Tampilkan postingan dengan label musik. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label musik. Tampilkan semua postingan

Jumat, 23 Juni 2023

Rediscover

This blog is.. what.. 13 years old? Gue inget banget mulai nulis blog ini dari tahun 2010 waktu umur gue masih 14 tahun, karena (lagi-lagi, selalu gue ceritakan), pada saat itu senior yang gue suka banget di sekolah punya blog di friendster. Motivasi gue nulis blog cuman satu ; supaya bisa ngobrol sama senior gue lalu ada topik karena gue juga lagi nulis blog, nih. Belajar dari elo.


Keputusan yang sangat gue syukuri seumur hidup gue. This blog helps me to go through everything in my life. Gue melewati masa remaja gue, menemukan diri gue sendiri melalui tulisan-tulisan gue di blog. Dan setiap kali, setiap kali gue melewati suatu fase tertentu dalam hidup gue, gue bisa selalu ke sini menemukan kembali diri gue yang hilang.

Senin, 04 Mei 2015

Review: Whiplash (2014)

Just watched the most inspiring movie in my whole life. Mungkin karena dua alasan berikut. Satu, film ini tentang drum. Dua... satu alasan udah cukup sebetulnya. Gue bahkan nggak ngerti bagaimana mungkin rating film ini bisa Cuma 8.4 di IMDB. If it were me, gue akan kasih 10.00 untuk film ini. This movie is amazing!

Senin, 23 Februari 2015

The Build Up - KoC

Ceritanya gue girang banget. Karena...

Baru download lagu-lagu KOC full 4 album. Iya gue nggak mau rugi, makanya nyari download yang gratis. Maha. Hahahaha. Anyway, gue emang suka banget lagu-lagu mereka. Bagi gue, semua orang memiliki cara untuk menemukan lagu yang jadi semacam “jodoh”nya. KOC ini salah satunya, karena gue agak kuper, nggak pernah dengar tentang mereka sama sekali. Sampe waktu lagi minta-minta lagu temen gue, gue nemuin dua lagunya yang Misread dan Home. Lalu gue langsung jatuh cinta.

Jumat, 09 Mei 2014

Songs Do Bring Memories

Gue selalu berpikir setiap lagu mampu merekam kenangan tertentu. Maksudnya, meskipun gue sendiri gak ngerti gimana pikiran manusia bekerja, tapi kadang waktu lo denger satu lagu, lo akan teringat momen tertentu. Lagu liburan, lagu kasmaran. Terutama ketika lagu itu ngasih kenangan yang kuat buat elo. Secara perasaan, pendengaran, penciuman, dan sebagainya.

Jumat, 03 Agustus 2012

Book Review: Limelight (by: Aisyah Ning Asih)


Penulis: Aisyah Ning Asih

Judul: Limelight

Panjang naskah: 44.883 kata, 106 hal

Status: Belom/dan akan diterbitkan.

Genree: Teenlit

Kopdar Baju Hello Kity..


Oke, juju raja. Postingan ini udah menjamur di dalem folder gue. Dan gue masih belom ketemu passion tepat buat menyampaikannya. Gini, jadi sekitar tiga abad yang lalu, gue kopdar sama seorang temen penulis. Dan gue sudah jatuh cinta pada pandangan pertama sama gigi kelincinya. *uhuk*.

Gue ketemu dia, dari kumpulan penulis ff, tadinya gue pikir, orang yang bawel di dunia maya, bakal bisa pendiem kayak patung dinosaurus berjamur di dunia nyata. Ternyata enggak. Dia jauh lebih… errr..

Selasa, 10 April 2012

Covering Menghujam Jantungku by: Marisa & Friends (JSK Production)

Ufffhhh. oke, gue kembali upload video ini karena ternyata upload yang lalu kualitas suaranya kurang bagus. Dan di video ini suara Sneer dikecilin, pokoknya diedit abis sama temen-temen gue. Nah, gue publish lagi di sini. Gue coverin lagu Tompi Menghujam Jantungku.

Sabtu, 17 Maret 2012

Lirik Lagu: Muka Dua (By: Jeslyn Meidi )



Intro: D  A  Bm  G

D                             A                    Bm               G
Aku baru tahu saat diriku terlilit masalah dengan dirimu
D                                  A                                   Bm
Ternyata kutahu engkau itu teman yang bermuka dua..
G
bermuka dua
Reff:
D                                       A                         Bm
 Nengok kanan nengok kiri cari bantuan sana sini
                    G
Kau muka dua..
D                                 A
Bilang aku ngomporin, bilang aku manasin
Bm                          G
Ternyata dirimu mempermainkan aku

Interlude: D  A  G  Bm  G

D                             A                              Bm 
Aku baru tau ternyata bekas temanku itu bermuka dua..
G
bermuka dua..
D                             A                         Bm                    G                    A
Ibanya orang-orang, bila mau termakan rayuan bibir manismu o…………
D                                   A                                      Bm
Ternyata teman-temanmu juga sudah muak dengan sikapmu,..
             G
dengan sikapmu
D                      A
Stop tuduh aku stop fitnah aku
Bm                        G
Lebih baik dirimu bercermin dahulu..
Reff:
D                                         A                       Bm
 Nengok kanan nengok kiri cari bantuan sana sini
                  G
Kau muka dua..
D                                 A
Bilang aku ngomporin, bilang aku manasin
Bm                           G                   D
Ternyata dirimu mempermainkan aku..

END

Ewh. oke, jadi atas amanat dari produser gue, Juvendi akhirnya gue posting lirik ini di blog gue. Buat kalian yang mungkin tertarik dan suka sama lagunya, gue memudahkan kalian untuk dapetin liriknya aja. By the way, di posting selanjutnya, gue bakal ceritain proses pembuatan video ini yang susahnya setengah mati.

Meski mungkin masih ada kekurangan di sana-sini tapi gue sudah cukup bangga telah menghasilkan sebuah karya bareng teman-teman yang lain....
Enjoy...

Selasa, 03 Mei 2011

NARDI IRAMA (Cekidot!!)


Briptu Norman yang sedang booming di kalangan masyarakat Indonesia berkat  video unggahannya di youtube lipsing adegan chaiya chaiya itu. *eeeuuuwww* gue rasa inilah yang menginspirasi para orang-orang yang hendak berbagi talenta tersembunyinya lewat situs youtube ini.



Nah, ini juga di anggap satu peluang oleh seorang OB di sekolah gue yang gak gue sangka2 punya talenta berekspresi dan bermain gitar. Si Mas Nardi itu membagikan selebaran untuk murid dan guru-guru, sehingga gue dengan hebohnya tereak-tereak di kelas membantu mempromosikan. Begini isi selebarannya

TELAH HADIR SEORANG BIDUAN MUDA
NARDI IRAMA!!
SAKSIKAN VIDEONYA DI SINI
http://www.youtube.com/watch?v=1Ik5uCGkXQQ

Untuk membantu publisitasnya, maka gue bagikan di sini juga. Check it out.. jenggotnya boookkkk ENGGAK NAHAANNN!!!

Sabtu, 23 April 2011

Promosi Promosi!!!!!

Guys, jika kamu-kamu sedang bosan dan bingung mau ngapain, silahkeeeeuuuunnn dibuka

http://www.4shared.com/file/pbtWFAvF/Mau_Dibawa_Kemana__Guitar_Vers.html

itu rekaman amatir suara gue aja sih, ceritanya gue nyanyi lagu mau di bawa kemana pake gitar. sekedar berbagi, kalau berkesan, silahkan ngasih pendapat..

ciaoooooo

Senin, 10 Januari 2011

Sirikmu Itu Bisa Beranak Loh..


Sebagai anak SMA yang mau sok aktif dan mengikuti kegiatan ke organisasian, tentu aja gua punya pendapat sendiri buat beberapa kalangan murid. Sepertinya sih dulu gua termasuk orang yang ga tau dan ga perduli soal kegiatan organisasi di sekolah sih. Mungkin, bisa juga karena faktor osis yang belum jalan waktu SMP dengan ketua si cowok begajulan yang entah orientasi hidupnya apa.

Gua mengenal dan deket dengan beberapa orang yang begitu membenci OSIS, entah atas dasar apa. tapi yang sepengelihatan gue, untuk memecahkan persepsi mengerikan dari orang-orang pembenci osis. Osis itu bukan sekedar adu eksis atau mau sok kepoh dan pengen di liat satu sekolah dengan bergaya aktif sana-sini. Se yang di omong oleh senior gue sebagai mantan wakil ketua osis, osis itu melayani.

Dulu gua kagum dengan seseorang yang memiliki sisi musikalitas yang tinggi, berbakat, lumayan ganteng, dan pintar. Bisa di bilang dia itu pedoman gue belajar music. Seperti satu tokoh yang gua idolakan. Meskipun dia ga hebat banget, tapi buat gua karakter dia yang kuat itu cukup bikin orang kagum. Tapi ada satu kekurangan dia yang suka bikin gue gendek. Cara dia meremehkan anggota musik PPK dan aktivis-aktivis lainnya di sekolah. Oke, gua ga bilang dia ga berbobot. Errr, apa kata yang tepat. Dia hanya PERNAH sirik karena ga mendapat kesempatan, dan rasanya sirik itu berubah menjadi satu yang lebih besar entah apa namanya.

Si Juvendi cerita ke gue, karena dia sebangku sama si cowok itu setiap ppk, Juvendi cerita setiap kali ada kesalahan di drum atau gitar, dia bakal langsung ketawa mengejek. Jujur aja sih, dulu gua juga begitu. Tapi setelah gua pikir-pikir lagi, masih bagus ada mereka yang mau melayani anak-anak gajelas seperti kita. Yang mau rela menghabiskan sore di mana orang lain santai mereka harus latihan buat kita. Jujur aja, yang seperti itu sirik. Sirik yang menyebalkan. Dan dulu gua begitu karena gua merasa ga dikasih kesempatan untuk bermain musik di ppk. Man, tapi itu waktu gua smp. Waktu sifat gue lagi konyol-konyolnya.

Sepertinya orang-orang yang begitu *termasuk gue dulu* merasa kita memiliki kualifikasi dan kemampuan untuk bisa ikut bergabung, tapi lalu kita terlalu sombong untuk merendahkan hati dan meminta atau memberi tanda bahwa kita pengen bergabung. Lantas kita merasa komunitas itu ga ngasih kesempetan yang pada akhirnya menimbulkan sudut pandang super sinis dan menjadikan mereka kambing hitam atas ketidak mampuan kita itu.

Mungkin seperti satu keinginan untuk di dengarkan karena kita merasa terlalu hebat. Itu sesuatu yang menyebalkan menurut gue.

“17 Agustusan buat apa pake panita? Ga ada guna. Elo orang tuh Cuma buat eksis doank.”

Iyuuuhhh! Gua kesal sekali mendengar pernyataan ini dari dia. Gua pengen ngejawab dengan gaya seperti yang fan-fan ajarin dengan bahasa simpel namun ngena seperti ini “Kalo ga ada panitia, acara ga bakal bisa jalan.” Tapi namanya juga gue, ngomong kalo ga panjang lebar bukan marisa namanya. Sampe akhirnya inti dari nasehat yang gua berikan itu ga tersampaikan, karena gua sengaja memasukan ilustrasi, demonstrasi, dan acara tele tele lainnya tapi lalu kepotong oleh temen gua yang lain.

Dia sepertinya mendoktrinasi itu juga ke ceweknya, buktinya ceweknya dia yang dulu aktif dalam berbagai kegiatan sekolah kini tenggelam. Entahlah. Gua sendiri ga ngerti. Terlepas dari semua hal baik yang orang itu punya. Ada lagi satu teman gua yang gua kenal sebagai komikus, dan designer. Gambar-gambar dia itu WAH. Dia punya bakat dan komitmen untuk itu. Gua pikir dia juga ikut ngurus madding di OSIS, nah ini pandangan gua yang lain. Banyak banget murid-murid di angkatan gua yang punya kemampuan tapi dia memang ga punya kesempatan.

Mungkin, dari ketua osis kita yang kurang mengamati orang-orang kayak mereka. Ga semua orang tahu dia punya bakat. Karena gua pikir semua orang bukan paranormal sehingga harus mengamati bakat dan kualifikasi yang dia punya. Well, gua masih bingung siapa yang salah. Tapi gua pikir, pandangan yang picik dan pemikiran sinis itu bukan satu hal positif untuk manusia.

“Elo kenapa gak gabung madding?” Tanya gua sama dia. Karena yang gua liat dari bagian madding itu. Menyedihkan. Yang bisa memenuhi tanggung jawab gua rasa Cuma si Lili. Yang lain. Cuma Menuhin jabatan. Maaf tersinggung, tapi ini sedikit kritik aja dari gue.

“Osisnya ga ngasih kesempetan.” Lalu dia curhat bahwa kegiatan ini seperti adegan nepotisme pejabat yagn di masukin Cuma orang-orang yang deket sama si ketua. Itu kan yang dia liat, waktu gua curhat sama juvendi, dia ngasih pandangan lain seperti paragraph yang gua ketik di atas tadi. Ketua osis kan bukan paranormal yang bisa ngeliat bakat orang lain. Sebetulnya kita kan di kasih kesempetan buat mendaftarkan diri kalo memang merasa mampu. Kenapa harus nunggu di jemput?

 gua kagum sih sama itu cowok. Gaya dia, semuanya. Cuma satu hal aja yang ga mau gua ikutin dari dia, cara pikir picik dia karena rasa siriknya itu. Itu kayaknya menyedihkan banget. Selalu ada kesempetan buat orang-orang yang membuka diri dan mau berhenti berpikir negatif, tapi ngeliat suatu hal dari sisi bersahabat dan menyenangkan.

Kata-kata yang bagus untuk menampar kesombongan gue saat ini.

Jumat, 16 April 2010

Seorang Musisi...

Adalah orang yang mencintai musik dengan artian. BENAR-BENAR mencintai musik. gua? ya, gua cinta sama musik. tapi gua sendiri ga bisa memahami, kecintaan gua kepada musik sebesar apa, seperti apa, sedalam apa. Menjadi seorang musisi bukan berarti hanya karena saat kita bisa memainkan sebuah alat musik, tapi saat kita bener-bener menjadikan musik itu sebagai bagian dari hidup kita.

Ya, gua juga kok. Gua ga SEKEDAR memainkan alat musik aja. Tapi gua mencintai musik itu sendiri. Nah terus dimana pembuktiannya? Ungkapkan dengan satu kalimat aja. Dan gua ga bisa. Gua sendiri bahkan ga mengerti definisi dari “mencintai musik” Padahal selama ini gua selalu menggembar-gemborkan betapa cintanya gua kepada dunia musik. sampe-sampe waktu itu gua pernah kepikiran mau masuk UPH jurusan musik. astaga naga…

Mungkin pengakuan gua sebagai “pencinta musik” itu lebih dikarenakan “narsisme” bahwa saat gua mengaku sebagai pecinta musik maka gua akan terlihat keren. Jalan kemana-mana sambil menyenandungkan musik karena yah, karena gua mengakui diri gua sebagai pecinta musik maka akan terlihat keren. Loh? Aneh kan?

Ga di facebook ga di blog (baca aja blog2 sebelomnya), isinya banyak yang tentang musik. ngerti aja kaga. Ampun. Apa ya? mungkin kalo boleh di katakan gua itu “sok” ngerti musik. padahal enggak banget deh. Lama-lama gua merasa pengakuan diri gua itu menjijikan.

Dan di malam itu pula, gua mendengarkan lantunan musik dari seorang temen gua yang pada kenyataannya, dia adalah BENAR-BENAR seorang musisi yang memang mencintai musik. tapi ga pernah menggembar-gemborkan hal tersebut di muka umum. Ga seperti gue. Dia mengerti musik sampe ke akar-akarnya. Ugh, sampe ke syaraf2nya kali kalo perlu. Pokoknya jago banget deh.

Sebenernya, gua udah pengen teriak-teriak histeris, tapi… AMPUN GA BANGET DEH. Jadi gua nahan-nahan aja, gua bener-bener kagum dengan sosok musisi seperti dia. Dia ga pernah main-main kalau udah menyangkut musik. ga seperti gue. Igh! Dan setau gua, waktu kita memang berencana untuk fokus ke satu hal, penyakit “ga suka main-main” biasa sering keluar. Kaya dia gitu deh.

Tapi bagus, setidaknya setelah mengenal si teman gua itu, gua jadi menyadari. Rasanya seperti disayat-sayat waktu menyadari gua itu hanya sekedar narsis. Bukannya pecinta musik. *nangis*. Tapi gua mau, mau banget belajar jadi seperti dia. Jadi seorang pecinta musik yang sebenar-benarnya pecinta musik. bukan sekedar si remaja narsis yang melabelkan diri sendiri “pecinta musik” hanya karena pengen berasa keren aja geto.

Jadi rendah hati. Seperti temen gua itu, ya dia ga serendah hati itu sih, tapi gua suka gaya ngomongnya yang ga pernah menyombongkan dirinya sebagai seorang musisi. Jadi istilahnya dia memang suka musik ya karena dia suka, bukan untuk orang lain. Aduh, kok kebalikan banget dari gue sihhh?

Gua bener-bener ngerasa jiper plus rendahan sewaktu denger permainan musik dia. Gua? ga ada apa-apanya brooo!!! Jauh kemana-mana. Padahal dia itu otodidak, tapi dia bisa mendalami suatu musik. denger, copy, mainkan. Keren ga sih? *histeris sendiri*

Tapi manusia kan memang begitu. Selama ini, lingkungan gua juga kan yah itu-itu aja. Mana pernah gua ngeliat-liat dunia luar? Selama di sekolah yah gua memang termasuk lumayan. Di tambah lagi gua pernah belajar keyboard, plus drum. Nah kan nah kan? Pasti orang mikirnya .. “Wih, keren ya, bisa main berbagai jenis alat musik.” DONG DONG. Salah! Gua PERNAH main alat musik keyboard dan piano memang, tapi sekarang udah lupa total. Jari gua udah kakukakukayakakikakekku. Drum? Ampppuuun, gua baru belajar beberapa bulan yang lalu dan bisa dipastikan permainan gua masih hancur leburrr! Gitar? Ga nyampe kemana-mana! Apalagi di banding temen gua yang gua ceritain itu. aduh tambah kerdil deh gue lama-lama.

Permasalahannya adalah pujian-pujian yang gua dapatkan selama ini, begitu beragam. Malah gua masih inget dulu temen gua pernah ada yang lebay, Cuma gara-gara gua main keyboard DAN itu Cuma mainin chord plus melody doank. Dia udah langsung “IIIH MARISA keren! Bisa gitar, bisa keyboard, bisa piano.” Padahal ngeliat gua piano aja belom pernah gitu kan. Gimana gua ga jadi narsis plus sombong kalau udah begitu kasusnya?f

Itulah, yang gua sebut pujian membawa malapetaka. Gua berbakat musik. helllloo? Siapa sih yang ga tau kalau MARISA JAYA itu berbakat di bidang musik? wah berarti mata anda pasti sudah buta kalau ga tau. Hanya orang berbakat yang tau gimana cara memainkan satu lagu dengan baik plus kunci-kunci yang pas. Nah nah, ini bukan salah satu kesombongan loh. Tapi pengakuan. Gua mengakui gua berbakat, sayang gua ga ahli mengembangkan bakat tersebut. (sekali lagi) seperti teman gue itu.

Pokoknya begitu lah, daripada panjang-panjang males gue. Entar gua malah tambah minder dan jiper sedangkan temen gua itu malah senyum makin lebar lagi semakin gua muji dia disini.

Main gitar lagi aaahhhh…

p.s. lagi belajar stairway to heaven. Tau lagu itu? cari deh, keren bangetttt.. tapi gitarnya ga gampang, butuh telinga seperti orang gila kaya temen gua itu buat bisa masuk intronya aja.

Sabtu, 13 Maret 2010

Antara Hasrat dan Nurani

Kau boleh bilang aku berlebihan, boleh juga bilang aku banyak ngomong, juga boleh bilang aku terlalu aneh, juga berpikiran terlalu jauh. Gua emank masih sma 1, tapi gua pengen siapin masa depan gua dari sekarang. “lebih cepat lebih baik” kata Pak Yusuf Kalla. Bukankah memang begitu?

Kalo gua dibilang mikrnya terlalu jauh, menurut gua orang yang bilang gitu salah banget. Gua bukannya “masih” SMA 1, tapi “udah” SMA 1, nah! Langkah gua untuk kedepannya memang harus ditentuin dari sekarang kan. Semakin cepat gua menetapkan mimpi n cita-cita, maka semakin cepat gua menyusun rencana, nah berarti makin cepat juga gua meraih kesuksesan bukan begitu?

Gua sadar, banyak banget teman-teman sejawat gua yang hidup parasit disekeliling gua, ngejalanin hidup yang yah.. gitu gitu aja deh. Mereka mencoba meracuni otak gua dengan segudang tablet racun tikus (sejak kapan tikus makan tablet? Bukannya makan sabun? Gaje ah!!). kalo orang bilang kehidupan itu bisa merubah seseorang, gua stuju banget. Orang bertambah dewasa gara2 kehidupan. Gua, yang udah melalui 15 tahun kehidupan genap sejak 20 september 2009 lalu, mulai ngerasain perubahan besar dalam cara n pola pikir gua. Gua mulai tau gua itu orang seperti apa, jati diri gua itu gimana.

Sampe sekarang gua masih terus2an mencari. Mencari2 sesuatu yang sebenernya “gua banget” gitu. Oohh.. masa pencarian gua belom berakhir, soalnya umur gua masih 15, belom 20 taon nanti. intinya gua masih bimbang. Bimbang akan diri gua sebenernya. Sama aja kaya gua lagi bimbang, kemana gua akan berlabuh nantinya.

Meskipun secara pribadi, menurut gua pendidikan itu bukan sesuatu tolak ukur atau satu-satunya alat buat mencapai kesuksesan seseorang, tetap aja, pendidikan itu bisa jadi sebuah langkah untuk maju. Maksud pendidikan disini kuliah. Kalo gua kemaren udah pede banget ngebayangin jadi anak hukum, untuk membela kebenaran (layaknya superman.. ehm.. superwoman deh). Dan emank dari kecil, sekitar kelas SMP 1 gitu, kalo ada orang Tanya nanti gede mau kuliah apa, gua bakal jawab HUKUM.

Semakin umur gua bertambah, gua jadi mikir. Sebenernya dulu waktu gua bilang mau masuk hukum gara2 apa ya. nah gua baru inget, gua mau masuk hukum gara2 nonton Legally Blonde filmnya si Reese Whiterspoon. Coba aja kau bayangkan. Kalo gua ditanya kenapa masuk hukum n gua jawab.. “abis kesannya keren aja gitu kan, baca buku, kesannya jadi orang pinter gitu pake kacamata, blazer udah gitu interogasi orang lain.” For God sake, betul2 pernyataan yang bagus bukan.

Orang yang denger bisa ketawa ngakak booo.. gua mikir gitu wktu kelas SMP 3 awal2. Nah akhirnya gua jadi mulai ragu. Biar gimanapun, waktu itu tetep jalan, hidup terus berjalan. Kalo makin lama gua ambil keputusan, yang ada gua keblangsak nantinya. Gua harus mateng2 pikirin. Ternyata meskipun gua dilahirkan dikeluarga yang betul-betul menanamkan rasa anti-nasionalisme, akhirnya gua bisa tumbuh jadi anak yang punya rasa nasionalisme meskipun sedikit tapi udah tertanam lah, tinggal disiremin sama dikasih pupuk, abis itu berbuah deh.

Kenapa gua bisa bilang ada rasa nasionalisme. Ternyata gua ada rasa kecintaan n keprihatinan ngeliat Indonesia Negara tercinta ini. dan kayaknya, nanti gede, gua ga bakal nyoba nyari peruntungan dinegara orang. Karena sebenernya menurut gua Negara kita ini udah punya potensi yang bagus, dan entah kenapa banyak banget orang bodoh yang pikirannya kalah dibandingin anak SMA 1 kaya gua. Nah melihat potensi itulah, gua tertarik untuk menggali potensi Negara ini nantinya dengan tangan gua sendiri. Gua pengen liat, lebih jauh, lebih dalam Indonesia itu apaan sih? Nama makanan?

Kaya yang gua bilang gua itu orang yang.. ehm.. apa deh kata yang tepat. Ah pokoknya gua rasanya ga tahan banget tiap nonton diberita, tiap nonton ditv. Kalo ngeliat anak2 busung lapar dipelosok2 negeri ini, atau tiap gua nonton berita orang korupsi yang ketangkep, asal tahu saja, masih ada 100 atau mungkin lebih orang2 sejenis seperti itu. Gua nyetel 2 saluran, satu dikamar nyokap gua tentang korupsi, satu lagi dikamar gua tentang busung lapar. Gua bandingkan 2 kasus itu.

Bisa gua bayangin kenapa orang yang makin kaya tambah kaya, n kenapa orang yang makin miskin itu tambah miskin. Hebatnya para orang2 kaya itu. Gua bercita2 sih jadi orang kaya, tapi dengan cara yang lain bukan dengan cara kotor kaya gitu. Hebatnya, dari gua masih kecil, bokap nyokap gua emank udah nanemin cara2 buat jadi orang baik, meskipun ortu gua ga sempurna, tapi gua bisa melihat merka adalah orang baik. Dan mereka juga harus menghasilkan2 generasi2 orang baik berikutnya kaya gua. Mungkin mereka emank ga nanemin rasa nasionalisme, tapi mereka nanemin rasa peduli kepada orang2 laen yang lebih ga mampu dari pada gua.

Sering gua liat, bokap gua (terutama) sering jatoh sendiri saking dia baenya sama orang. Dan entah kenapa orang itu makin nginjek tiap dibaein. Gua sempet ragu buat jadi orang bae, kayanya enakan jadi orang jahat gitu kan. Tapi nyokap gua bilang. Sejahat2nya orang sama kita, ga usah kita inget2 lagi. Inget aja lagi kebaikan dia apa aja ke kita.(kalo ga ada gimana tuh ma?. Meskipun gua mau maksain diri jadi orang jahat, gimana donk ya, gua emank udah produk hasil orang bae gitu kan.

Mungkin dan ini menurut gua pribadi lagi, ada orang bae n jahat itu sebenernya sama aja. Semua hal itu harus diliat situasi kondisinya. Semua orang bisa jadi bae, bisa juga jadi jahat. Jadi mungkin gua ga mau pake kata jahat bae, gimana kalo perduli kepada orang lain. Mungkin lebih tepat. Gua emank ditanemin rasa peduli sama orang lain. Apa ya namanya? Simpati mungkin. Anggaplah gua sok mulia, atau sok bae, sok suci, soksukamu lah. Yang penting gua bisa ngerasain betapa perihnya hati gua tiap kali ngeliat orang2 lain yang tertindas. Itulah anehnya, kadang2 gua suka nindas orang masalahnya.

Tapi kaya wktu gua liat diberita gitu, duuuh rasanya gimana gitu. Itu nurani gua yang jalan. N gua mutusin buat masuk hukum, karena gua ngeliat betapa bobroknya hukum diIndonesia. Dan satu tantangan buat gua. “berhasilkah gua merubah itu?” gua itu generasi muda yang bakal ngegantiin mereka2 yang tua nantinya. Gua anak yang udah dikasih pendidikan dari TK, dan diajarin untuk jadi orang pinter. Gua ga mau jadi generasi muda yang menuh2in bumi, ngabisin oksigen sama bahan makanan aja. Gua mau diri gua, hidup gua itu berguna buat orang lain. Tuh kan, jangan melihat layar komputer mu dengan mata disipitkan dan nada sarkastis. “gaje banget sih si Marisa?” karena gua paling benci orang yang ngeluarin reaksi kaya gitu tiap gua ngomong.

Kalo dibilang gua itu cewek n keturunan China. Oh ya, gua ga mungkin ngeremehin pernyataan itu. Dan mungkin nantinya, itu bisa jadi salah satu batu sandungan terbesar buat gua, soalnya gua ga ada cita2 jadi pengacara yang ngurusin kawin cerainya artis. Itu pengacara bener2 moyung alias useless. Dan setau gua hukum itu ga Cuma jadi pengacara doank. Artinya meluuuuaaas seluas samudera hindia. Gua mau jadi anak hukum yang berguna. Yang ngurusin hukum2 penting, atau enggak buat menjatuhkan koruptor kek. Jadi pengacaranya si presiden juga boleh. Yang penting dimana gua bisa bergerak dengan tangan yang berlumuran kekuasaan buat memajukan Negara potensial yang terlupakan ini loh. (atau kalo bisa jadi presidennya juga gua ga nolak kok. Tapi kayanya jadi presiden basicnya bukan hukum ya?)

Dan pastinya gua akan jadi seorang anak hukum yang menciptakan keadilan di Indonesia, dimana maling nyolong ayem sama koruptor diletakan didalam sel yang sama, kalo perlu koruptor itu diletakan disel terburuk yang pernah ada didunia, karena kalau kita telaah lagi orang sampe ada yang maling ayem karena mereka ga punya uang n siapa yang menciptakan produk orang miskin itu? Yah emank merka sendiri, tapi mereka emank lemah dan g bs apa2 justru koruptor itulah penyebabnya. Gua jadi orang lurus yang membela kebenaran (karena itulah yang diajarkan bokap gua, wktu gua bilang masuk hukum, bapak gua udah nasehatin yang aneh2 deh). Dimana masalah2 narkoba itu gua bereskan seberes2nya sebagai anak hukum yang baru. Toh, tujuan utama hidup gua bukan kaya secara financial lagi, oke udah bergeser itu juga yang gua maksud kehidupan bisa mengubah seseorang dan gua merasa, kalopun gua kaya secara financial tapi gua ga berguna buat orang lain n Cuma buat diri sendiri, rasanya hidup gua masih kurang oke deh. Soal gua cewek n China, gua mikir, gua mikir semaleman! Sampe2 ga tidur. Bener juga, itu batu sandungan mau diapain ya. yah setelah gua pikir lagi. Secara cara pikir gua masih SMA 1 banget gitu.. yah udah, Indonesia itu kan Bhineka Tunggal Ika, yagn artinya berbeda2 tapi satu. Nah apa artinya sih sedikit berbeda warna kulitnya, kalo memang gua punya potensi n kualitas yang bagus. Apalagi kalo gua sampe jadi asset Negara. Apalah artinya warna kulit itu?

Ngomong2 si HUKUM ini punya rival berat. Yaitu MUSIK. Nah hukum itu waktu gua ngikutin hati nurani gua, gimana kalo gua mau ngikutin hasrat terbesar. Karena biar gimanapun hukum itu emank bukan hasrat terbesar. Yaiyalah gimana hasrat terbesar kalo tiap pelajaran PKN mata gua kleyengan melulu. Coba kalo lagi latihan buat seni, atau apalah yang ada hubungannya sama musik, gua pasti seger bugggeeerr.

Musik mengalihkan duniaku. Yah emank bener. Musik itu segalanya buat gua. Seakan2 gua bukan terdiri dari jaringan, atom ataupun sel, seolah-olah seluruh jiwa gua ini, tubuh gua ini diciptakan oleh musik (mungkn ga sih? Kan seolah-olah). Bukannya maksud gua, gua itu bakat atau jago. Dan jangan pernah punya bayangan gua itu jago main musik karena kenyataanya gua itu payah kalo soal musik. Tapi gua cinta musik. (gimana donk?). maen gitar, ngepaass. Maen drum, apalagi wong baru belajar. Maen piano!! Adoh jangan dibahas baca not balok aja gua tergagap-gagap. Tapi sekali lagi gua cinta musik.

Insting gua ini insting seorang seniman, hati gua hati seorang seniman, pendengaran gua adalah produk pendengaran seorang musisi, keluarga gua juga kebanyakan ada andil di musik atau seni. Jelas itu mendarah daging. Tapi sekali lagi, bukan berarti gua jago. Kenyataanya enggak. Trus kenapa gua sampe bilang musik ini mau gua masukin daftar jurusan nantinya. Karena ngebayangin aja gua udah deg2an plus merinding. Asal tau aja, gua kalo suka sesuatu sampe daleeem banget pasti deg2an. Yah gimana ya, ngebayangin kalo gua bisa masuk n bergaul kedalam suatu lingkungan ataupun dunia yang musik banget. N gua banget gitu, rasanya ada euphoria yang tercipta. Padahal ngebayangin doank loh.

Gua jiper wktu nanya sama guru ekskul drum, kalo masuk musik katanya harus ngelewatin tes. Ga perlu ijasah les atau apa. Yang penting kalo gua lewat tesnya gua bisa masuk. Masalahnya banyak banget halangannya.

1.Orang tua gua psti ga setuju. Mereka merasa musisi itu hdupnya ga terjamin (dan salah banget!!)

2.setau gua biayanya mahal karena Cuma ada di uph atau ikj, itu yang gua tau doank.

3.gua takut, ketemu orang2 yang nantinya bener2 berbakat dimusik n gua merasa kerdiil banget. Okelah kalo sekarnag gua merasa bakat dimusik masalahnya itu Cuma karna narsis n kesombongan gua doank. Ditambah temen2 gua sering muji2. Itu yang bisa bikin gua jatoh.

4.sekali lagi, rasanya rugi banget gua msuk musik, sedangkan gua udah masuk sekolah dari TK smpe SMA, dengan keadaan bokap gua yang mati2an bayar uang sekolah.

Sekali gua menginjakan kaki didalem universitas itu gua harus sadar. Disini ga ada lagi musik yang main2, ga ada lagi musik buat seneng2, ga ada lagi musik penghibur lara, ga ada lagi musik yang gua suka dan terus2an gua maenin sebebas gua. Karena sekali aja gua nginjekin kaki kesana, gua harus komitmen. Musik bukan lagi sekedar sampingan tapi musik tujuan hidup gua. Musik itu bener2 hidup gua. Dan gua harus berkompetisi. Ga dihukum ga dimusik kompetisi semua ya. apalagi kalo ngincer beasiswanya. Bisa mati berdiri gua.

Setelah gua berpikir semalem suntuk Cuma soal begituan doank. Gua memutuskan. Musik emank belahan jiwa gua, musik emank dunia gua, musik juga semuanya buat gua, musik emank hasrat terbesar gua. Tapi sayangnya musik bukan panggilan hidup gua. N gua ngerasain itu. Panggilan hidup gua ya itu. Menegakan kebenaran dihukum. Di Indonesia ini, gua mau bikin perubahan ditempat ini meskipun itu membutuhkan pengorbanan yang besar.

Nah biar gua bisa tetap berkreasi didunia musik, mendadak timbullah sebuah ide cemerlang. Dan para pengamen itu yang menginspirasi gua. Wktu gua kepasar ikut embak gua pagi2 gua ngliat ada pengamen tampil dipasar dan sumpah mereka keren banget. Gua perhatiin alat musiknya Cuma gitar 2, dan tam2 1, 2 gitaris, 1 drumer, nah yang gitaris satu itu punya suara emas. Gua sampe terpana wktu ngeliat mereka mainin lagu rasa yang tertinggalnya ST 12, rasanya sayang banget orang2 potensial kaya mereka itu harus turun dijalanan yang kejam, berdebu Cuma buat jumlah uang yang.. yah ga seberapa deh. Cuma cukup buat seporsi nasi warteg yang rasanya juga gitu2 doank.

Itulah yang menginspirasi gua buat bikin sekolah musik buat mereka yang tersebar dijalanan kota n menjalani kehidupan yang keras. Bukannya keren kalo gua bisa berhasil bikinin rumah untuk mereka dan menggali bakat mereka yang terpendam dan bukan Cuma buat maen musik di warteg dan sebagainya itu,

Tapi disekolah versi Marisa itu, mereka bisa berkreasi sesuka mereka. Dan gua juga bisa ngambil keuntungan dari situ. Gua butuh modal, dan gua udah bikin planning. Pokoknya nanti gua juga mau bikin perusahaan roti lagi. Tapi yang kali ini harus sukses dari pada bokap gua yang udah berhasil ngerintis pabrik roti selama 25 taon. Yang sayangnya harus menurun sekarnag karena pabrik roti gua umurnya makin tua. nah nanti gua banyak duit dari sana, abis itu gua pake buat bikin sekolah musik. Pokoknya tuh sekolah juga ngehasilin uang buat gua. Karenaaa, para pengamen itu bisa rekaman n kalo perlu mereka go internasional. Nah semasih merka ada di sekolah musik itu, gua juga bikin perusahaan rekaman.mereka rekaman dsb2 nya itu. Gua pasti dapet benefit juga donk. Buat gaji guru musiknya dsbnya. Intinya duit gua bakal keputer lagi n gua makin kaya!! Makin gua kaya, nah tuh uang bakal gua pake juga buat bantuin para kaum lemah. Toh itu duit banyak yang gua dapetin bukan dari orang2 miskin, tapi mungkin dari mereka yang suka dengerin musik kan. Dan akhirnya gua juga bisa mewujudkan lapangan berkuda pribadi punya gua, n Ferrari California v8 gua yang masih belom gua jemput dishowroom kan. Jadi menurut gua jadi pengacara baik pembela kebenaran yang tajir minta ampun ga salah dan PASTI bisa terwujud juga kan. Abis itu yah, happily ever after donkk..