Tampilkan postingan dengan label nostalgia. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label nostalgia. Tampilkan semua postingan

Jumat, 23 Juni 2023

Rediscover

This blog is.. what.. 13 years old? Gue inget banget mulai nulis blog ini dari tahun 2010 waktu umur gue masih 14 tahun, karena (lagi-lagi, selalu gue ceritakan), pada saat itu senior yang gue suka banget di sekolah punya blog di friendster. Motivasi gue nulis blog cuman satu ; supaya bisa ngobrol sama senior gue lalu ada topik karena gue juga lagi nulis blog, nih. Belajar dari elo.


Keputusan yang sangat gue syukuri seumur hidup gue. This blog helps me to go through everything in my life. Gue melewati masa remaja gue, menemukan diri gue sendiri melalui tulisan-tulisan gue di blog. Dan setiap kali, setiap kali gue melewati suatu fase tertentu dalam hidup gue, gue bisa selalu ke sini menemukan kembali diri gue yang hilang.

Sabtu, 03 September 2022

Nulis Lagi

Gue mulai nulis lagi.

Bukan nulis blog curhat kaya gini. Gue mulai nulis fiksi lagi.

Dan rasanya…. Senang. Menulis fiksi buat gue bikin gue punya dunia lain yang berbeda dari kehidupan nyata. Buat orang overthinking kaya gue, ternyata gue memang harus nulis. Karena ketika gue nggak nulis gue akan cari hal-hal nggak penting, masalah-masalah kecil, untuk dipikirin sampe itu jadi masalah besar.

Selasa, 27 Agustus 2019

Stereotip Sipit


Sebenernya gue mau nulis tentang ini (me-refer ke postingan sebelumnya).

Tentang gimana stereotip lingkungan tentang orang chinese kayak gue bisa menguntungkan gue pada akhirnya. Semua jadi serba gampang karena gue “cina”.

Gue baru bener-bener ngerasain privilege ini sejak gue kuliah, pun belum kerasa banget, karena kampus gue ya balik lagi, isinya mayoritas chinese semua, meskipun jurusan gue enggak. Ini bener-bener kerasa sejak gue ngkos dan keluar dari lingkungan Jakara Utara gue. Yang sebetulnya gue sempet kaget karena bener-bener sepandangan mata gue susah banget nemuin orang yang sipit. Di mall, di warung, di apotek, di jalan, di tempat makan. Sekarang gue kalo ke kokas (dulu mainnya cepe mulu, sekarang kokas), terus ketemu chinese, gue langsung noel Medi. Terus Medi bakal,  “Eh tuh sejenis lu.” Biasa digituin. Berasa kayak singkong gue ada jenisnya.

Minggu, 20 Januari 2019

Your (My) Own Version


I am 24 years old. 25 years old this year, and I have lived these past 3 years for not being myself. I am not me. I am not the best version of me. I am boring.

Setelah melalui awal umur 20an, ada banyak event penting yang terjadi di hidup gue. Bokap gue meninggal ketika gue berumur 22 tahun, pada momen skripsi, yang meyakinkan diri gue bahwa, gue harus menjalani hidup gue dengan benar setelah bokap gue nggak ada. (bukan berarti sebelum itu hidup gue nggak bener), to be on track I mean, to make his dream comes true. No pressure or anything, but I did promise him that I will be something big. I will make my life great, I will survive on my own and be successful.

Kamis, 24 Maret 2016

Magang dan Skripsi

Jadi, I got into Colliers International, another property consultant company. Sebagai anak magang, not a big deal actually setelah dijalankan. But it’s fun untuk nambah pengalaman dan pengetahuan tentang suasana kerja, plus dapet ilmu tambahan di bidang Facility Management. Mumpung lagi skripsi, statusnya masih bisa magang dimana-mana tanpa ikatan, dan bisa sambil nyari passion yang sesungguhnya.

Sabtu, 20 Februari 2016

Please. Stop Your "Kepo-ness"

Momen: PMS

Ini konten bakal isinya gue nyampah dan marah-marah maksudnya.

Gue ga ngerti sama manusia-manusia di sekitar gue akhir-akhir ini. Gue rasa ini faktor PMS juga. Tapi anjir ya mengganggu banget. Kaya iritasi di vagina, insignifikan tapi bikin ga nyaman.

Jumat, 15 Januari 2016

Them

Menurut gue setiap orang punya kriteria masing-masing untuk menentukan siapa teman yang baik buat mereka. Meski menurut gue kriteria teman yang baik secara umum pada dasarnya sama aja. That shit about “always be there for your friend when they need you” while i have to admit that its true, i dont think its 100% accurate. Kita kan manusia bukan power ranger, how could we. Even untuk keluarga sendiri kita belum tentu bisa.

Minggu, 20 Desember 2015

Hina... Mereka Hina

As you all know (kalo elo baca blog gue). Gue suka bilang di kampus gue punya temen nggak pernah bener. Buktinya ada di postingan ini. Berikut kompilasi isi chat gue dan teman-teman kampus gue.

Minggu, 06 Desember 2015

Dear Coffee, Thanks

Setelah sekian bulan kuliah, akhirnya gue bangun jam 8 pagi demi kelas di hari Sabtu jam 9 pagi. Lalu ada presentasi. Ketika gue mesen abang grabbike, lalu sampe di kampus dengan muka yang makin mirip femau dan siap-siap nelen si abang Grabbike gegara dia sempet nyasar. There was only one thing on my mind. I need coffee. Or I wont survive this day.

Minggu, 15 November 2015

Status: Identifying Passion

I was writing something about passion yesterday. The first pharagraph is great, gue menyatakan opini-opini orang tentang passion itu apa dan sebagainya. Because I’m serious about this article, so I tried to state some datas and facts regarding to passion. Supaya orang bisa relate itu ke logika mereka dan lebih ngerti kenapa passion begitu penting.

Jumat, 16 Oktober 2015

ENTP-ers

Manusia itu sesuatu yang menarik buat gue. Kita berpikir, ngerasain sesuatu, berkembang, emosional, dan punya karakter. Salah satu alasan utama kenapa gue seneng banget mengobservasi orang-orang di sekeliling gue. Karena semua orang itu beda, and i like to relate with people I know. Barangkali juga kenapa gue sering disebut sebagai “A good listener”. Gue tipe orang yang akan berusaha tenang ketika lo lagi cerita, sebelum membombardir lo dengan komentar dan pemikiran gue.

Minggu, 06 September 2015

Companion

People have their own ways to find themselves.

Gue pernah cerita tentang filosofi perjalanan sebagai analogi kehidupan lo. Jadi lo punya temen seperjalanan yang nemenin selama beberapa waktu sampai kalian mungkin pisah dan ketemu jalan masing-masing. Hal menariknya adalah apa yang terjadi selama perjalanan itu, bersama orang tertentu.

Selasa, 23 Juni 2015

Writing Tips Based on Clara Ng's (and A Lil Piece of Mine)

“I despise work out, but always feel terrible everytime I’m not doing it.” – Gue

Setelah melewati masa euforia “seneng keterima GWP dan nerbitin novel”, teman-teman terdekat gue selalu nanya, “Ada projek terbaru apa, Mar?”, atau keluarga gue yang, “Lo ga nulis lagi? Duitnya kan lumayan.”. While, banyak orang bilang nulis nggak selalu tentang diterbitin atau enggak. And it’s true. Tapi nulis bisa dapet duit dan menggiurkan itu bener juga. HAHA.

Jumat, 19 Juni 2015

Rumah Louis

Untuk pengingat sedikit, gue anak planologi/tata kota/perencanaan kota/real estate. Semester ini ada tugas yang (sebetulnya) hal paling menarik dari tugas-tugas studio gue. In case lo bingung, planologi ada rangkaian mata kuliah studio dimulai dari semester tiga. Berhubungan sama tugas perkotaan, gue kurang ngerti gimana studionya anak arsitek, tapi kalo di jurusan gue, studio itu belajar tentang analisis masalah-masalah perkotaan, sampe semester ini. Gue masuk ke mata kuliah Studio Tapak.

Kamis, 14 Mei 2015

Bromance, Bukan Sistmance

Mungkin postingan gue yang ini bisa dibuka dengan pertanyaan berikut... “Pada siapa lo bisa menemukan persahabatan yang ada ketika butuh, siap jadi tempat bersandar, dan setia?”

Personally, gue akan menjawab... Cowok.

Kamis, 23 April 2015

Upgrading

I met many great people in my class. Atau mungkin di jurusan gue. Entahlah, atau mungkin karena gue terjebak di gedung teknik yang liftnya selalu rusak satu. Gedung itu menabung banyak mahasiswa ambisius yang pinter-pinter. Kalo gue bisa, mungkin gue bakal ikutan nyanyi lagu dangdut, “Aku mah apa atuh...”

Senin, 20 April 2015

Si Ganteng

Gue masih agak bingung sampai hari ini. Jadi kalo kita punya hewan peliharaan, sebetulnya harus kasih nama atau enggak, sih? Btw, dua hamster yang bikin gue melankolis di beberapa postingan lalu udah mati. Bukan gara-gara gue juga. Mereka kabur. Si panda ditemukan tewas di bawah kolong lemari. Si garis entah ada dimana. Mungkin dia udah membangun keluarga baru yang sakinah sekarang. Gue berharap yang terbaik aja untuk dia.

Selasa, 17 Maret 2015

Happy 20th Birthday, Tiffany Frederika Audrey

I will never find someone like you.

Btw, enggak. Kalimat itu bukan untuk gebetan. Tapi buat temen SMA yang sering banget (saking seringnya harusnya gue bikin satu kategori khusus dia) gue mention di sini. Saking seringnya gue lupa sama ultah dia. Gue yakin kali ini, dia pasti mikir gue lupa juga sama ultah dia. Actually, gue ga lupa ultah dia. Gue selalu ingat 16 Maret. Yang salah adalah gue suka lupa hari ini tanggal berapa. What an inconsiderate friend I am.

Minggu, 23 November 2014

Extrovert (Implicitly Introvert)

Tadi baru ngestalk twitter salah satu penulis idola gue, she’s an introvert. Setelah gue pikir-pikir lagi, selama gue menjalani masa SMA, bahkan sampai kuliah ini. Gue selalu merasa lebih nyaman dan aman ketika berbicara dengan seorang introvert. Contohnya Fan-Fan, gue selalu ngerasa lebih nyaman dan aman ketika ngobrol sama dia.

Beda ketika gue becanda dan riuh-riuh sama teman-teman ekstrovert gue. Seru, tapi nggak aman. Ini bukan menstereoptipkan tipe-tipe orang berdasarkan kategori gue (misalnya introvert lebih bisa dipercaya, daripada mereka yang ekstrovert), bukan. Itu Cuma perasaan yang gue dapet gitu aja.

Plus, biasanya mereka yang lebih banyak mendengar , pemikirannya biasa lebih relevan dan logis. Gue suka ngedengerin persepsi mereka yang anomali daripada persepsi orang kebanyakan. Karena mereka lebih banyak melihat dan mendengar dibanding berbicara ataupun mengalami langsung. Ngerti maksud gue kan, ya?

Intinya gue ngerasa jadi semakin pintar kalo ngobrol sama mereka-mereka yang introvert. I mean, gue bisa mengerti dari persepsi yang berbeda. I’m a good listener ketika dibutuhkan, bahkan biasanya teman-teman introvert gue senang curhat ke gue. Itu semacam satu keuntungan sih, hahahaha. Karena selalu ada hal baru yang bisa lo ambil dari orang lain.

Kalo berdasarkan tes Jung and Briggs yang mana nggak akan gue kasih liat di sini, lucu karena tes gue mengalami perubahan sejak semester 4 kemarin gue ngerjain tes ini, dan sekarang. Dulu gue sempat dapet ENTP dan ENTJ pokoknya muter-muter gimanapun selalu dapat dua itu, dan baru-baru ini dapat INFP, dengan tingkat Introversi 11%.

Gue sebetulnya sadar, semakin ke sini gue semakin menikmati waktu sendiri, tapi manusia selalu berubah. Despite nggak ada satu orangpun yang setuju kalo gue introvert, gue selalu merasa, jauh di dalam sana, gue beneran introvert yang lebih suka dunia gue sendiri dibandingkan dunia luar.

Jadi... yaudah sih. Gitu aja.

Pengen banget ngobrol sama si anu2an yang gue ngefans itu.....................................


Salam Roti!

Jumat, 14 November 2014

Teman Imajinasi

Seharusnya gue enggak baca website semacam ini malam-malam. Enggak bukan bokep, kalo bokep mungkin gue nggak akan mengungkapkan penyesalan seperti di kalimat sebelumnya. Maksud gue yaudah sih, nonton bokep asik-asik aja. Masalahnya ini bukan bokep, dan gue sendirian ketika buka website ini.