in my heart that I would. But the only one I've never forgotten is the one who never asked ... Malena" - Malena (2000)

My most favourite sentence from Renato, the main character of the movie, though I really hate him for being such a coward. Never even spoke about his obsession toward Malena. Like at all? Stand still and  being passive when Malena was beaten up by the whole town? I know he is 12, and Malena is a 27 years old widow. But still.  He was a boy, soon to be a man. He should have done something more "significant" to protect her than throwing stones to windows, right? Duuhh. Sebel.

And the only time this boy ever spoke to Malena was just once. At the ending part of the movie. Kesel ga sih, lo. Nonton segitu panjang interaksinya cuma sekali. Pas akhir pula. Ish.

Minggu, 17 Januari 2016

Review: Tribute to Adinia Wirasti

Caca selalu bilang sama gue bahwa ada dua kriteria penting untuk define apakah sebuah film itu bagus  atau enggak: 1. Script. 2. Jalan cerita. Gue bilang, gue ga percaya. Karena menurut gue apa yang membedakan film dan buku adalah visualisasi itu sendiri. Itu kenapa efek visual dan teknik cinematografi penting. “Iya, tapi sekeren apapun visualnya, kalo jalan ceritanya pada dasarnya emang jelek, film itu bakal jelek kan? Cinematografi itu Cuma masalah teknologi, Mar.”

Jumat, 15 Januari 2016

Them

Menurut gue setiap orang punya kriteria masing-masing untuk menentukan siapa teman yang baik buat mereka. Meski menurut gue kriteria teman yang baik secara umum pada dasarnya sama aja. That shit about “always be there for your friend when they need you” while i have to admit that its true, i dont think its 100% accurate. Kita kan manusia bukan power ranger, how could we. Even untuk keluarga sendiri kita belum tentu bisa.

Kamis, 24 Desember 2015

Punya Koko Ganteng

Here are the perks of having a (people say) handsome older brother.

Cie, Siapa tuh, Mar?

Kalo waktu sekolah, pas ketemu di koridor terus saling nyapa. Temen-temen cewek gue bakal,

 “Cie siapa tuh, Mar?”

 “Koko gue.”

 “Hah siapa?”

“Koko gue.”

“Hah? Gimana, gimana?”

“KOKO GUE!”

Minggu, 20 Desember 2015

Hina... Mereka Hina

As you all know (kalo elo baca blog gue). Gue suka bilang di kampus gue punya temen nggak pernah bener. Buktinya ada di postingan ini. Berikut kompilasi isi chat gue dan teman-teman kampus gue.

Minggu, 06 Desember 2015

Dear Coffee, Thanks

Setelah sekian bulan kuliah, akhirnya gue bangun jam 8 pagi demi kelas di hari Sabtu jam 9 pagi. Lalu ada presentasi. Ketika gue mesen abang grabbike, lalu sampe di kampus dengan muka yang makin mirip femau dan siap-siap nelen si abang Grabbike gegara dia sempet nyasar. There was only one thing on my mind. I need coffee. Or I wont survive this day.

Senin, 23 November 2015

Skill

Sebetulnya gue dapet definisi (yang menurut gue paling akurat dan aplikatif) tentang ini dari main fussball. I have said before tentang gimana culunnya gue dalam bermain fussball. Sampe dikata-katain sama adek kelas kesayangan (cie kesayangan) gue itu, kalo gue orangnya gampang nyerah segala macem.