Tampilkan postingan dengan label film. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label film. Tampilkan semua postingan

Minggu, 20 April 2025

Pengepungan di Bukit Duri (2025 - Bukan Review Film)

"I never choose to be born in this country, I never choose to be different from you, guys."

Senin, 11 Juli 2016

Enjoy, shall we?

Good books, bad books. Thrilling movies, boring movies. Who am i to judge? Not a critic, nor a professional editor. What I know is, whether I like them or not.

Ini sebetulnya pernyataan gue tentang subjektifitas gue ketika menilai beberapa hal. Karena buku dan film untuk dinikmati, bukan untuk dianalisis. Anyway, penilaian buku itu layak disukai atau enggak nggak selalu karena embel-embel “International Bestseller”, meskipun bisa jadi salah satu acuan bahwa buku itu disukain banyak orang.

Individu punya kriteria masing-masing untuk memutuskan mereka suka atau enggak sama hal tersebut. Pengalaman pribadi, impian, sudut pandang, genree, bahkan aktor dan artis yang berperan. Laku keras bukan berarti kita suka, nggak laku bukan berarti kita nggak suka. Even the worst books you have ever encountered, if it tells about your life, you will somehow intrigued by it.

Random thoughts.

Intinya, we love books and movies, so let’s enjoy it the way it’s suppose to be enjoyed.


Salam Roti!

Minggu, 17 Januari 2016

Review: Tribute to Adinia Wirasti

Caca selalu bilang sama gue bahwa ada dua kriteria penting untuk define apakah sebuah film itu bagus  atau enggak: 1. Script. 2. Jalan cerita. Gue bilang, gue ga percaya. Karena menurut gue apa yang membedakan film dan buku adalah visualisasi itu sendiri. Itu kenapa efek visual dan teknik cinematografi penting. “Iya, tapi sekeren apapun visualnya, kalo jalan ceritanya pada dasarnya emang jelek, film itu bakal jelek kan? Cinematografi itu Cuma masalah teknologi, Mar.”

Jumat, 09 Januari 2015

Review Film: Perfect Sense (2011)

Manusia. Emosi. Dan Indra.

Abaikan aja kalimat sok dramatis di atas. Tapi film ini tersangkut dengan tiga kata di atas. Dari awal hingga akhir film. Mengisahkan bagaimana dua orang bercinta di tengah epidemik yang mewabahi seluruh dunia.

Maksudnya, gue baru menyelesaikan film yang dibintangi oleh Eva Green dan Ewan McGregor ini. Jadi wajarin aja kalau gue merasa harus untuk membuka review ini dengan kalimat-kalimat macam itu.